Karawang – Di tengah dinamika masyarakat modern yang kerap sibuk dengan urusan pribadi, masih ada sosok pemimpin yang menempatkan kepedulian sosial sebagai nafas perjuangannya. Dialah Abah Awaman, S.E., Ketua Umum Paguyuban SORBAN (Silaturahmi Orang Banten), seorang figur karismatik yang selalu menyalakan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Bagi anggota dan simpatisan SORBAN, Abah Awaman bukan hanya sekadar ketua umum. Ia adalah “Abah” dalam arti sesungguhnya: seorang pengayom yang senantiasa menuntun dengan keteladanan, menyemangati dengan kata-kata bijak, serta menggerakkan dengan aksi nyata. Karismanya terpancar bukan dari gelar atau jabatan, melainkan dari ketulusannya hadir dalam setiap denyut kehidupan masyarakat, baik saat suka maupun duka.

Kepribadian Abah Awaman dikenal sederhana namun penuh wibawa. Ia dekat dengan semua kalangan tanpa jarak, mampu berbicara dengan bahasa yang merangkul anak muda, sekaligus menyejukkan hati para sesepuh. Dengan gaya kepemimpinan seperti itu, Paguyuban SORBAN berkembang menjadi wadah inklusif yang tidak hanya menampung aspirasi warga Banten di perantauan, tetapi juga terbuka untuk semua masyarakat Karawang dan sekitarnya.

Di bawah kepemimpinannya, Padepokan SORBAN di Perumahan Griya Sinarmas, Cengkong, Karawang, bukan sekadar bangunan fisik. Tempat itu telah menjelma menjadi pusat aktivitas sosial, spiritual, dan edukatif. Dari padepokan inilah berbagai kegiatan sosial digelar: mulai dari santunan anak yatim, pengajian rutin, hingga aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Abah Awaman menanamkan keyakinan bahwa organisasi harus hadir memberi manfaat, bukan sekadar nama atau simbol.

Donor Darah: Rekor Baru, Persembahan untuk NKRI
Semangat pengabdian itu semakin nyata ketika bangsa Indonesia memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Alih-alih merayakan dengan pesta seremonial, Abah Awaman mengajak masyarakat untuk mengisi hari bersejarah ini dengan kegiatan yang bernilai kemanusiaan. Ia meyakini, kemerdekaan sejati bukan hanya soal kebebasan, tetapi juga keberanian untuk peduli terhadap sesama.

Dengan semangat itu, Paguyuban SORBAN menyelenggarakan kegiatan akbar bertajuk Donor Darah & Pengobatan Gratis (Ruqyah Syari’yyah) pada Minggu (24/8/2025). Acara yang digelar di Padepokan SORBAN ini melibatkan PMI Karawang, JRA NU Ranting Cengkong, KAHAPTEX, PSHT, JKC, GIS, RAPI, dan PERUM GSM, serta didukung penuh oleh masyarakat sekitar.
Hasilnya sungguh membanggakan. Dalam sehari, terkumpul 101 kantong darah yang dihimpun oleh PMI. Capaian ini menjadikan kegiatan donor darah SORBAN sebagai rekor komunitas dengan peserta terbanyak dalam satu hari di Kabupaten Karawang. Sebuah prestasi yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga menyelamatkan banyak nyawa yang membutuhkan.
Di sela kegiatan, Abah Awaman menyampaikan rasa syukurnya:
> “Alhamdulillah, dengan semangat kebersamaan antara Paguyuban SORBAN, PMI, JRA NU Cengkong, dan seluruh komunitas yang terlibat, kegiatan ini berjalan lancar dan penuh berkah. Setetes darah yang kita donorkan bukan hanya menyelamatkan orang lain, tetapi juga menyehatkan diri kita. Inilah kado sederhana namun bermakna dari kami untuk HUT Kemerdekaan RI ke-80,” ungkapnya dengan penuh haru.
Lebih dari Sekadar Donor Darah
Selain donor darah, kegiatan ini juga menghadirkan layanan pengobatan gratis berupa Ruqyah Syari’yyah. Tim JRA NU Cengkong membuka layanan ini untuk masyarakat umum, yang sejak pagi telah memadati area padepokan. Banyak warga merasa terbantu dan mendapat manfaat dari terapi spiritual tersebut, sehingga kegiatan sosial ini terasa lengkap: memenuhi kebutuhan jasmani sekaligus rohani.
Dampak Sosial dan Keberlanjutan
Kegiatan donor darah yang digagas Paguyuban SORBAN memberikan dampak sosial yang luas. Selain menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan darah, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya donor darah sebagai gaya hidup sehat. Antusiasme peserta yang datang dari berbagai lapisan menunjukkan bahwa semangat gotong royong, empati, dan kepedulian sosial masih hidup subur di tengah masyarakat Karawang.
Lebih dari itu, Abah Awaman menegaskan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti sebagai acara seremonial tahunan, melainkan akan dijadikan program rutin setiap tiga bulan sekali. Dengan begitu, Paguyuban SORBAN hadir secara berkesinambungan sebagai penopang kebutuhan darah di Karawang dan sekitarnya, sekaligus memperkuat solidaritas antarwarga.
> “Ini bukan akhir, tapi awal. Kami berkomitmen menjadikan donor darah sebagai agenda rutin Paguyuban SORBAN. Karena kepedulian sosial bukan hanya momentum, melainkan harus menjadi budaya yang terus hidup di masyarakat,” tegas Abah Awaman.
SORBAN: Menyatukan Kebaikan untuk Indonesia
Komitmen berkesinambungan ini meneguhkan posisi Paguyuban SORBAN bukan hanya sebagai organisasi kedaerahan, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat luas. Dengan kepemimpinan Abah Awaman yang karismatik, SORBAN membuktikan bahwa sebuah komunitas mampu bertransformasi menjadi kekuatan besar yang membawa manfaat nyata.
“Setetes darah Anda, selamatkan jiwa sesama. Mari terus berbuat baik, bersama SORBAN untuk Indonesia “.

