Reizha Al Munzier Apresiasi Pergerakan Kang Edo: Selamatkan Pemuda dari Jerat Obat Terlarang

2 min read

Bekasi – Ketua Umum DPP Himpunan Mahasiswa Anti Narkotika (Himannar), Reizha Al Munzier, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kang Edo, Ketua Umum Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (Fortal), atas langkah nyata dalam menutup toko-toko obat daftar G (Tramadol, Eximer, Trihexyphenidyl) yang diduga kuat memiliki jaringan perlindungan dari pihak tertentu dan kini marak hingga ke wilayah Kota Bekasi.

 

“Langkah Kang Edo adalah bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan generasi muda. Saya sangat bersyukur ada tokoh intelektual seperti beliau yang berani berdiri di garda terdepan menyelamatkan pemuda dari ancaman narkotika. Ini bukan hanya soal peredaran obat, tetapi menyangkut masa depan bangsa,” ujar Reizha Al Munzier di kantornya, Rabu (20/8/2025).

Selain memimpin Himannar, Reizha juga dikenal sebagai pengusaha muda di bidang digital advertising melalui perusahaannya Virgo Impact Creative. Ia menegaskan bahwa keberadaan obat terlarang bukan hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga menghancurkan produktivitas kerja dan masa depan banyak keluarga.

“Sebagai seorang pengusaha, tentu saya tidak ingin karyawan saya terpapar obat-obatan keras tersebut. Itu bisa merusak konsentrasi, pekerjaan, bahkan masa depan mereka. Karena itu, saya mendukung penuh gerakan ini agar Bekasi benar-benar bersih dan steril dari peredaran obat terlarang. Kota Bekasi harus konsisten dengan slogannya: Kota Ihsan,” tegas Reizha.

Menurutnya, pemberantasan peredaran obat daftar G tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH). Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua, untuk menjaga dan mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkotika.

“Ini PR kita bersama. Kami berharap langkah ini mendapat perhatian serius dari aparat, sekaligus menjadi gerakan moral yang menggerakkan masyarakat. Jangan sampai generasi kita hancur karena narkoba. Peran orang tua, tokoh masyarakat, dan pemuda sangat penting agar kita benar-benar bisa memutus mata rantai peredaran obat-obatan terlarang,” pungkas Reizha.

Gerakan Kang Edo melalui Fortal pun dinilai sebagai sinyal kuat bahwa masih banyak intelektual muda yang peduli terhadap nasib generasi penerus bangsa. Bagi Reizha, kolaborasi seperti inilah yang akan menjadi pondasi kuat dalam menyelamatkan pemuda dari bahaya narkotika, sekaligus membangun masa depan bangsa yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author