Ditolak Saat Anak Sakit, Warga Minta Keadilan Layanan Kesehatan!” Ketum JURPALA: Ini Tamparan Bagi Pelayanan Publik

2 min read

Kabupaten Bekasi –
Penolakan terhadap pasien oleh Puskesmas Cikarang Utara menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Seorang warga Desa Karangbaru, Cikarang Utara, yang membawa anaknya untuk berobat, mengaku ditolak oleh petugas karena alasan pelayanan telah tutup. Ironisnya, permintaan surat rujukan pun tidak digubris.

Kejadian ini menjadi alarm keras bagi kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. Ketua Umum JURPALA Indonesia, Gilang Bayu Nugraha, menilai insiden tersebut sebagai bentuk pengingkaran terhadap hak dasar warga negara.

“Ini bukan hanya soal pelayanan tutup atau tidak. Ini soal sikap. Bagaimana bisa petugas kesehatan menolak pasien, apalagi anak kecil yang sedang sakit?” tegas Gilang, Rabu (9/4/2025).

Gilang menyoroti bahwa Puskesmas, sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, tidak seharusnya menutup pintu bagi warga yang butuh pertolongan, apalagi dalam situasi darurat.

“Kalau benar ada petugas yang malah tertawa saat menolak pasien, itu bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Ini tamparan keras bagi pelayanan publik di Bekasi,” lanjutnya.

Ia mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi untuk segera turun tangan, mengevaluasi kinerja Puskesmas Cikarang Utara, dan memberikan pembinaan menyeluruh terhadap tenaga medis agar lebih humanis dan peka terhadap kondisi warga.

“Pemkab Bekasi harus serius. Jangan sampai visi ‘Bekasi Maju dan Sejahtera’ hanya jadi slogan tanpa makna. Ini saatnya membuktikan keberpihakan pada rakyat kecil,” tegas Gilang.

Pasien yang ditolak akhirnya dirujuk dan dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi oleh relawan JURPALA dan KOSMI Indonesia. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar soal sistem, tapi juga soal hati dan empati.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari pihak Puskesmas Cikarang Utara. Publik menanti tindakan nyata, bukan sekadar permintaan maaf.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours