Ketua DPD Sundawani Karawang Desak Pembentukan Tim Khusus Antisipasi TPPO

2 min read

 

Karawang, Swarajabar.id – H. Ranzes Iman Sudirman, Ketua DPD Paguyuban Sundawani Kabupaten Karawang, menyerukan pembentukan tim khusus pemerintah untuk mengatasi maraknya dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau *human trafficking* di wilayahnya. Hal ini disampaikan menyusul aksi penyelamatan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Condet, Jakarta Timur, Minggu (16/3/2025) pagi, yang melibatkan langsung pihaknya.

Dalam keterangannya, Ranzes menyoroti lemahnya pengawasan dan penegakan hukum sebagai akar persoalan. “Selain regulasi yang belum tegas, pengawasan terhadap praktik iming-iming kerja ke luar negeri dengan janji penghasilan besar masih sangat minim. Ini memicu masyarakat rentan terjebak TPPO,” tegasnya.

Ia mencontohkan kasus terbaru di Condet, di mana calon PMI asal Karawang nyaris dikirim ke luar negeri secara tidak prosedural. Menurutnya, pola kejahatan ini memanfaatkan kondisi ekonomi warga dengan menawarkan prospek kerja menggiurkan, namun berujung pada eksploitasi. “Jika dibiarkan, korban bisa hilang atau mengalami hal buruk di luar negeri. Kita harus bertindak cepat,” tambah Ranzes.

Sebagai *leading sector* kontrol sosial di Karawang, Sundawani mendesak pemerintah membentuk dua tim terpadu: **Tim Sosialisasi Pencegahan TPPO** untuk edukasi masyarakat, dan **Tim Penegakan Hukum** yang responsif menindak praktik mencurigakan. “Kedua tim ini harus berjalan beriringan. Sosialisasi saja tidak cukup tanpa penindakan hukum yang tegas,” ujarnya.

Ranzes juga mengkritik lambannya koordinasi antarinstansi dalam menangani laporan TPPO. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat hukum, dan organisasi masyarakat seperti Sundawani diperlukan untuk memutus mata rantai perdagangan orang. “Kasus di Condet adalah alarm. Masih banyak korban potensial yang perlu diselamatkan,” pungkasnya.

 

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours