Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Jateng 2026, Bamsoet: Potensi Daerah Harus Menjadi Kekuatan Ekonomi

3 min read

JAKARTA — Bambang Soesatyo (Bamsoet), Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ketua MPR RI ke-15 sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, menerima penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam malam apresiasi yang diselenggarakan Berlian Organizer bersama Paguyuban Wartawan Jawa Tengah di Wisma Perdamaian, Semarang, Jumat malam (28/8/2026).

Bamsoet menjadi salah satu dari 13 tokoh yang memperoleh apresiasi atas dedikasi, prestasi dan kontribusinya di berbagai bidang. Para penerima penghargaan berasal dari spektrum pengabdian yang luas, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, pendidikan, kemaritiman, pelayanan publik, ekonomi dan bisnis, olahraga otomotif hingga industri kreatif.

Bagi Bamsoet, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan amanah untuk terus menghadirkan kerja dan gagasan yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus menilai penghargaan tersebut sebagai pengingat bahwa kepercayaan publik harus dijawab melalui kontribusi yang berkelanjutan.

“Saya menerima penghargaan ini dengan rasa syukur sekaligus tanggung jawab yang semakin besar. Bagi saya, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa setiap amanah yang diberikan masyarakat harus dibalas dengan kerja, gagasan, dan kontribusi yang bisa dirasakan secara nyata. Jawa Tengah memiliki potensi besar dan saya ingin terus ikut mengambil bagian dalam mendorong kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 tersebut menilai apresiasi yang datang dari kalangan pers dan masyarakat memiliki arti strategis. Menurutnya, pers bukan hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan, memberikan kontrol sosial dan merekam kiprah para tokoh dalam kehidupan publik.

Bamsoet menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Jawa Tengah tidak semestinya hanya dilihat dari indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur maupun peningkatan investasi. Tolok ukur yang lebih fundamental adalah sejauh mana pembangunan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki pelayanan publik serta memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

“Jawa Tengah adalah salah satu provinsi penting dalam peta pembangunan nasional. Karena itu, kemajuan Jawa Tengah tidak boleh diukur hanya dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur atau masuknya investasi. Ukuran akhirnya adalah apakah masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak, pendidikan yang semakin baik, pelayanan publik yang mudah, serta kesempatan ekonomi yang lebih luas,” tegas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia sekaligus Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI itu juga menyoroti persoalan kemiskinan sebagai salah satu pekerjaan rumah pembangunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2026 tercatat 9,21 persen, turun 0,18 poin persentase dibanding September 2025. Penurunan tersebut patut diapresiasi, namun angka yang masih berada di atas sembilan persen menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih terintegrasi.

Menurut Bamsoet, pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara parsial. Persoalan tersebut berkaitan erat dengan kualitas pekerjaan, pendidikan, produktivitas, kesehatan, akses permodalan dan pemerataan kesempatan ekonomi. Karena itu, pembangunan harus diarahkan pada penciptaan ekosistem yang memungkinkan masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk tumbuh dan mandiri secara ekonomi.

Bamsoet optimistis Jawa Tengah memiliki fondasi kuat untuk menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Basis manufaktur, pertanian, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif serta perguruan tinggi merupakan modal strategis yang apabila terintegrasi dapat menciptakan nilai tambah, inovasi, lapangan kerja dan kesejahteraan yang lebih luas.

“Jawa Tengah memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat untuk mempercepat pembangunan. Tantangannya adalah memastikan seluruh potensi tersebut tersambung dalam ekosistem pembangunan yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat luas,” pungkas Bamsoet.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours