Malam Puncak HUT RI ke-81 di Kuntili Gadog: Ketika Kemerdekaan Dirayakan dengan Syukur, Gotong Royong dan Persaudaraan

4 min read

BANYUMAS — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kuntili Gadog RT 06 RW 01, Desa Kuntili, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Malam puncak yang digelar sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan justru menghadirkan makna yang lebih substantif: merawat persaudaraan, menghidupkan kembali semangat gotong royong, sekaligus meneguhkan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa.

Rangkaian peringatan telah berlangsung selama beberapa pekan sebelumnya dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak berpartisipasi dalam berbagai perlombaan yang dikemas secara meriah dan penuh kekeluargaan. Dari ruang sederhana di lingkungan warga, tumbuh sebuah pesan penting bahwa nasionalisme tidak selalu harus diwujudkan melalui seremoni besar, tetapi dapat hadir melalui kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat.

Puncak kegiatan kemudian ditutup dengan acara tasyakuran. Doa dan rasa syukur kepada Allah SWT menjadi bagian penting dalam momentum tersebut sebagai ungkapan terima kasih atas nikmat kesehatan, keselamatan, kebersamaan, serta kemerdekaan yang dapat dinikmati masyarakat hingga hari ini.

Ketua RT 06 RW 01 Desa Kuntili, Suratno yang akrab disapa Menos, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan warga yang telah bekerja bersama sejak persiapan hingga berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan. Ia menilai keberhasilan acara merupakan buah dari semangat kolektif yang dibangun tanpa membedakan latar belakang maupun peran masing-masing warga.

Suratno juga memberikan apresiasi kepada para simpatisan dan donatur, khususnya para dermawan serta putra daerah yang kini berada di perantauan namun tetap menunjukkan kepedulian terhadap kampung halaman. Kontribusi yang diberikan, baik dalam bentuk moril maupun material, dinilai sebagai bentuk nyata bahwa ikatan emosional terhadap tanah kelahiran tidak pernah terputus oleh jarak.

“Semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong seperti ini harus terus dipelihara. Mudah-mudahan apa yang sudah terbangun dalam momentum HUT Kemerdekaan ini tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi tradisi sosial yang terus berkesinambungan,” ungkap Suratno.

Malam puncak tersebut semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan. Hadir Kepala Desa Kuntili Salamun beserta jajaran Pemerintah Desa Kuntili, Ketua BPD Desa Kuntili Erwin, Sekretaris Desa Kuntili Sarbini Joko Santosa, Kepala Dusun I Heri Hermawan, Ketua RW 01 Ansori, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Kuntili.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan adanya sinergi yang konstruktif antara masyarakat, pemerintahan desa, lembaga kemasyarakatan, dan aparat keamanan. Sinergi semacam ini menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Ketua panitia, Sumoko yang akrab dipanggil Metal, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Ia secara khusus mengapresiasi kehadiran Suranto, putra daerah yang berprofesi sebagai advokat/pengacara, yang menyempatkan diri hadir sekaligus turut berpartisipasi dalam memeriahkan malam puncak peringatan kemerdekaan.

Nuansa nasionalisme kemudian semakin terasa ketika acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan lagu-lagu perjuangan dan kemerdekaan. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa di balik kemeriahan hiburan, terdapat pesan yang jauh lebih mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan dan menghargai perjuangan para pahlawan.

Agenda berikutnya adalah penyerahan hadiah kepada para pemenang perlombaan yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Pemberian hadiah bukan semata-mata penghargaan atas kemenangan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap keberanian masyarakat untuk berpartisipasi, berkompetisi secara sehat, serta ikut menyukseskan perayaan kemerdekaan.

Kemeriahan malam semakin lengkap melalui pentas seni dan bernyanyi bersama. Kehadiran sejumlah artis daerah membuat suasana semakin hidup. Warga menikmati hiburan dalam suasana penuh keakraban, tanpa meninggalkan nilai utama yang sejak awal menjadi fondasi kegiatan, yakni persaudaraan dan kebersamaan.

Bagi masyarakat Kuntili Gadog, peringatan HUT RI ke-81 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kalender tahunan. Ia menjelma menjadi ruang untuk mempertemukan generasi, memperkuat silaturahmi, menghargai kontribusi warga, dan menghidupkan kembali filosofi gotong royong sebagai salah satu kekuatan sosial bangsa Indonesia.

Dari sebuah lingkungan masyarakat di Desa Kuntili, tersampaikan sebuah pesan sederhana namun fundamental: kemerdekaan bukan hanya warisan sejarah, melainkan amanah yang harus dirawat melalui tindakan nyata. Ketika warga mampu berkumpul, bekerja bersama, saling membantu, dan menjaga persaudaraan, maka semangat kemerdekaan sejatinya masih hidup dan terus tumbuh dari tengah-tengah masyarakat.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours