KARAWANG — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum 17 Agustus menjadi ruang refleksi untuk mengenang jasa para pahlawan, meneguhkan rasa syukur atas kemerdekaan, sekaligus membangun kesadaran bahwa kemerdekaan harus terus dijaga, dirawat, dan diisi dengan pengabdian nyata bagi bangsa dan negara.
Pesan penuh nasionalisme tersebut disampaikan Jayadi, salah satu tokoh pemuda Kabupaten Karawang sekaligus Ketua DPC Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Kabupaten Karawang. Menurutnya, kibaran Merah Putih hari ini merupakan buah dari perjuangan panjang para pendahulu bangsa yang rela mengorbankan tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa demi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kemerdekaan bukan hadiah, tetapi hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, tugas kita hari ini bukan lagi mengangkat senjata di medan perang, melainkan mengangkat semangat pengabdian, persatuan dan karya untuk menjaga kehormatan Indonesia,” tegas Jayadi.
Menariknya, semangat kemerdekaan tahun ini terasa semakin personal bagi Jayadi. Dua hari setelah bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus, tepatnya 19 Agustus, Jayadi juga memperingati hari kelahirannya. Kedekatan momentum tersebut menjadi refleksi tersendiri baginya bahwa perjalanan kehidupan pribadi harus senantiasa berjalan seiring dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan masyarakat.
Bagi Jayadi, ulang tahun bukan semata-mata tentang bertambahnya usia, melainkan kesempatan untuk melakukan evaluasi dan memperbarui komitmen. Bertepatan dengan suasana bulan kemerdekaan, momentum tersebut ingin ia maknai sebagai pengingat untuk terus memberikan manfaat, memperluas pengabdian, serta menjaga semangat persatuan di tengah masyarakat.
“Bagi saya, kemerdekaan Indonesia dan perjalanan usia memiliki pesan yang sama, yaitu tentang tanggung jawab. Bertambahnya usia harus diikuti dengan bertambahnya manfaat, pengabdian dan karya untuk masyarakat. Kalau para pahlawan dahulu berjuang dengan pengorbanan, maka kita hari ini harus melanjutkan perjuangan itu melalui karya dan pengabdian sesuai bidang kita masing-masing,” ungkapnya.
Sebagai tokoh pemuda sekaligus insan seni, Jayadi melihat generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah perjalanan bangsa. Pemuda tidak boleh kehilangan identitas, terjebak dalam perpecahan, maupun larut dalam arus perubahan zaman. Sebaliknya, pemuda harus tampil sebagai generasi yang berkarakter, berintegritas, kreatif, produktif, dan memiliki kepedulian sosial.
Menurutnya, mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dari berbagai bidang. Tidak semua orang harus menjadi pejabat atau berada di panggung politik. Pelaku usaha, seniman, musisi, pekerja, pendidik, pemuda, maupun masyarakat biasa dapat mengambil bagian melalui karya dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Sebagai Ketua DPC PAMDI Kabupaten Karawang, Jayadi juga meyakini bahwa musik dan kebudayaan merupakan bagian dari kekuatan bangsa. Seni dapat menjadi jembatan persaudaraan yang mampu mempertemukan berbagai lapisan masyarakat, melebur perbedaan, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kebangsaan melalui karya yang positif dan bermartabat.
Karena itu, PAMDI Kabupaten Karawang berkomitmen mendorong para pelaku seni dan musik agar tidak hanya berkarya untuk menghibur, tetapi juga mengambil bagian dalam membangun karakter masyarakat. Musik dangdut sebagai salah satu kekayaan budaya populer Indonesia diharapkan mampu menjadi ruang kreativitas yang sehat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap tanah air.
Di bawah kepemimpinan H. Rhoma Irama selaku Ketua Umum PAMDI, DPC PAMDI Kabupaten Karawang yang dipimpin Jayadi sebagai Ketua, bersama Nana Juhana sebagai Sekretaris dan Erna Kemuning sebagai Bendahara, bertekad menjadikan organisasi sebagai wadah yang memperkuat persaudaraan, profesionalisme, kreativitas, serta kontribusi para pelaku seni bagi masyarakat Kabupaten Karawang.
Jayadi mengajak masyarakat Karawang menjadikan HUT Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus momentum bulan kelahirannya sebagai kesempatan untuk memperkokoh persatuan, menumbuhkan kepedulian, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.
“Mari kita hormati para pahlawan dengan menjaga Indonesia. Kita jaga Merah Putih dengan persatuan, kita isi kemerdekaan dengan karya, dan kita lanjutkan perjuangan mereka dengan pengabdian. Dari Karawang untuk Indonesia, mari terus berkarya demi tanah air tercinta. Dan bagi saya pribadi, memasuki usia yang baru pada 19 Agustus adalah pengingat untuk terus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa,” pungkas Jayadi.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Selamat memperingati kemerdekaan, sekaligus selamat bertambah usia untuk Jayadi pada 19 Agustus.
Merah Putih bukan sekadar warna, tetapi kehormatan. Kemerdekaan bukan sekadar sejarah, tetapi amanah. Dan bertambahnya usia bukan sekadar pergantian angka, tetapi kesempatan untuk memperbanyak karya, memperluas manfaat, serta melanjutkan pengabdian bagi Indonesia.


+ There are no comments
Add yours