Rakor Sarbumusi Grup C PT Logisteed Forwarding Indonesia Perkuat Solidaritas dan Hubungan Industrial yang Harmonis

3 min read

BEKASI — Konsolidasi organisasi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun hubungan industrial yang sehat, konstruktif, dan berkelanjutan. Semangat tersebut tercermin dalam Rapat Koordinasi Pengurus dan Anggota Grup C Serikat Buruh Muslimin Indonesia atau Sarbumusi PT Logisteed Forwarding Indonesia, yang digelar Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu warung makan di sekitar PT Unicharm tersebut menjadi ruang komunikasi antara pengurus dan anggota untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan sekaligus menyamakan persepsi dalam menghadapi dinamika hubungan industrial di lingkungan kerja.

Sejumlah agenda strategis menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut. Di antaranya mengenai ketentuan mogok kerja dan lock out, prosedur pemutusan hubungan kerja atau PHK agar dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara serikat pekerja dan pihak pemberi kerja.

Pembahasan mengenai mogok kerja dan lock out diarahkan pada pentingnya pemahaman terhadap hak, kewajiban, serta prosedur yang berlaku. Dengan pemahaman yang baik, setiap persoalan ketenagakerjaan diharapkan dapat disikapi secara proporsional, mengedepankan dialog, serta tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

Demikian pula mengenai PHK, rapat menekankan pentingnya kepastian prosedur dan perlindungan hak seluruh pihak. Pemahaman terhadap regulasi ketenagakerjaan dinilai menjadi bagian penting agar setiap proses dapat berjalan secara transparan, adil, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman dalam hubungan industrial.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran Pengurus Basis Serikat Pekerja Sarbumusi PT Logisteed Forwarding Indonesia, yakni Ketua Jajang Nurjaman, Sekretaris Ujang Permana, Kepala Bidang Pembelaan dan Perlindungan Hukum Toni Wicaksono, Sekretaris Bidang Pembelaan dan Perlindungan Hukum, serta Kepala Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Kaderisasi Dwi Agustiyanto.

Kehadiran jajaran pengurus bersama anggota menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi internal organisasi. Konsolidasi secara berkala dinilai penting agar aspirasi pekerja dapat dihimpun secara terstruktur dan setiap persoalan dapat dibahas dengan mengedepankan ketenangan, objektivitas, serta solusi yang konstruktif.

Saat dikonfirmasi awak media, Toni Wicaksono menegaskan bahwa konsolidasi antara pengurus dan anggota memiliki arti penting dalam menjaga solidaritas dan soliditas organisasi. Menurutnya, serikat pekerja tidak hanya memiliki fungsi memperjuangkan kepentingan anggota, tetapi juga mempunyai tanggung jawab untuk membangun komunikasi yang sehat dengan pihak perusahaan.

“Yang paling utama adalah menjaga keharmonisan antara pekerja dengan perusahaan. Kita ingin menciptakan hubungan industrial yang baik dan berkesinambungan, sehingga kemajuan perusahaan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan karyawan,” ungkap Toni.

Menurutnya, hubungan industrial yang ideal bukanlah hubungan yang dibangun atas dasar pertentangan, melainkan kemitraan yang dilandasi komunikasi, kepastian hukum, saling menghormati, dan pemahaman terhadap hak serta kewajiban masing-masing pihak. Serikat pekerja dan perusahaan diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi ketika menghadapi berbagai dinamika ketenagakerjaan.

Rakor tersebut sekaligus menegaskan pentingnya membangun budaya dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan. Dengan komunikasi yang terbuka dan terukur, potensi perbedaan kepentingan dapat dikelola secara lebih bijaksana sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan pekerja maupun keberlangsungan perusahaan.

Pada akhirnya, konsolidasi Sarbumusi Grup C PT Logisteed Forwarding Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus membangun hubungan industrial yang berkeadilan dan berkelanjutan. Solidaritas pekerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta kemitraan yang sehat dengan perusahaan diharapkan menjadi tiga pilar yang berjalan beriringan demi terciptanya iklim kerja yang produktif, harmonis, dan sejahtera.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours