KABUPATEN BEKASI – Setelah sekian lama vakum dari panggung hiburan, para personel Grup Dangdut Regysta kembali dipertemukan dalam sebuah reuni bertajuk “Reuni Kerinduan Terobati” yang berlangsung di Kampung Rawa Gebang, RT 002/RW 009, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Sabtu (27/06/2026).
Reuni tersebut menjadi momen istimewa bagi grup musik dangdut yang pernah berjaya pada era 1990-an dan dikenal sebagai salah satu ikon hiburan masyarakat Cikarang Timur dan sekitarnya. Selain menjadi ajang melepas rindu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar-personel, kru, keluarga besar Regysta, serta para penggemar yang selama ini setia mengenang perjalanan mereka.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan begitu terasa ketika satu per satu mantan personel, pemain musik, penyanyi, hingga tim manajemen era kejayaan Regysta hadir dan saling berpelukan. Momen nostalgia semakin hidup saat para personel secara spontan naik ke panggung sederhana untuk membawakan kembali sejumlah lagu andalan yang pernah mengiringi berbagai hajatan, festival, dan panggung hiburan di wilayah Cikarang Timur.
Alunan gitar, tabuhan kendang, dentingan keyboard, dan harmonisasi vokal khas Regysta seolah membawa para hadirin kembali mengenang masa-masa keemasan musik dangdut lokal yang pernah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Salah seorang personel senior Regysta, Eka Jaya, mengungkapkan bahwa reuni tersebut lahir dari kerinduan mendalam seluruh keluarga besar Regysta yang telah puluhan tahun menjalin persaudaraan.
“Kegiatan ini murni didasari oleh rasa rindu kami yang mendalam. Regysta bukan hanya sekadar grup musik, tetapi sudah menjadi keluarga besar yang menempa perjalanan hidup kami sekaligus menjadi bagian dari sejarah perkembangan musik dangdut di Cikarang Timur. Kami bersyukur masih diberi kesempatan untuk berkumpul kembali dalam suasana penuh kehangatan,” ujarnya.
Apresiasi tinggi juga disampaikan Sekretaris Kecamatan Cikarang Timur, H. Aris Sadikin Asnawi, S.E., M.M., yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, reuni Regysta bukan sekadar pertemuan para musisi lama, tetapi juga merupakan bentuk pelestarian sejarah seni budaya lokal yang memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Cikarang Timur, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Regysta Grup. Mereka bukan hanya kelompok musik, tetapi merupakan bagian dari sejarah perjalanan seni budaya di Cikarang Timur yang telah menghadirkan hiburan berkualitas sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat pada masanya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa semangat kebersamaan yang tetap terjaga selama puluhan tahun merupakan teladan yang patut diwariskan kepada generasi muda.
“Silaturahmi yang terus terpelihara hingga hari ini menunjukkan bahwa seni bukan hanya melahirkan karya, tetapi juga membangun persaudaraan yang abadi. Kami berharap momentum ini menjadi awal lahirnya kembali karya-karya Regysta, sekaligus menginspirasi para seniman muda Kabupaten Bekasi untuk terus berkarya, melestarikan musik dangdut, dan memperkuat identitas budaya daerah,” tambahnya.
Reuni tersebut juga menjadi ruang nostalgia bagi para penggemar yang datang dari berbagai wilayah. Mereka mengaku sangat terharu dapat kembali menyaksikan penampilan para personel Regysta yang pernah menjadi primadona di berbagai panggung hiburan masyarakat.
Meski kini masing-masing personel telah menekuni profesi dan aktivitas yang berbeda, pertemuan penuh makna ini melahirkan optimisme baru. Terselip harapan agar Grup Dangdut Regysta dapat kembali menghadirkan karya-karya kolaboratif maupun tampil dalam sebuah konser reuni yang lebih besar, sehingga semangat dan warisan musik dangdut khas Cikarang Timur tetap hidup dan terus menginspirasi generasi penerus.
Reuni “Kerinduan Terobati” pun menjadi bukti bahwa sebuah karya seni yang lahir dari kebersamaan, dedikasi, dan kecintaan kepada budaya tidak akan pernah lekang oleh waktu. Regysta tidak hanya meninggalkan jejak dalam dunia hiburan, tetapi juga mewariskan nilai persaudaraan, loyalitas, serta semangat melestarikan seni budaya lokal sebagai bagian dari identitas Kabupaten Bekasi.


+ There are no comments
Add yours