BOGOR — Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bogor menyiapkan sebuah gerakan besar bertajuk Gerakan Ekonomi Masjid Preneur sebagai upaya nyata memperkuat fungsi masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan pembangunan sosial masyarakat.
Momentum Tahun Baru Islam dinilai bukan sekadar pergantian kalender hijriah, melainkan menjadi refleksi spiritual untuk membangun semangat hijrah menuju kehidupan umat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Melalui gerakan tersebut, DMI Bogor ingin menghadirkan transformasi peran masjid agar semakin adaptif terhadap tantangan zaman, terutama dalam menghadapi persoalan ekonomi masyarakat yang membutuhkan solusi kolaboratif dan berkelanjutan.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai pusat kebangkitan ekonomi umat apabila dikelola secara profesional, transparan, dan inovatif.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah ritual semata, tetapi juga harus menjadi pusat peradaban umat yang mampu melahirkan kemandirian ekonomi, memperkuat solidaritas sosial, dan membangun generasi yang kreatif serta produktif,” ujarnya.
Gerakan Ekonomi Masjid Preneur sendiri dirancang sebagai wadah pemberdayaan berbasis komunitas dengan melibatkan pengurus masjid, pelaku UMKM, generasi muda, jamaah, hingga berbagai elemen masyarakat.
Dalam pelaksanaannya nanti, kegiatan tersebut akan diisi dengan berbagai agenda edukatif dan inspiratif seperti pelatihan kewirausahaan berbasis syariah, pengembangan usaha mikro jamaah, bazar produk halal, literasi ekonomi umat, hingga penguatan jaringan bisnis berbasis masjid.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi antara masjid dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas sosial, serta pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan.
Menurut DMI Bogor, penguatan ekonomi umat melalui masjid merupakan langkah strategis untuk menciptakan keseimbangan antara pembangunan spiritual dan kesejahteraan sosial masyarakat.
“Ketika masjid mampu menjadi pusat pemberdayaan umat, maka dampaknya bukan hanya dirasakan jamaah, tetapi juga lingkungan sekitar. Dari masjid yang kuat akan lahir masyarakat yang mandiri, harmonis, dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” katanya.
Semangat hijrah yang diusung dalam peringatan Tahun Baru Islam 1448 H juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih aktif membangun kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
DMI Bogor meyakini bahwa kebangkitan ekonomi umat tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan sinergi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, Gerakan Ekonomi Masjid Preneur diharapkan menjadi langkah awal lahirnya gerakan ekonomi berbasis masjid yang modern, mandiri, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Dengan semangat Tahun Baru Islam, DMI Bogor mengajak seluruh masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat persatuan, pusat pemberdayaan, sekaligus pusat kemajuan umat menuju Indonesia yang lebih kuat, religius, dan berkeadaban.


+ There are no comments
Add yours