KARAWANG — Semangat pembinaan generasi muda kembali mendapat ruang istimewa di Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Kades Cup Ke-3 Tahun 2026 resmi digelar di Lapang “Mbah Pung Sayyidah”, menjadi panggung kompetisi sekaligus ruang pembentukan karakter, penyaluran bakat, dan penguatan persaudaraan masyarakat.

Pembukaan turnamen berlangsung semarak dengan dihadiri Kepala Desa Sukaluyu Hj. Lina Herlina, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang dari Partai Demokrat H. Oma Miharja Rizki, S.H., M.H., yang juga merupakan suami Hj. Lina Herlina, Camat Telukjambe Timur Ade Setiawan, serta Kepala Desa Telukjambe H. Uji. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pembinaan olahraga dan generasi muda di tingkat desa.

Ketua Panitia Kades Cup Ke-3 Tahun 2026, M. Zaenudin,.S.E,. Menegaskan bahwa turnamen ini tidak sekadar berorientasi pada kemenangan. Kades Cup dirancang sebagai wadah silaturahmi warga sekaligus ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang sepak bola.

“Alhamdulillah, Kades Cup kembali dapat kita laksanakan dan tahun ini memasuki penyelenggaraan yang ketiga. Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi warga sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menyalurkan minat dan bakatnya, khususnya dalam olahraga sepak bola,” ujar M. Zaenudin.
Menurut Zaenudin, perhatian terhadap pemain usia di bawah 12 tahun menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan tahun ini. Pembinaan sejak usia dini, kata dia, bukan hanya tentang kemampuan mengolah bola, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, kerja sama, keberanian, serta mental bertanding yang sehat.

“Yang paling penting bukan hanya menang atau kalah. Kami ingin anak-anak belajar menghargai lawan, menghormati keputusan wasit, bermain sportif, serta memahami bahwa prestasi membutuhkan proses, kerja keras dan kekompakan,” tuturnya.
Kades Cup Ke-3 Tahun 2026 diikuti 17 tim yang berasal dari berbagai RT dan RW di Desa Sukaluyu. Antusiasme tersebut memperlihatkan besarnya perhatian masyarakat terhadap pembinaan sepak bola sekaligus membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi bahasa bersama yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Zaenudin juga mengajak para pemain, orang tua, penonton, dan suporter menjaga atmosfer pertandingan tetap tertib, aman, dan kondusif. Dukungan terhadap tim, menurutnya, harus diberikan dengan menjunjung etika, sportivitas, persaudaraan, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Kami berpesan kepada seluruh peserta bahwa Kades Cup adalah ajang pemersatu, bukan pemecah belah. Kemenangan adalah bonus dari perjuangan, tetapi sportivitas dan persaudaraan merupakan nilai yang jauh lebih penting dan harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Apresiasi disampaikan kepada Kepala Desa Sukaluyu Hj. Lina Herlina yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Kades Cup sekaligus pembinaan generasi muda. Dukungan pemerintah desa dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan memberikan ruang positif bagi anak-anak.
Kehadiran H. Oma Miharja Rizki, S.H., M.H., selaku Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang, bersama Camat Telukjambe Timur Ade Setiawan dan Kepala Desa Telukjambe H. Uji, turut memberikan motivasi bagi para peserta dan masyarakat. Dukungan lintas unsur tersebut menjadi pesan bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama.
Bagi panitia, Kades Cup Ke-3 memiliki makna jauh lebih besar daripada sekadar agenda pertandingan. Turnamen ini merupakan investasi sosial untuk membentuk generasi yang sehat, disiplin, percaya diri, mampu bekerja sama, serta memiliki daya juang dan mental kompetitif yang tetap berlandaskan sportivitas.
“Harapan kami, dari Kades Cup ini muncul bibit-bibit sepak bola dari Desa Sukaluyu yang dapat terus dibina dan berkembang. Mudah-mudahan suatu saat ada anak-anak kita yang mampu membawa nama baik Sukaluyu dan Kabupaten Karawang di tingkat yang lebih tinggi,” kata Zaenudin.
Kades Cup Ke-3 Tahun 2026 pada akhirnya menjadi gambaran tentang bagaimana sebuah desa dapat menempatkan olahraga sebagai instrumen pembinaan generasi dan penguatan kohesi sosial. Di Lapang “Mbah Pung Sayyidah”, anak-anak bukan hanya belajar mengejar kemenangan, tetapi juga belajar tentang perjuangan, persahabatan, disiplin, dan menghargai sesama.
Dari lapangan desa, mimpi besar dapat mulai ditanamkan. Dari kompetisi yang sehat, karakter dapat ditempa. Dan dari kebersamaan masyarakat, masa depan generasi muda Desa Sukaluyu dapat dibangun dengan lebih kuat, bermartabat, dan penuh harapan.


+ There are no comments
Add yours