KARAWANG — Ketua Tanggap Bencana DPD PSI Kabupaten Karawang, Setiawan Adriel, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026. Menurutnya, Harhubnas tidak semestinya dimaknai sebatas peringatan atas perkembangan sarana dan prasarana transportasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa konektivitas harus berjalan seiring dengan solidaritas, kepedulian sosial, dan semangat kemanusiaan.
Setiawan memaknai tema “Menghubungkan Indonesia, untuk masa depan lebih maju” secara lebih luas. Baginya, Indonesia yang semakin terhubung bukan hanya ditandai oleh tersedianya jalan, kendaraan, pelabuhan, bandara, serta berbagai moda transportasi, tetapi juga oleh semakin kuatnya hubungan antarmanusia. Konektivitas idealnya mampu mempertemukan masyarakat dengan kesempatan, pelayanan, dan akses kehidupan yang lebih baik, sekaligus menghadirkan kepedulian ketika masyarakat menghadapi persoalan maupun kondisi darurat.
Sebagai Ketua Tanggap Bencana, Setiawan melihat sektor perhubungan memiliki posisi strategis dalam membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat. Ketika bencana terjadi, seperti banjir, longsor, gempa, kebakaran, maupun keadaan darurat lainnya, akses transportasi dapat menjadi faktor penting dalam mempercepat evakuasi, mobilisasi relawan, distribusi bantuan, serta upaya penyelamatan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Dalam situasi bencana, sebuah jalan bukan sekadar jalur transportasi. Jalan bisa menjadi jalan menuju keselamatan. Karena itu, konektivitas harus dibangun dengan perspektif kemanusiaan, keselamatan, dan ketangguhan masyarakat,” ujar Setiawan.
Ia juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun budaya kesiapsiagaan dan solidaritas sosial. Menurutnya, pemuda memiliki energi, kreativitas, keberanian, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi yang dapat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan. Semangat kepemudaan, kata dia, harus diwujudkan menjadi energi positif yang hadir dan bermanfaat ketika masyarakat membutuhkan.
Setiawan menambahkan, kemajuan transportasi harus diiringi kesadaran bersama untuk menjaga keselamatan dan fasilitas publik. Kepatuhan terhadap aturan, kepedulian terhadap sesama pengguna jalan, kesiapan membantu kelompok rentan, serta kesediaan terlibat dalam kegiatan kerelawanan merupakan bagian dari budaya keselamatan yang perlu terus ditumbuhkan. Dengan demikian, kemajuan perhubungan tidak hanya menghasilkan mobilitas yang semakin cepat, tetapi juga masyarakat yang semakin peduli, tangguh, dan berdaya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, organisasi kepemudaan, relawan, dunia usaha, dan berbagai elemen sosial dapat semakin diperkuat. Kolaborasi tersebut penting agar konektivitas transportasi tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi dan sosial dalam kondisi normal, tetapi juga menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi bencana dan berbagai situasi darurat.
“Selamat Hari Perhubungan Nasional 2026. Mari kita jadikan konektivitas sebagai jembatan solidaritas, kepedulian, dan kemanusiaan. Mari pemuda bergerak, relawan hadir, dan masyarakat saling menguatkan. Karena Indonesia yang maju bukan hanya Indonesia yang semakin mudah terhubung, tetapi juga Indonesia yang semakin siap membantu, semakin peduli, dan semakin tangguh menghadapi setiap tantangan. Menghubungkan Indonesia, untuk masa depan lebih maju,” pungkas Setiawan Adriel.


Komentar