BEKASI — Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 02 Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ar Rosadiah yang telah menyampaikan masukan terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada para siswa.
Bagi SPPG 02, masukan dari pihak sekolah merupakan bagian penting dalam proses evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak dapat diterima dengan baik.
Melalui Ahli Gizi SPPG 02 Tanjungbaru, pihak pengelola menyampaikan bahwa komunikasi yang dilakukan pihak sekolah justru menjadi bahan pembelajaran untuk melakukan perbaikan terhadap penyajian menu MBG ke depannya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah MI Ar Rosadiah atas masukannya. Kami juga mohon maaf kepada seluruh penerima manfaat atas kejadian hari ini, khususnya karena menu tersebut tidak dapat dikonsumsi,” ujar Ahli Gizi SPPG 02.
Ia menegaskan, pihak SPPG tidak memandang masukan sekolah sebagai bentuk penolakan terhadap program MBG. Sebaliknya, komunikasi tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kesehatan dan kenyamanan anak-anak sebagai penerima manfaat.
Sekolah Dinilai Telah Menjalankan Fungsi Perlindungan Anak
Sebelumnya, Sardi, perwakilan MI Ar Rosadiah sekaligus mewakili dewan guru, menjelaskan bahwa pihak sekolah melakukan antisipasi setelah melihat kondisi nasi yang teksturnya lebih lengket dan mencium aroma asam dari jagung.
Sardi menegaskan bahwa pihak sekolah tidak bermaksud menyatakan nasi tersebut basi maupun menyudutkan SPPG.
“Kalau menurut saya itu belum basi. Cuma teksturnya sudah agak lengket, kemudian bau dari jagungnya sudah agak asam. Saya khawatir karena anak-anak kita masih rentan. Takutnya tidak kuat dan mengalami sakit perut,” ungkap Sardi.
Atas sikap tersebut, pihak SPPG 02 justru menyampaikan apresiasi karena sekolah memilih berkomunikasi secara langsung dan menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada pengelola.
Bagi SPPG, keberadaan sekolah sebagai pihak yang setiap hari berinteraksi langsung dengan siswa merupakan bagian penting dalam memastikan makanan yang diberikan benar-benar dapat diterima oleh penerima manfaat.
Masukan Sekolah Menjadi Bahan Evaluasi
Ahli Gizi SPPG 02 menjelaskan bahwa menu hari itu memang berupa nasi goreng dengan tambahan jagung. Menurut penjelasannya, jagung memiliki kandungan air yang kemudian dapat memengaruhi tekstur nasi ketika dimasak bersama minyak.
Pihak SPPG juga mengevaluasi penggunaan jenis nasi yang lebih pulen untuk menu nasi goreng, karena karakteristik tersebut dapat membuat hasil akhir nasi menjadi lebih lembek atau lengket.
Namun, terlepas dari penjelasan teknis tersebut, pihak SPPG menyatakan bahwa pengalaman hari itu akan menjadi bahan evaluasi.
“Kami berterima kasih karena sudah diberikan masukan. Untuk ke depannya kami akan melakukan evaluasi dan uji coba terlebih dahulu terhadap menu sebelum disajikan kepada penerima manfaat,” jelasnya.
Pihak SPPG juga menyampaikan bahwa apabila suatu menu berdasarkan evaluasi dinilai kurang dapat diterima oleh penerima manfaat, menu tersebut akan dipertimbangkan kembali dan tidak serta-merta disajikan dengan cara yang sama.
Terima Kasih untuk Komunikasi yang Terbuka
SPPG 02 berharap komunikasi yang telah terjalin dengan MI Ar Rosadiah dapat terus dipertahankan. Menurut pihak pengelola, keterbukaan sekolah dalam menyampaikan kondisi di lapangan justru membantu SPPG mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki.
Dengan demikian, persoalan tersebut diharapkan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman antara sekolah dan pengelola SPPG.
Sementara itu, Sardi juga menegaskan bahwa pihak sekolah tetap mendukung program MBG karena manfaatnya sangat dirasakan oleh siswa.>
“MBG itu sangat membantu sekali. Anak kami yang belum sarapan pagi, jam 09.00 atau 10.00 sudah mendapatkan makanan. Jadi kami sangat terbantu,” ujarnya.
Karena itu, baik pihak sekolah maupun SPPG 02 memiliki harapan yang sama: program MBG terus berjalan dengan kualitas yang semakin baik, sementara kesehatan dan kenyamanan anak-anak tetap menjadi prioritas utama.
Bagi SPPG 02 Tanjungbaru, masukan dari MI Ar Rosadiah bukan sekadar kritik, melainkan bentuk kepedulian yang patut dihargai dan dijadikan bahan perbaikan bersama.
“Terima kasih MI Ar Rosadiah. Masukan dari sekolah menjadi bagian penting bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan MBG yang lebih baik bagi anak-anak,” menjadi pesan utama SPPG 02 dalam menyikapi kejadian tersebut.


Komentar