Umum
Beranda / Umum / Syafrudin Budiman Tegaskan: Jangan Sembarangan Kaitkan Dasco dengan Gerakan Roy Suryo

Syafrudin Budiman Tegaskan: Jangan Sembarangan Kaitkan Dasco dengan Gerakan Roy Suryo

Tudingan Tanpa Bukti Dinilai Hanya Memperkeruh Situasi, Relawan Jokowi-Prabowo-Gibran Diminta Tidak Terprovokasi

JAKARTA — Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo-Gibran (ARPG), Syafrudin Budiman, secara tegas membantah adanya dasar yang kuat untuk mengaitkan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sebagai pihak yang berada di belakang gerakan Roy Suryo dalam polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Menurut Syafrudin, tudingan tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai fakta apabila belum disertai bukti yang dapat diverifikasi.

Ia meminta setiap pihak yang menyampaikan tudingan serius untuk menunjukkan dasar informasi secara terbuka, bukan sekadar membangun asumsi berdasarkan hubungan politik maupun potongan informasi yang beredar di ruang publik.

“Kalau ada yang mengatakan Pak Sufmi Dasco Ahmad menjadi backing atau berada di belakang gerakan Roy Suryo, pertanyaannya sederhana: mana buktinya? Apa dasar informasinya? Siapa yang bisa mengonfirmasi? Jangan membuat dugaan kemudian diposisikan sebagai fakta,” tegas Syafrudin saat diwawancarai di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Nasi Tak Dimakan, Anggaran Negara Jangan Sampai Terbuang: SPPG 02 Tanjungbaru Diminta Serius Evaluasi Menu MBG

Jangan Bangun Narasi dari Dugaan

Syafrudin menilai persoalan tersebut harus disikapi secara proporsional. Nama seorang tokoh politik, kata dia, tidak semestinya diseret ke dalam suatu polemik hanya berdasarkan spekulasi atau informasi yang belum teruji.

“Ini menyangkut nama baik seseorang. Karena itu, tidak bisa sembarangan. Kalau memang ada bukti keterlibatan, silakan disampaikan dan diuji. Tetapi kalau hanya dugaan, jangan kemudian disebarkan seolah-olah itu sebuah fakta,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan media sosial sebagai satu-satunya rujukan dalam menilai sebuah isu politik.

Menurutnya, informasi yang viral belum tentu identik dengan informasi yang benar.

SPPG 02 Tanjungbaru Apresiasi MI Ar Rosadiah: Terima Kasih Telah Menjadi Mitra dalam Evaluasi MBG

“Viral bukan berarti benar. Ramai dibicarakan bukan berarti sudah terbukti. Justru semakin serius sebuah tudingan, semakin kuat pula kebutuhan untuk melakukan verifikasi,” kata Syafrudin.

Senior Relawan Jokowi Diminta Jadi Rujukan

Syafrudin juga mempertanyakan munculnya berbagai narasi yang mengatasnamakan atau menghubungkan seseorang dengan jaringan relawan Jokowi.

Ia menyarankan pihak yang ingin mengetahui dinamika sebenarnya di lingkungan relawan Jokowi untuk terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada para senior relawan yang telah mengikuti perjalanan gerakan tersebut sejak awal.

“Kalau ingin bicara soal dunia relawan Jokowi, ya cek kepada orang-orang yang memang mengetahui perjalanan gerakan relawan Jokowi. Jangan mengambil kesimpulan dari orang yang identitas, posisi, atau keterlibatannya sendiri belum jelas,” tegasnya.

Darsum: Pilkades Serentak Harus Menjadi Momentum Melahirkan Pemimpin Desa Berintegritas

Syafrudin bahkan menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal sosok yang disebut “Dije” dalam konteks jaringan relawan Jokowi selama sekitar delapan tahun.

“Saya pribadi tidak mengenal dan tidak tahu Dije dalam dunia kerelawanan Jokowi selama delapan tahun. Jadi jangan kemudian saya atau relawan lain dipaksa menerima sebuah narasi yang sumber dan konteksnya sendiri belum jelas,” ujarnya.

Jangan Adu Domba Relawan Jokowi dengan Prabowo-Gibran

Syafrudin menegaskan bahwa relawan Jokowi dan relawan Prabowo-Gibran tidak boleh dijadikan sasaran permainan narasi yang berpotensi menciptakan perpecahan.

Ia mengatakan, perbedaan pandangan politik merupakan sesuatu yang biasa. Namun, membangun tudingan tanpa dasar justru berpotensi menciptakan kesalahpahaman antarkelompok.

“Jangan mau diadu domba. Relawan Jokowi dan relawan Prabowo-Gibran jangan mudah dipancing oleh isu yang belum jelas. Kalau ada informasi, tabayunkan. Kalau ada tudingan, buktikan. Kalau belum terbukti, jangan dipaksakan menjadi kebenaran,” tegasnya.

Menurut Syafrudin, komunikasi politik antara berbagai kelompok pendukung Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo perlu tetap dijaga.

Ia menilai posisi Dasco sebagai salah satu figur penting di lingkungan politik Prabowo membuat setiap informasi yang mengaitkan namanya perlu disikapi secara hati-hati dan berdasarkan fakta.

“Jangan karena ada kepentingan atau perbedaan pandangan, kemudian semua persoalan ditarik-tarik dan nama Pak Dasco dikaitkan. Itu tidak sehat untuk kehidupan politik maupun hubungan antarkelompok relawan,” katanya.

Polemik Ijazah Jangan Dijadikan Alat Menyeret Tokoh Politik

Terkait polemik dugaan keaslian ijazah Joko Widodo, Syafrudin menegaskan bahwa substansi persoalan harus dikembalikan kepada fakta, bukti dan mekanisme hukum yang berlaku.

Ia meminta publik tidak mencampuradukkan antara proses hukum dengan spekulasi mengenai aktor politik yang disebut-sebut berada di belakang pihak tertentu.

“Kalau ada persoalan hukum, bawa ke jalur hukum. Kalau ada bukti, sampaikan kepada pihak yang berwenang. Jangan setiap orang yang dianggap punya kepentingan politik kemudian dituduh berada di belakang sebuah gerakan tanpa bukti,” ujarnya.

Syafrudin menegaskan, kritik maupun perbedaan pendapat tetap memiliki ruang dalam demokrasi. Namun, menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan tidak menyesatkan publik.

“Jangan jadikan ruang publik sebagai tempat melempar tudingan. Kita harus membedakan mana fakta, mana dugaan, mana opini. Itu yang penting,” tegasnya.

Ia kembali menyerukan kepada seluruh elemen relawan untuk tidak mudah terpancing.

“Pesan saya jelas: jangan terprovokasi dan jangan mau diadu domba. Setiap isu tentang Pak Dasco maupun siapa pun, cek dan tabayunkan terlebih dahulu. Kalau ada bukti, silakan dibuka dan diuji. Kalau belum ada bukti, jangan membangun kesimpulan.”

“Relawan Jokowi dan relawan Prabowo-Gibran harus dewasa dalam menyikapi informasi. Jangan sampai hubungan yang selama ini terjalin justru rusak hanya karena isu yang belum teruji kebenarannya,” pungkas Syafrudin.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

03

XTC Purwakarta Tantang Kejari Usut Tuntas Dugaan PLTS Rp18 Miliar dan Tunjangan DPRD Rp72 Juta

04

KPIC Kembali Mengukir Prestasi, Juara Umum II Kejurnas GWIS Open 2026 Jadi Bukti Ketangguhan Pembinaan Atlet Karawang

05

Bakti Sosial Serdik Sespimma Angkatan ke-76, Meneguhkan Kepemimpinan Polri yang Humanis di Langensari

× Advertisement
× Advertisement