Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Tekankan Pentingnya Perencanaan Keluarga, Pengasuhan Anak, dan Edukasi Kependudukan untuk Mewujudkan Generasi Indonesia Berkualitas
KABUPATEN BEKASI — Pembangunan bangsa yang kuat dan berkelanjutan berawal dari keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera. Berangkat dari pemahaman tersebut, Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama mitra kerja digelar di Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan dialog bagi masyarakat untuk memperluas pemahaman mengenai pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan keluarga, pola pengasuhan anak, serta pembangunan sumber daya manusia sejak lingkungan terkecil masyarakat.
Sosialisasi tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, unsur kewilayahan, tokoh masyarakat, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program pembangunan keluarga dan kependudukan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ibu Hj. drg. Putih Sari, turut memberikan sambutan melalui sambungan daring di tengah kesibukannya menjalankan tugas kedewanan di DPR RI.
Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Putih Sari tetap menyampaikan pesan dan ajakan kepada masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program Bangga Kencana sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan keluarga Indonesia.
Dihadiri Unsur Pemerintahan, TNI-Polri, dan Tokoh Masyarakat
Kegiatan berlangsung dengan melibatkan sejumlah unsur pemerintahan desa, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat dan organisasi politik setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BPD Desa Gandamekar, H. Usman bin Saiman; Babinsa Desa Gandamekar, Bapak Dadang; staf Desa Gandamekar, Bapak Agus; Kanit Bimas Polsek Cikarang Barat, Aiptu Mahmudi; serta Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Cikarang Barat, Rudi Eftana.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan dipandu oleh petugas dirigen, Zafira. Suasana kegiatan semakin khidmat melalui pembacaan doa yang dipimpin Ustaz Suripto, sebagai ungkapan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Sambutan pertama disampaikan H. Usman bin Saiman selaku tokoh masyarakat sekaligus Ketua BPD Desa Gandamekar. Dalam kapasitasnya sebagai unsur perwakilan masyarakat desa, kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan edukasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai pembangunan keluarga dan kependudukan.
Selanjutnya, sambutan disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. drg. Putih Sari, yang mengikuti kegiatan secara daring.
Putih Sari: Keluarga Berkualitas Menjadi Fondasi Kemajuan Bangsa
Dalam sambutannya, Putih Sari menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung akibat agenda kedewanan yang mengharuskannya menjalankan tugas menggantikan pimpinan di DPR RI.
Meski demikian, ia berharap keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dan mengambil manfaat dari informasi yang disampaikan.
Putih Sari menjelaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang tumbuh dari keluarga.
Ia menekankan bahwa keluarga menjadi lingkungan pertama bagi seseorang untuk belajar, membangun karakter, mengembangkan kemampuan, serta memperoleh nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal dalam bermasyarakat.
Karena itu, edukasi mengenai pembangunan keluarga dan kependudukan perlu terus diperluas agar dapat menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang dan tahapan kehidupan.
Masyarakat yang sedang mempersiapkan pernikahan, pasangan yang baru membangun rumah tangga, keluarga yang memiliki anak usia dini, hingga orang tua yang mendampingi anak remaja, semuanya membutuhkan pengetahuan yang tepat untuk menjalani kehidupan keluarga secara lebih terencana.
Menurut Putih Sari, keluarga berencana tidak semestinya dipahami sebatas persoalan jumlah anak. Lebih luas dari itu, keluarga berencana mencakup kesiapan membangun rumah tangga, perencanaan kehamilan, pengaturan jarak kelahiran, kesehatan ibu dan anak, serta kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan hidup secara bertanggung jawab.
Perencanaan yang baik diharapkan dapat membantu keluarga membangun kehidupan yang lebih sehat, sejahtera, dan memberikan kesempatan optimal bagi anak untuk tumbuh serta berkembang.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap keluarga mempunyai kondisi dan tantangan yang berbeda. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memperoleh informasi yang memadai agar dapat membuat keputusan berdasarkan kebutuhan, kesiapan, dan kondisi masing-masing.
Pengasuhan Anak Harus Adaptif terhadap Perkembangan Zaman
Selain menekankan pentingnya perencanaan keluarga, Putih Sari turut menyoroti tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan arus informasi yang semakin cepat.
Menurutnya, orang tua perlu terus memperbarui pengetahuan agar mampu memahami perkembangan anak, termasuk ketika mereka memasuki usia remaja.
Perubahan zaman menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, pola pengasuhan tidak dapat hanya mengandalkan pengalaman masa lalu, tetapi juga perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perkembangan anak saat ini.
Komunikasi yang terbuka, perhatian terhadap kondisi emosional anak, serta kemampuan orang tua untuk mendengarkan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan keluarga yang sehat.
Putih Sari mengajak para orang tua untuk mendampingi anak-anak yang mulai memasuki masa remaja dengan pendekatan yang lebih dialogis, penuh pengertian, dan tetap mengedepankan tanggung jawab.
Pada fase tersebut, remaja mulai membangun identitas diri, memperluas pergaulan, serta menghadapi beragam pengaruh dari lingkungan sosial dan dunia digital.
Kehadiran orang tua yang memberikan arahan sekaligus ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat dinilai penting untuk membantu mereka mengambil keputusan secara bijaksana.
Melalui pola pengasuhan yang tepat, keluarga diharapkan mampu menjadi lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak, sehingga generasi muda dapat berkembang menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
Materi Edukasi dari Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Dadi Roswandi, serta Kepala UPTD Wilayah V Kabupaten Bekasi, Iin Hartini.
Kehadiran kedua pemateri tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana kepada masyarakat.
Melalui penyampaian materi dari unsur pelaksana program, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya perencanaan keluarga, pendampingan tumbuh kembang anak, serta peran masyarakat dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas.
Edukasi semacam ini juga memiliki nilai strategis untuk memperkuat kesadaran bahwa pembangunan keluarga bukan hanya urusan pribadi, melainkan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Keluarga yang memperoleh informasi dan pendampingan memadai diharapkan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesehatan keluarga, pengasuhan anak, hingga perencanaan masa depan.
Dengan demikian, sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi diharapkan mampu mendorong perubahan pemahaman dan perilaku yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Sinergi dan Partisipasi Masyarakat Menjadi Kunci Keberhasilan
Pelaksanaan sosialisasi Bangga Kencana di Desa Gandamekar memperlihatkan pentingnya kolaborasi berbagai unsur dalam mendukung pembangunan keluarga.
Pemerintah dan lembaga terkait memiliki peran dalam menghadirkan kebijakan, edukasi, dan pelayanan. Sementara itu, unsur pemerintahan desa, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, serta warga dapat memperkuat penyebaran informasi dan mendorong penerapan pengetahuan tersebut di lingkungan masing-masing.
Pendekatan kolaboratif ini diperlukan agar program pembangunan keluarga dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Keberhasilan pembangunan keluarga tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan sosialisasi, tetapi juga oleh sejauh mana informasi yang diberikan dapat dipahami, diterapkan, dan dikembangkan menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan keluarga.
Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan kesejahteraan setiap anggota keluarga.
Ditutup dengan Lagu Nasional dan Foto Bersama
Rangkaian kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan menyanyikan lagu nasional Bagimu Negeri sebagai ungkapan semangat kebangsaan dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Indonesia.
Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus simbol kebersamaan antara penyelenggara, mitra kerja, unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan peserta yang hadir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana semakin meningkat.
Lebih dari sekadar agenda sosialisasi, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa dibangun melalui upaya nyata yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Keluarga yang sehat, memperoleh akses terhadap informasi yang benar, serta mendapatkan dukungan untuk tumbuh dan berkembang akan memiliki peluang lebih besar dalam mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas.
Pada akhirnya, pembangunan keluarga bukan tentang menyeragamkan kehidupan setiap rumah tangga, melainkan memastikan setiap keluarga memiliki pengetahuan, kesempatan, dan dukungan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Melalui sinergi pemerintah, legislatif, mitra kerja, dan masyarakat, Program Bangga Kencana diharapkan semakin dekat dengan kehidupan warga serta menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berdaya dalam mendukung kemajuan bangsa.




Komentar