MPKT Karang Taruna Kabupaten Bekasi sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Ajak Kader Bergerak, Bangun Sinergi dengan Kepala Desa Terpilih, dan Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat Bekasi.
BEKASI — Majelis Pakar Karang Taruna (MPKT) Kabupaten Bekasi, H. Jaya Marjaya, S.E., S.H., M.Si., yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, mendorong seluruh jajaran Karang Taruna tingkat kecamatan untuk segera bergerak melakukan konsolidasi dan membangun komunikasi dengan pengurus Karang Taruna desa serta kepala desa terpilih, guna memperjuangkan dukungan anggaran operasional organisasi dalam APBDes Tahun Anggaran 2027.

Pesan tersebut disampaikannya dalam agenda Rapat Kerja (Raker) II Karang Taruna Kabupaten Bekasi Tahun 2026 di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi. Menurut Jaya Marjaya, momentum rapat kerja harus menjadi titik awal bagi seluruh kader untuk menerjemahkan semangat persatuan menjadi gerakan nyata yang memberikan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat.
“Kalau hari ini kita sudah bersatu, sekarang saatnya bergerak. Saya minta teman-teman Karang Taruna kecamatan segera mengajak pengurus Karang Taruna desa untuk beraudiensi dengan kepala desa terpilih. Sampaikan program-programnya, jelaskan kebutuhan organisasinya, dan bangun komunikasi sejak awal,” tegasnya.

Perjuangkan Anggaran Operasional Karang Taruna Desa
Jaya Marjaya menilai, komunikasi dengan kepala desa terpilih perlu dilakukan sedini mungkin, terutama karena proses penyusunan anggaran desa untuk tahun 2027 masih menjadi peluang bagi Karang Taruna untuk mengusulkan program dan kebutuhan operasionalnya.

Ia mengingatkan agar pengurus tidak hanya menunggu pelantikan kepala desa atau berharap dukungan datang dengan sendirinya. Sebaliknya, kader harus mengambil inisiatif, menyampaikan proposal program, serta membangun kemitraan yang konstruktif dengan pemerintah desa.
Ia mendorong agar setiap desa mengalokasikan anggaran operasional Karang Taruna sekurang-kurangnya Rp20 juta per tahun, dengan tetap memperhatikan kebutuhan riil, kemampuan keuangan desa, prioritas pembangunan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Minimal kita perjuangkan Rp20 juta untuk operasional Karang Taruna di setiap desa. Tentu harus disampaikan melalui program yang jelas dan mekanisme penganggaran yang benar. Kalau teman-teman bergerak dari sekarang, peluang untuk memperjuangkannya akan lebih terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai akan membantu Karang Taruna menjalankan kegiatan kepemudaan, sosial, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai program yang menyentuh kebutuhan warga di wilayah masing-masing.
Desa Percontohan, Karang Taruna Harus Berdampak
Dalam kesempatan tersebut, Jaya Marjaya juga menyinggung potensi desa yang dipimpin oleh kader dengan latar belakang Karang Taruna untuk menjadi contoh dalam penguatan organisasi kepemudaan.
Ia menyebut nama Anton Suryana dan Amin Suryana dalam konteks dorongan agar desa yang mereka pimpin dapat menunjukkan komitmen lebih besar terhadap pemberdayaan pemuda. Ia mendorong agar dukungan anggaran Karang Taruna di desa-desa tersebut dapat diperjuangkan hingga Rp50 juta, sepanjang sesuai dengan kebutuhan program, kemampuan keuangan desa, dan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, apabila ada desa yang mampu mengembangkan Karang Taruna dengan dukungan anggaran, program yang terukur, serta pelaksanaan kegiatan yang akuntabel, hal itu dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Bekasi.
“Kalau ada desa yang bisa menjadi percontohan, itu akan menjadi kebanggaan kita bersama. Karang Taruna harus menunjukkan bahwa ketika diberi ruang dan dukungan, pemuda mampu bergerak, berkarya, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
### Karang Taruna Harus Berani Mengambil Peran
Jaya Marjaya menegaskan bahwa kader Karang Taruna tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah. Pemuda harus berani mengambil peran, menyampaikan aspirasi, membangun komunikasi dengan pemangku kebijakan, serta ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan di lingkungannya.
Berdasarkan pengalamannya dalam organisasi dan pemerintahan, ia mengajak para kader untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak ragu tampil sebagai bagian dari solusi atas persoalan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi Karang Taruna dalam pengawasan pembangunan secara objektif, profesional, dan berdasarkan data.
Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Jaya Marjaya menyatakan terbuka terhadap laporan dan aspirasi kader Karang Taruna mengenai pelaksanaan pembangunan yang diduga tidak memenuhi standar atau persyaratan.
“Kalau teman-teman menemukan kegiatan pembangunan yang memang tidak memenuhi standar atau persyaratan, silakan dokumentasikan, lengkapi dengan data, dan sampaikan melalui mekanisme yang benar. Saya senang kalau Karang Taruna ikut peduli terhadap pembangunan di wilayahnya masing-masing,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa setiap laporan perlu ditindaklanjuti secara profesional melalui pemeriksaan dan klarifikasi sesuai kewenangan, sehingga pengawasan dapat berjalan objektif dan menghasilkan perbaikan bagi masyarakat.
### Senin Menjadi Momentum Memulai Gerakan
Menutup penyampaiannya, Jaya Marjaya meminta agar hasil Raker II tidak berhenti sebagai wacana atau catatan rapat. Ia mendorong seluruh pengurus Karang Taruna kecamatan untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan dengan mengagendakan audiensi bersama kepala desa terpilih, bahkan mulai Senin setelah rapat kerja.
Menurutnya, langkah cepat tersebut penting agar aspirasi mengenai program dan dukungan anggaran Karang Taruna dapat diperjuangkan sebelum proses penyusunan anggaran Tahun 2027 memasuki tahapan yang lebih lanjut.
Ia berharap seluruh kader mampu membangun komunikasi secara santun, membawa usulan program yang realistis, dan menunjukkan bahwa Karang Taruna merupakan mitra strategis pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat.
“Jangan menunggu terlalu lama. Setelah rapat kerja ini, segera bergerak, temui kepala desa terpilih, sampaikan program, dan perjuangkan kebutuhan organisasi. Kita ingin Karang Taruna bersatu, bergerak, dan benar-benar berdampak,” pungkasnya.
Melalui dorongan tersebut, Jaya Marjaya berharap Karang Taruna Kabupaten Bekasi semakin kuat sebagai organisasi kepemudaan yang mandiri, produktif, dan berdaya guna. Dukungan anggaran yang diperjuangkan melalui mekanisme yang sah, disertai program yang terukur dan pengawasan yang bertanggung jawab, diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya generasi muda yang aktif berkontribusi dalam pembangunan desa dan kemajuan Kabupaten Bekasi.




Komentar