Umum
Beranda / Umum / Acep Juandi Tegaskan Penguatan Kaderisasi dan Kepedulian Sosial dalam Raker II Karang Taruna Kabupaten Bekasi Tahun 2026

Acep Juandi Tegaskan Penguatan Kaderisasi dan Kepedulian Sosial dalam Raker II Karang Taruna Kabupaten Bekasi Tahun 2026

Digelar di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi, Raker II Tahun 2026. Perkuat Konsolidasi Organisasi, Dorong Sekretariat Permanen, dan Hadirkan Kepedulian melalui Santunan Anak Yatim Piatu

BEKASI — Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Bekasi, Acep Juandi, S.Pd., menegaskan pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta mengembangkan program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikannya dalam agenda Rapat Kerja (Raker) II Karang Taruna Kabupaten Bekasi Tahun 2026, yang dilaksanakan di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi jajaran pengurus untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun program prioritas, serta memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat. Semangat tersebut juga tercermin melalui kegiatan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian sosial dan perhatian Karang Taruna terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Dalam sambutannya, Acep mengawali dengan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam keadaan sehat dan penuh semangat kebersamaan. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para ketua Karang Taruna tingkat kecamatan serta seluruh jajaran pengurus Kabupaten Bekasi yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri forum organisasi tersebut.

H. Jaya Marjaya Dorong Karang Taruna Desa Proaktif Kawal Anggaran 2027, Targetkan Operasional Minimal Rp20 Juta per Desa

Secara khusus, Acep menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada H. Jaya Marjaya, S.E., S.H., M.Si., selaku MPKT Kabupaten Bekasi sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang telah memfasilitasi tempat pelaksanaan Raker II Karang Taruna Kabupaten Bekasi di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk sinergi positif dalam memberikan ruang bagi organisasi kepemudaan untuk berkonsolidasi, berdiskusi, dan merumuskan langkah strategis demi kemajuan generasi muda serta masyarakat Kabupaten Bekasi.

Acep berharap dukungan dan kolaborasi dari para pembina, unsur legislatif, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat dapat terus diperkuat agar Karang Taruna semakin optimal menjalankan perannya sebagai wadah pengembangan generasi muda dan pengabdian sosial.

### Santunan Anak Yatim Piatu, Wujud Kepedulian dan Pengabdian Sosial

Karang Taruna unit Husada Kabupaten Bekasi Siapkan Program Strategis 2027, H. Panji Satria Nugraha Perkuat Peran Pemuda dalam Pembangunan Kesehatan

Di tengah agenda pembahasan organisasi, santunan kepada anak-anak yatim piatu menjadi bagian penting yang mencerminkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial Karang Taruna Kabupaten Bekasi.

Kegiatan tersebut membawa pesan bahwa keberadaan organisasi kepemudaan tidak semestinya hanya berorientasi pada rapat, administrasi, dan penyusunan program kerja. Lebih dari itu, Karang Taruna harus mampu hadir di tengah masyarakat, membangun solidaritas, serta memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama.

Santunan anak yatim piatu juga menjadi pengingat bahwa pengabdian sosial merupakan salah satu nilai penting yang perlu terus dirawat oleh setiap kader. Kepedulian terhadap sesama bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang berempati, bertanggung jawab, dan memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial.

Melalui kegiatan tersebut, semangat kebersamaan diharapkan tidak hanya terbangun di antara para pengurus, tetapi juga menjangkau masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian, Karang Taruna dapat semakin memperkuat perannya sebagai organisasi yang tidak hanya tumbuh melalui konsolidasi internal, tetapi juga berkembang melalui aksi nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kegiatan santunan ini sekaligus menegaskan bahwa kemajuan organisasi perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

H. JAYA MARJAYA SAMPAIKAN SELAMAT KEPADA H. SARIF MARHAENDI, Do’a kan Yang Terbaik.

Organisasi Harus Bertumpu pada Kesadaran dan Keikhlasan

Dalam arahannya, Acep menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya pengurus, melainkan oleh kesadaran, keikhlasan, dan komitmen setiap kader dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Ia mengingatkan bahwa aktivitas organisasi kepemudaan merupakan bentuk pengabdian yang harus tumbuh dari kemauan diri sendiri, bukan karena tekanan atau keterpaksaan.

“Berorganisasi itu tidak bisa dipaksakan untuk selalu aktif. Semuanya harus berangkat dari kesadaran diri sendiri. Karang Taruna bukan perusahaan atau PT. Ini adalah wadah pengabdian, tempat kita belajar, bertumbuh, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Acep.

Ia berharap seluruh niat baik, waktu, tenaga, dan pemikiran yang telah dicurahkan para pengurus menjadi amal kebaikan serta membawa keberkahan dari Allah SWT.

Menurutnya, semangat pengabdian yang sama harus tercermin dalam berbagai aktivitas organisasi, termasuk kegiatan sosial seperti santunan anak yatim piatu. Sebab, organisasi yang kuat bukan hanya organisasi yang memiliki struktur dan program, tetapi juga organisasi yang mampu menumbuhkan kepedulian serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

### Bangga Melihat Kader Karang Taruna Menjadi Pemimpin

Acep juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap kader-kader Karang Taruna yang mampu berkembang dan memperoleh kepercayaan masyarakat untuk mengemban jabatan strategis, baik di pemerintahan desa maupun lembaga perwakilan masyarakat.

Dalam sambutannya, ia secara khusus menyinggung Anton Suryana, yang disebutnya sebagai salah satu kader yang memperoleh kepercayaan masyarakat hingga terpilih menjadi kepala desa di wilayahnya.

Bagi Acep, keberhasilan kader menempati posisi kepemimpinan merupakan kebanggaan seluruh keluarga besar Karang Taruna sekaligus bukti bahwa proses pembinaan dan kaderisasi memiliki arti penting bagi masa depan generasi muda.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama ketika ada kader Karang Taruna yang bisa menjadi kepala desa, anggota BPD, dan mudah-mudahan ke depan ada yang menjadi anggota dewan. Karena itu, kaderisasi harus terus berjalan agar semakin banyak kader yang siap mengambil peran dalam pembangunan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Karang Taruna harus menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin yang memiliki integritas serta kepedulian terhadap masyarakat.

Raker II Menjadi Momentum Evaluasi dan Pembaruan Organisasi

Memasuki tahun ketiga masa bakti kepengurusan 2023–2028, Acep menjelaskan bahwa Raker II menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program, memperkuat koordinasi, serta merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.

Ia menegaskan bahwa rapat kerja bukan sekadar agenda formal, melainkan forum untuk menyatukan gagasan, menilai efektivitas kegiatan, dan menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan organisasi serta masyarakat.

Salah satu perhatian utama adalah perkembangan regulasi dan pedoman operasional Karang Taruna di tingkat nasional. Menurutnya, perubahan ketentuan organisasi perlu direspons melalui kajian yang cermat agar tata kelola Karang Taruna Kabupaten Bekasi tetap relevan dan memiliki landasan yang kuat.

Selain itu, Acep menyoroti Peraturan Bupati Bekasi Nomor 122 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Karang Taruna yang menurutnya perlu dikaji kembali sesuai perkembangan regulasi dan kebutuhan organisasi saat ini.

“Kita perlu melihat kembali aturan yang ada. Perkembangan zaman dan ketentuan organisasi terus berubah, sehingga perlu ada kajian terhadap bagian-bagian yang memang membutuhkan penyesuaian. Harapannya, tata kelola Karang Taruna ke depan semakin kuat dan memiliki kepastian dalam pelaksanaan program,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pembaruan regulasi harus dilakukan melalui koordinasi dengan instansi yang berwenang, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Bekasi dan perangkat daerah terkait, agar setiap usulan dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Hasil Raker Akan Disampaikan kepada Plt. Bupati Bekasi

Sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi sekaligus upaya membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Acep meminta jajaran pengurus yang memiliki kesempatan untuk hadir pada Senin mendatang guna menyampaikan hasil Raker II kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi.

Langkah tersebut diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara Karang Taruna dan pemerintah daerah, khususnya dalam menyampaikan rekomendasi, kebutuhan organisasi, serta program prioritas yang memerlukan dukungan kebijakan.

Acep juga menyampaikan rencana untuk mendorong pengajuan kajian atau rancangan pembaruan Peraturan Bupati mengenai penyelenggaraan Karang Taruna melalui Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.

Dengan demikian, hasil rapat kerja diharapkan tidak berhenti pada rumusan internal, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi resmi bersama pemerintah daerah.

Perjuangkan Sekretariat Permanen untuk Karang Taruna

Dalam sambutannya, Acep turut mengungkapkan upaya pengurus Karang Taruna Kabupaten Bekasi dalam memperjuangkan keberadaan sekretariat permanen sebagai pusat koordinasi dan aktivitas organisasi.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan Plt. Bupati Bekasi serta berkoordinasi dengan bagian yang menangani aset daerah. Hasil audiensi tersebut, menurutnya, telah disampaikan kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.

Salah satu lokasi yang dipertimbangkan berada di sekitar area kantor KNPI, dengan tetap memperhatikan proses kajian, ketersediaan aset, dan persetujuan pihak berwenang.

Acep menilai keberadaan sekretariat permanen akan menjadi kebutuhan strategis bagi organisasi. Selain sebagai pusat administrasi, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk konsolidasi, pembinaan kader, diskusi kepemudaan, serta perencanaan kegiatan sosial secara berkelanjutan.

Ia berharap seluruh jajaran pengurus turut mendoakan dan mendukung agar cita-cita tersebut dapat segera terwujud.

“Semoga ke depan Karang Taruna Kabupaten Bekasi bisa memiliki sekretariat permanen sendiri, sehingga kita mempunyai tempat yang representatif untuk berkoordinasi, menyusun program, dan mengembangkan kegiatan kepemudaan tanpa harus terus bergantung pada tempat sewa,” ungkapnya.

Dialog Interaktif Perkaya Wawasan dan Strategi Kader

Sebelum memasuki pembahasan program kerja, Raker II juga dirancang sebagai ruang dialog interaktif bersama sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur legislatif, akademisi, dunia usaha, hingga penyelenggara pemilu.

Acep menjelaskan bahwa dialog tersebut menjadi kesempatan bagi para pengurus untuk memperkaya wawasan, mempelajari pengalaman para narasumber, serta memahami berbagai perspektif mengenai kepemimpinan, pengelolaan organisasi, dan pengembangan potensi generasi muda.

Ia berharap forum diskusi dapat membantu para kader menyusun program yang lebih terarah, realistis, dan berdampak bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap program kerja perlu dirumuskan melalui pertimbangan matang, keterbukaan terhadap gagasan, serta evaluasi yang objektif. Apabila terdapat materi yang belum dapat dirampungkan dalam forum, tim perumus dapat melanjutkan penyempurnaan berdasarkan hasil pembahasan bersama.

Menguatkan Organisasi, Menumbuhkan Kepedulian, Menghadirkan Manfaat

Menutup sambutannya, Acep mengajak seluruh jajaran Karang Taruna Kabupaten Bekasi menjadikan Raker II sebagai momentum memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas pengabdian, dan membangun organisasi yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, tetapi dari kontribusi nyata dalam menjawab persoalan sosial, membuka peluang bagi generasi muda, serta melahirkan kader yang berintegritas dan berdaya saing.

Pelaksanaan santunan anak yatim piatu menjadi salah satu pengingat bahwa penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan nilai kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan.

Sementara itu, apresiasi kepada H. Jaya Marjaya atas fasilitasi tempat kegiatan mencerminkan pentingnya kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan unsur legislatif dalam mendukung aktivitas positif generasi muda.

Melalui konsolidasi yang kuat, kaderisasi berkelanjutan, pembaruan tata kelola, serta program sosial yang menyentuh masyarakat, Karang Taruna Kabupaten Bekasi diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi yang mampu menggerakkan potensi pemuda sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

Raker II pun diharapkan tidak sekadar menghasilkan dokumen program kerja, tetapi melahirkan komitmen bersama untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan mengabdi demi terwujudnya generasi muda yang mandiri, berdaya, berjiwa sosial, dan bermanfaat bagi masa depan Kabupaten Bekasi.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

Pemasangan PJU di RW 10 Dunguscariang Disorot, RAB Dipertanyakan, Lokasi dan Koordinasi Dinilai Janggal

https://www.tiktok.com/@swara_jabar?_r=1&_t=ZS-99lrpYWVd5x
× Advertisement
× Advertisement