Ketum AOB H. Zaenal Abidin Serukan Kepedulian Nyata untuk Warga Terdampak Banjir dan Normalisasi Kali Bangli

3 min read

Bekasi – Swarajabar.id— Ketua Umum Aliansi Ormas Bekasi (AOB), H. Zaenal Abidin, menyerukan agar seluruh pihak memberikan perhatian lebih dan langkah nyata terhadap warga Kabupaten Bekasi yang menjadi korban banjir serta terdampak kegiatan normalisasi Kali Bangli.

Seruan tersebut disampaikan H. Zaenal bersamaan dengan pelaksanaan aksi bakti sosial AOB di beberapa titik terdampak banjir. Dalam kegiatan itu, AOB menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi yang mereka alami.

> “Apa yang terjadi di Kabupaten Bekasi ini bukan sekadar persoalan cuaca atau alam. Ini keadaan yang menimpa masyarakat secara tiba-tiba dan menuntut perhatian lebih serius. Mereka adalah korban dari situasi yang berada di luar kendali mereka,” ungkap H. Zaenal Abidin dalam pesan tertulisnya kepada PortalKabar, Minggu (9/11/2025).

Menurut H. Zaenal, banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan ekonomi warga. Banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian, dan sebagian lainnya mengalami kerusakan rumah maupun fasilitas usaha.

Situasi tersebut, lanjutnya, menjadi dorongan moral bagi AOB untuk turun langsung membantu. Melalui berbagai program bakti sosial, AOB berupaya meringankan beban masyarakat sambil memperkuat solidaritas sosial di tengah musibah.

> “Empati saja tidak cukup. Harus ada tindakan nyata. Karena yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya perhatian sesaat, tapi solusi yang benar-benar menyentuh kebutuhan mereka,” tutur H. Zaenal dengan nada tegas namun penuh empati.

Selain persoalan banjir, H. Zaenal juga menyoroti program normalisasi Kali Bangli yang saat ini tengah dijalankan oleh pemerintah daerah. Ia menilai program tersebut penting dalam konteks perbaikan tata kelola lingkungan dan pencegahan bencana jangka panjang.

Namun demikian, H. Zaenal mengingatkan bahwa pelaksanaan normalisasi harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan sosial warga terdampak. Ia menekankan bahwa pembangunan yang baik adalah pembangunan yang tidak meninggalkan rakyatnya.

> “Normalisasi itu memang program yang harus dilakukan. Tapi dalam pelaksanaannya, jangan sampai masyarakat merasa dikorbankan. Kita semua tentu ingin Bekasi menjadi daerah yang lebih tertata, namun tetap ramah bagi warganya,” jelasnya bijak.

H. Zaenal juga menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk memberikan masukan bahkan kritik terhadap kebijakan pemerintah, selama itu dilakukan secara konstruktif demi kemajuan daerah.

> “Kita tetap boleh dan harus kritis terhadap kebijakan Bupati, jika pelaksanaannya tidak memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Tujuan kritik bukan menjatuhkan, tapi memastikan Kabupaten Bekasi benar-benar menjadi daerah yang berdaya, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” tegasnya.

Bagi H. Zaenal Abidin, kepemimpinan sejati tidak diukur dari jabatan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyatnya. Melalui AOB, ia terus meneguhkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, menjadi jembatan antara suara warga dan kebijakan pemerintah.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours