Ravhi Alfanira Fiqri Firdaus,.S.H,.; Sosok Bijak Nyalakan Harapan Baru Bantuan Hukum Untuk Rakyat.

3 min read

Telukjambe Timur, 21 Agustus 2025 –
Sosok Ravhi Alfanira Fiqri Firdaus, S.H. dikenal sebagai pribadi yang bijak, tenang, dan terpercaya. Integritasnya dalam menegakkan prinsip hukum membuat namanya dihormati, terutama di kalangan aktivis muda dan para pegiat bantuan hukum. Kehadirannya bukan hanya sebagai seorang advokat, tetapi juga sebagai figur yang mampu memadukan ketegasan pemimpin dengan ketulusan hati seorang pelayan masyarakat.

Pagi itu, Kamis (21/8/2025), saat langit Telukjambe Timur diselimuti mendung tipis, suasana di Rumah Makan Agro Kartika justru terasa hangat dan penuh harapan. Kursi-kursi yang ditata rapi mulai dipenuhi tamu undangan. Di sudut ruangan, para pengurus yayasan tampak berbisik, sementara staf muda dengan gesit menyiapkan berkas. Semua hadirin menantikan satu momen penting: pengumuman Direktur baru Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Pangkal Perjuangan Indonesia.

Saat moderator Bayu Ginting membacakan Surat Keputusan Nomor 001/8/2025, ruangan seketika hening. Nama Ravhi Alfanira Fiqri Firdaus, S.H. disebut lantang sebagai Direktur YLBH Pangkal Perjuangan periode 2025–2028. Tepuk tangan bergemuruh, diiringi senyum lega para anggota yayasan. Penetapan Ravhi dilakukan secara aklamasi—sebuah tanda kuat bahwa kepemimpinan Ravhi diyakini mampu membawa YLBH ke arah yang lebih bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pidato yang Menggugah

Dengan setelan kemeja putih dan dasi merah, Ravhi berdiri di podium. Ketegasan wajahnya berpadu dengan kerendahan hati dalam sorot matanya. Ia membuka pidato dengan rasa syukur, lalu menyampaikan komitmen yang langsung menyentuh hadirin.

“Dengan dilantiknya saya sebagai direktur, ini menjadi interpretasi bahwa hukum akan selalu menjadi garda terdepan untuk masyarakat secara luas,” ucapnya penuh keyakinan.

Pidato itu menjadi penegasan bahwa amanah direktur bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab moral yang harus dipikul bersama. Ravhi mengajak seluruh jajaran yayasan untuk memperluas jaringan, menjaga integritas, dan menghadirkan keadilan dalam bentuk nyata, bukan hanya dalam wacana.

Lebih dari Sekadar Pelantikan

Musyawarah besar ini tidak hanya melahirkan direktur baru. Forum juga mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta melantik jajaran pengurus yayasan. Yang membuat acara berbeda adalah hadirnya diskusi publik dengan tema berani:

“Hubungan Mesra Aparat Penegak Hukum, Pemerintah, Korporasi, dan NGO: Dampak Positif dan Negatif terhadap Indonesia Emas 2045.”

Diskusi ini dipandu Daniel Rafael Manurung dengan cerdas. Candaannya sesekali mencairkan suasana, namun arah pembicaraan tetap tajam. Dua akademisi dihadirkan, masing-masing dari Fakultas Hukum Universitas Buana Perjuangan Karawang dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Singaperbangsa Karawang.

Isu ketenagakerjaan muncul sebagai sorotan utama. Para peserta menyuarakan keresahan tentang pungutan liar yang membebani pencari kerja dan tingginya angka pengangguran di Karawang. Diskusi itu tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga menyentuh cerita-cerita nyata dari lapangan—membuat forum terasa hidup, membumi, sekaligus sarat edukasi.

Menyalakan Harapan Baru

Pelantikan ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia adalah momentum peneguhan tekad bahwa hukum harus hadir sebagai benteng perlindungan bagi rakyat. Dengan sosok Ravhi di pucuk kepemimpinan, YLBH Pangkal Perjuangan diharapkan semakin kuat dalam mengawal keadilan, membela hak-hak masyarakat kecil, serta ikut menyiapkan fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Perjuangan ini tidak bisa dilakukan sendirian. Mari kita bersama-sama menjaga integritas, memperjuangkan keadilan, dan memastikan hukum berdiri tegak untuk semua,” pungkas Ravhi, yang disambut tepuk tangan penuh optimisme.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author