Soroti Penanganan Banjir dan Penguatan Ekonomi Keluarga, H. Ropi Harapkan Sinergi Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten Berdampak Nyata bagi Masyarakat
CIKARANG TIMUR** — Camat Cikarang Timur, H. Ropi, S.T., menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi keluarga prasejahtera agar mampu meningkatkan taraf hidup dan bertransformasi menjadi keluarga yang mandiri serta sejahtera. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)/Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama mitra kerja, Puteri Komarudin, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.
Dalam sambutannya, H. Ropi menyampaikan bahwa pembangunan masyarakat tidak cukup hanya berorientasi pada pendataan dan penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, dibutuhkan pendampingan yang terarah dan berkesinambungan, mencakup aspek ekonomi, sosial, keagamaan, hingga penguatan mental keluarga.
Ia berharap, berbagai program pemerintah dapat menjadi instrumen nyata untuk mengangkat kehidupan masyarakat dari kondisi prasejahtera menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.
“Di bidang ekonomi, sosial, maupun keagamaan, saya ingin masyarakat saya bisa terbebas dari kondisi prasejahtera dan menjadi masyarakat yang sejahtera. Karena itu, kami berharap ada perhatian yang berkelanjutan, bukan hanya bantuan sesaat,” ungkap H. Ropi.
Ia secara khusus menyoroti pentingnya evaluasi terhadap pola pendampingan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Menurutnya, pendamping sosial tidak semestinya hanya berfokus pada proses pendataan dan penentuan kelayakan penerima bantuan, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong peningkatan kapasitas keluarga agar mampu keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial.
“Saya merasa ada hal yang perlu diperkuat dalam program pemerintah, yaitu pendampingannya. Teman-teman pendamping sosial yang menangani PKH jangan hanya difungsikan ketika melakukan pendataan kelayakan penerima bantuan. Lebih dari itu, bagaimana keluarga penerima manfaat bisa naik kelas menjadi keluarga sejahtera. Ini membutuhkan pendampingan dan kolaborasi dengan berbagai perangkat teknis terkait,” tegasnya.
Menurut H. Ropi, keberhasilan program perlindungan sosial semestinya tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan, tetapi juga dari perubahan kondisi kehidupan masyarakat setelah mendapatkan intervensi pemerintah.
Ia berharap, melalui pendampingan sosial dan ekonomi yang tepat, masyarakat dapat memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri, sehingga tidak lagi menghadapi kesulitan untuk sekadar memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
### Soroti Banjir Tahunan dan Kerentanan Ekonomi Masyarakat
Selain persoalan kesejahteraan keluarga, H. Ropi juga mengangkat persoalan banjir yang masih menjadi tantangan tahunan bagi sebagian wilayah Kecamatan Cikarang Timur.
Ia menjelaskan bahwa karakteristik wilayah Cikarang Timur cukup beragam. Sebagian kawasan memiliki karakteristik permukiman yang lebih padat, sementara wilayah lainnya masih didominasi lingkungan perkampungan. Kondisi tersebut turut memengaruhi tingkat kerentanan masyarakat terhadap persoalan sosial dan bencana lingkungan.
Dalam sambutannya, ia memperkirakan sekitar 35 persen penduduk berada di kawasan dengan karakteristik perkotaan, terutama di sebagian wilayah Jatireja, Jatibaru, dan Jayasakti. Sementara itu, wilayah lainnya masih memiliki karakteristik perkampungan.
Di tengah kondisi tersebut, banjir yang berulang setiap tahun dinilai menjadi beban tambahan bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Mohon dicarikan solusi terbaik agar banjir tidak menjadi langganan setiap tahun. Masyarakat yang sudah kesulitan secara ekonomi tentu semakin terbebani ketika setiap musim banjir harus kembali mengganti kasur, televisi, sofa, dan perlengkapan rumah tangga lainnya,” ujarnya.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, H. Ropi mengingatkan bahwa banjir tidak boleh dianggap sebagai peristiwa rutin yang diterima begitu saja setiap tahun.
“Saya berharap banjir tidak menjadi sesuatu yang dianggap biasa, seperti rutinitas tahunan. Kita harus mencari akar persoalannya dan menyelesaikan penyebabnya. Penanganannya perlu dilakukan secara serius melalui langkah-langkah yang tepat, seperti normalisasi kali, optimalisasi fungsi waduk atau kolam retensi, serta upaya teknis lainnya sesuai hasil kajian,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan banjir membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan, mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat, agar solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu mengurangi risiko banjir secara berkelanjutan.
### Sinergi Program Pusat dan Daerah Harus Memberikan Dampak Nyata
Lebih lanjut, H. Ropi berharap momentum sosialisasi bersama Puteri Komarudin dan jajaran terkait dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, program pembangunan kependudukan dan keluarga berencana harus berjalan seiring dengan upaya memperkuat ketahanan keluarga, baik dari sisi perencanaan keluarga maupun kemampuan ekonomi rumah tangga.
Ia menilai, keluarga yang berkualitas bukan hanya keluarga yang mampu merencanakan kelahiran anak secara bertanggung jawab, tetapi juga keluarga yang mempunyai kesiapan ekonomi, ketahanan sosial, serta kemampuan memenuhi kebutuhan hidup secara layak.
“Kita berharap program pemerintah pusat yang bersinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten benar-benar memberikan dampak maksimal. Bagaimana keluarga prasejahtera dapat menjadi keluarga sejahtera, tentu membutuhkan pendampingan mental, sosial, dan ekonomi, serta dukungan dari berbagai pihak terkait,” katanya.
H. Ropi juga berharap agar penguatan ketahanan ekonomi keluarga menjadi salah satu perhatian penting dalam pelaksanaan program pembangunan masyarakat di Kecamatan Cikarang Timur.
Baginya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari banyaknya program yang dilaksanakan, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menciptakan kemandirian keluarga.
### Momentum Memperkuat Ketahanan Keluarga
Menutup sambutannya, H. Ropi menyampaikan harapan agar kehadiran Puteri Komarudin beserta seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi dapat menjadi stimulus bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kembali fondasi kehidupan keluarga.
Ia menegaskan bahwa pembangunan keluarga harus dilaksanakan secara menyeluruh, dengan memperhatikan keseimbangan antara perencanaan kependudukan, kesehatan keluarga, pendidikan, ketahanan ekonomi, dan kepedulian sosial.
“Saya berharap momentum kehadiran Bapak dan Ibu di tengah-tengah masyarakat ini menjadi stimulus bagi kita semua untuk menata kembali kehidupan berkeluarga. Kita ingin masyarakat Cikarang Timur bukan hanya mampu merencanakan kelahiran, tetapi juga mampu merencanakan masa depan dan membangun ketahanan ekonomi keluarganya,” pungkasnya.
Sambutan tersebut menegaskan bahwa agenda pembangunan keluarga perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas. Bukan sekadar mengatur perencanaan keluarga, melainkan juga membangun keluarga yang tangguh, mandiri, produktif, dan sejahtera.
Melalui kolaborasi pemerintah, wakil rakyat, pendamping sosial, serta masyarakat, diharapkan berbagai program pembangunan dapat menjawab persoalan mendasar yang dihadapi warga, mulai dari kemiskinan, keterbatasan ekonomi, hingga kerentanan akibat bencana banjir.
Pada akhirnya, kesejahteraan keluarga bukan hanya menjadi tujuan sebuah program, tetapi juga ukuran keberhasilan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.




Komentar