Maulid Nabi Muhammad SAW, Kang Edo Ajak Masyarakat Hidupkan Akhlakul Karimah dan Jaga Generasi dari Bahaya Obat Terlarang

4 min read

BEKASI — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah/2026, hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melakukan muhasabah dan menghidupkan kembali nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Kang Edo, Ketua Umum FORTAL (Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang) Nusantara, dalam ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Indonesia.

“Selamat memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Semoga momentum ini semakin menumbuhkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta mendorong kita untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan,” ujar Kang Edo.

Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan teladan sempurna dalam membangun kehidupan yang berlandaskan kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Kang Edo menilai, salah satu tantangan besar yang harus mendapatkan perhatian bersama adalah perlindungan terhadap generasi muda. Anak-anak dan remaja merupakan aset masa depan bangsa yang membutuhkan lingkungan keluarga, pendidikan, serta pergaulan yang sehat dan positif.

Dalam konteks tersebut, semangat Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter dan moral. Kecintaan kepada Rasulullah SAW hendaknya tidak berhenti pada ucapan maupun kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui perilaku nyata, termasuk kepedulian terhadap masa depan generasi penerus.

“Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk saling menjaga, menyayangi, dan memberikan manfaat bagi sesama. Nilai tersebut harus kita hidupkan dalam kehidupan masyarakat, termasuk bersama-sama menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” tuturnya.

Sebagai Ketua Umum FORTAL Nusantara, Kang Edo menegaskan bahwa upaya mencegah penyalahgunaan obat terlarang bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pemuda, lingkungan tempat tinggal, serta seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pendekatan pencegahan harus dilakukan secara edukatif dan persuasif. Generasi muda perlu diberikan ruang untuk berkembang melalui kegiatan positif, pendidikan agama, olahraga, kreativitas, keterampilan, dan aktivitas sosial yang dapat membangun kepercayaan diri serta masa depan mereka.

Nuansa Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk memperkuat tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, khususnya semangat yang selama ini hidup dalam tradisi Nahdlatul Ulama berupa kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperbanyak shalawat, menghormati ulama, menjaga silaturahmi, serta mengedepankan sikap tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal dalam kehidupan bermasyarakat.

Kang Edo mengajak masyarakat untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Perbedaan latar belakang maupun pandangan, menurutnya, tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.

“Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai momentum menata hati, memperbaiki akhlak, mempererat silaturahmi, memperbanyak shalawat, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan generasi muda. Jangan sampai ada anak-anak kita yang kehilangan masa depan karena salah pergaulan atau penyalahgunaan obat terlarang,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa membangun masyarakat yang aman dan bermartabat membutuhkan keteladanan. Orang tua harus menjadi contoh bagi anak-anak, para pendidik memberikan bimbingan, tokoh agama terus memberikan pencerahan, dan masyarakat menciptakan lingkungan yang saling menjaga.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan universal Rasulullah SAW tentang pentingnya menjadi manusia yang memberikan manfaat. Karena itu, peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi titik awal untuk memperbanyak amal kebaikan dan menghadirkan kemaslahatan bagi lingkungan sekitar.

Kang Edo berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Ia juga mendoakan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, kesehatan, keselamatan, serta dijauhkan dari berbagai bentuk kerusakan moral dan sosial.

«“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita, memberikan kekuatan untuk menjaga keluarga dan generasi penerus, serta menjadikan kita umat yang mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan syafaat beliau,” pungkas Kang Edo.»

Peringatan Maulid Nabi pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang sebuah peristiwa sejarah, tetapi tentang bagaimana menghadirkan kembali cahaya keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan nyata.

Sebab, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW akan semakin bermakna ketika tercermin dalam akhlak, kepedulian, persaudaraan, kejujuran, dan kesediaan untuk menjaga serta memberikan manfaat kepada sesama.

Selamat memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
12 Rabiul Awal 1448 Hijriah/2026.

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.

Semoga Maulid Nabi menjadi momentum menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW, memperindah akhlak, mempererat ukhuwah, dan menguatkan ikhtiar bersama dalam menjaga generasi penerus bangsa.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours