Peringatan Hardiknas, H. Acep Azhari: Perubahan Sosial yang Cepat Menuntut Dunia Pendidikan Menyesuaikan dengan Zaman

2 min read

DEPOK, SWARAJABAR.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas arah dan kualitas pendidikan Indonesia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pendidikan nasional memiliki prospek besar untuk melahirkan generasi adaptif, kreatif, dan berdaya saing global. Transformasi digital, kurikulum yang lebih fleksibel, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya literasi dan karakter menjadi modal kuat untuk melompat lebih jauh.

Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Ketimpangan akses pendidikan, kualitas tenaga pendidik yang belum merata, serta kesenjangan infrastruktur antara daerah masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Selain itu, perubahan sosial yang cepat menuntut dunia pendidikan untuk tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan daya tahan mental peserta didik.

Di tingkat daerah, termasuk Kota Depok, tanggung jawab ini harus diterjemahkan dalam kebijakan yang konkret dan berkelanjutan. Pemerintah daerah perlu memastikan pemerataan fasilitas pendidikan, peningkatan kualitas guru melalui pelatihan berkelanjutan, serta mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan dunia usaha.

“Sekolah sebagai garda terdepan harus mampu menjadi ruang belajar yang inklusif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa serta penguatan pendidikan karakter menjadi kunci dalam membentuk generasi yang utuh,” ujar Tokoh Pendidikan Depok, H. Acep Azhari yang kerap disapa Jiacep, Sabtu (02/05/2026).

Jiacep mengatakan, sementara itu, orang tua memiliki peran yang tidak kalah penting sebagai pendidik pertama dan utama. Keterlibatan aktif dalam proses belajar anak, serta kemampuan membangun lingkungan yang positif di rumah, akan sangat menentukan keberhasilan pendidikan.

“Hardiknas mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua, kita optimistis masa depan pendidikan Indonesia, khususnya di Depok, akan semakin maju dan berkeadilan,” pungkasnya. (**/Bro)

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours