Jabodetabek Opini & Suara Pembaca Pendidikan Umum
Beranda / Umum / Bergerak Bersama, Guru Berliterasi untuk Pendidikan Bermutu

Bergerak Bersama, Guru Berliterasi untuk Pendidikan Bermutu

 

Bogor, Swarajabar.id – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang mengusung tema “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”, dunia pendidikan kembali diingatkan akan pentingnya peran guru sebagai penggerak utama perubahan. Semangat ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menekankan bahwa pendidikan harus mampu menuntun segala potensi peserta didik agar berkembang secara optimal.

 

Sejalan dengan semangat ini, seorang guru di SDN Cemplang 01 Cibungbulang Bogor, Dede S turut mengambil peran dalam menyemarakkan Hardiknas tahun ini dengan mengajak seluruh guru untuk lebih meningkatkan budaya literasi. Ia menyampaikan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, guru tidak boleh berhenti belajar. Salah satu cara paling sederhana namun berdampak besar adalah dengan membiasakan diri membaca buku.

 

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis

“Rendahnya minat literasi saat ini menjadi tantangan nyata dalam dunia pendidikan. Ketika literasi kurang diperhatikan, proses pembelajaran cenderung berjalan monoton, kurang inovatif, dan tidak mampu membangkitkan semangat belajar peserta didik. Padahal, dalam semangat Merdeka Belajar, guru dituntut untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna,” jelasnya.

 

Lanjutnya melalui momentum Hardiknas 2026, Ia mengajak seluruh guru untuk bergerak bersama membangun budaya membaca. Literasi bukan hanya sekadar kegiatan membaca teks, tetapi juga proses memahami, menganalisis, dan mengembangkan ide-ide baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Guru yang memiliki wawasan luas akan lebih mudah menciptakan inovasi dan menghadirkan suasana kelas yang hidup.

 

Dede pun menjelaskan, semangat “Bergerak Bersama” juga mengandung makna kolaborasi. Guru, siswa, dan seluruh elemen pendidikan harus saling mendukung dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan literasi yang kuat, guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga menjadi inspirator dan motivator bagi peserta didiknya.

LSF Goes to School Sosialisasikan Budaya Sensor Mandiri kepada 400 Siswa‑Guru SMP Rahmaniyah Bogor

 

Menurutnya, Hardiknas 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata. Sudah saatnya kita meninggalkan kebiasaan lama yang membuat pembelajaran terasa datar dan monoton. Mari kita hidupkan kembali semangat membaca sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

 

“Karena pada akhirnya, guru yang gemar membaca akan melahirkan pembelajaran yang berkualitas, dan dari pembelajaran yang berkualitas akan lahir generasi bangsa yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya. (Red)

 

Darsum: Menghormati Pengabdian Dokter, Menguatkan Kepedulian Sosial, Membangun Bangsa yang Sehat

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

Pemasangan PJU di RW 10 Dunguscariang Disorot, RAB Dipertanyakan, Lokasi dan Koordinasi Dinilai Janggal

× Advertisement
× Advertisement