Advertorial Berita Daerah Budaya & Sejarah Nasional Politik dan Hukum Redaksi Seputar Jabar Tokoh Kita Wisata & Hiburan
Beranda / Wisata & Hiburan / Ustadz Imron ; H. Oma Miharja Rizki, S.H., M.H., Sosok Pemimpin Bijaksana dan Dermawan yang Layak Jadi Teladan

Ustadz Imron ; H. Oma Miharja Rizki, S.H., M.H., Sosok Pemimpin Bijaksana dan Dermawan yang Layak Jadi Teladan

Karawang – Swarajabar.id
Di tengah tantangan zaman dan kompleksitas sosial masyarakat, sosok H. Oma Miharja Rizki, S.H., M.H., hadir sebagai pemimpin yang mampu menjadi panutan sekaligus pelindung bagi masyarakat kecil. Sebagai wakil rakyat yang amanah, beliau dikenal luas karena sikap adil, kebijaksanaannya dalam memimpin, serta kedermawanannya terhadap kaum dhuafa, anak yatim piatu, dan para lansia.

Dalam momen penuh keberkahan di bulan Muharram, H. Oma Miharja Rizki bersama sang istri, Hj. Lina Herlina — yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sukaluyu — menyelenggarakan kegiatan santunan sosial yang menyentuh hati banyak orang. Kegiatan tersebut dilangsungkan dalam suasana khidmat dan hangat, dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Sebanyak 131 anak yatim mendapatkan bantuan berupa paket sembako, snack, dan uang tunai, disalurkan langsung oleh pasangan dermawan tersebut. Selain itu, puluhan orang jompo juga menerima santunan yang serupa, sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kelompok rentan yang membutuhkan uluran tangan.

Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik

Al Mukarom Ustadz Imron dari Desa Sukaluyu dalam tausiyahnya menyampaikan, bahwa apa yang dilakukan oleh H. Oma Miharja Rizki dan Hj. Lina Herlina adalah teladan nyata dari pemimpin yang tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat, menyentuh kehidupan mereka yang paling membutuhkan.

“Beliau bukan sekadar pemimpin administratif, tetapi hadir sebagai orang tua bagi anak-anak yatim dan kaum jompo. Sosok penuh kasih, lembut dalam tindakan namun tegas dalam kebenaran. Ini yang harus dicontoh oleh para pemimpin lainnya,” tutur Ustadz Imron.

Ustadz Imron juga mengingatkan pentingnya keutamaan bulan Muharram — salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT, bersama Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Bulan ini menjadi momentum refleksi spiritual, serta dorongan untuk memperbanyak amal saleh dan sedekah.

“Bulan ini adalah bulan di mana Nabi Adam A.S. diampuni seluruh dosanya. Juga bulan di mana Nabi Yunus A.S. keluar dari tiga kegelapan dan mendapat ampunan Allah Ta’ala. Maka salah satu amalan utama di bulan Muharram adalah menyantuni anak yatim. Sebab Rasulullah SAW bersabda, beliau akan berada di surga bersama anak yatim,” jelasnya.

Di Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari, Kapolda Banten Berharap Bhayangkari Menjadi Mitra Strategis Polri

Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan bukanlah bentuk riya atau pencitraan, melainkan syiar kebaikan yang harus terus disuarakan. “Jika kita terus menyembunyikan kebaikan dan hanya mempertontonkan kemungkaran, maka akan datang masa di mana kebaikan tergerus oleh kezaliman,” tegasnya.

Doa-doa pun mengalir untuk keberkahan H. Oma Miharja Rizki dan keluarga agar terus diberi kekuatan, keistiqomahan, dan limpahan rahmat Allah dalam setiap langkah pengabdiannya.

“Semoga seluruh amal kebaikan beliau dicatat sebagai pahala jariyah, seluruh hajatnya dikabulkan, dan senantiasa dalam lindungan serta keberkahan Allah Ta’ala. Aamiin,” tutup Ustadz Imron.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

Pemasangan PJU di RW 10 Dunguscariang Disorot, RAB Dipertanyakan, Lokasi dan Koordinasi Dinilai Janggal

× Advertisement
× Advertisement