BEKASI — Respons cepat terhadap persoalan masyarakat kembali ditunjukkan Darissalam, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari, di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Dalam kesempatan tersebut, Darissalam menanggapi langsung aspirasi warga RW 09 yang menyampaikan persoalan lingkungan, khususnya mengenai banjir yang disebut telah berulang terjadi di wilayah tersebut.
Darissalam menegaskan bahwa setelah dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi, dirinya memandang seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari tanggung jawab representasinya, termasuk warga yang berada di luar daerah pemilihan (Dapil) tempat dirinya memperoleh suara.
“Walaupun saya dapilnya Dapil 4, tetapi setelah dilantik, Bapak-Ibu semuanya adalah warga yang saya wakili,” ujar Darissalam.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa persoalan masyarakat, menurut Darissalam, tidak semestinya dibatasi oleh sekat daerah pemilihan ketika menyangkut kepentingan publik dan kebutuhan warga.
Banjir Jadi Perhatian, Dorong Koordinasi dengan Pemdes dan Kecamatan
Menanggapi keluhan warga mengenai banjir yang terus berulang, Darissalam meminta persoalan tersebut segera dikoordinasikan dengan Kepala Desa Wanajaya dan pihak Kecamatan Cibitung.
Ia menyebut, persoalan banjir yang terus muncul membutuhkan penanganan yang tidak berhenti pada respons sesaat, melainkan harus ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas pihak.
“Silakan disampaikan kepada Pak Camat. Apalagi sekarang kepala desanya baru, tentu ada semangat baru. Saya minta segera dikoordinasikan dengan kepala desa dan Pak Camat,” katanya.
Darissalam juga menyatakan kesiapannya untuk ikut mendorong penyelesaian persoalan tersebut melalui jalur yang menjadi kewenangannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi.
“Insyaallah nanti akan saya bantu dan saya kawal,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan banjir merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kenyamanan, keamanan, lingkungan, serta aktivitas warga.
Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
Selain persoalan banjir, Darissalam juga merespons isu ketahanan pangan yang menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan masyarakat.
Ia mendorong agar potensi lingkungan dan sumber daya masyarakat dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Beberapa bentuk pemberdayaan yang dapat dikembangkan antara lain budidaya ikan lele, ikan nila, tanaman sayuran, maupun berbagai kegiatan pertanian dan peternakan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam menghasilkan dan mengelola sumber pangan sekaligus menciptakan nilai ekonomi.
Darissalam membuka ruang bagi warga yang memiliki gagasan maupun potensi usaha berbasis pertanian, peternakan, perikanan, maupun UMKM untuk berkomunikasi dan berkoordinasi.
“Silakan nanti dapat nomor saya. Kalau ada budidaya, pertanian, peternakan atau kegiatan pemberdayaan masyarakat, Insyaallah akan saya support,” ujarnya.
Ia menambahkan, bidang yang berkaitan dengan UMKM, pertanian, peternakan, olahraga dan pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari ruang yang menjadi perhatiannya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Empat Pilar sebagai Ruang Menyerap Aspirasi
Menariknya, persoalan warga tersebut disampaikan dalam momentum Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang menghadirkan Putih Sari, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra.
Bagi Darissalam, kegiatan seperti itu tidak semata menjadi forum penyampaian nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga dapat menjadi ruang perjumpaan langsung antara masyarakat dan wakil rakyat.
Aspirasi yang disampaikan warga, mulai dari persoalan banjir hingga kebutuhan pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan, menjadi bagian penting dari komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah dan lembaga legislatif.
Darissalam pun menegaskan komitmennya untuk tetap membuka komunikasi dengan masyarakat.
Ia berharap persoalan yang disampaikan warga tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah koordinasi dan program yang memberikan manfaat nyata.
“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan kita komunikasikan dan kita perjuangkan sesuai kewenangan,” pungkasnya.
Melalui respons tersebut, kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Wanajaya tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman kebangsaan, tetapi juga berkembang menjadi forum dialog langsung mengenai persoalan konkret yang dihadapi masyarakat di tingkat lingkungan.


Komentar