Opini & Suara Pembaca Syi'ar Tokoh Kita
Beranda / Tokoh Kita / Orang kaya belum tentu dimuliakan, tapi orang dimuliakan sudah tentu aman hidupnya dunia akherat”

Orang kaya belum tentu dimuliakan, tapi orang dimuliakan sudah tentu aman hidupnya dunia akherat”

Makna dan Penjelasan Kalimat Bijak

Oleh : R. Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo SH

Kalimat yang berbunyi “Orang kaya belum tentu dimuliakan, tapi orang dimuliakan sudah tentu aman hidupnya dunia akherat” mengandung makna yang sangat dalam dan menjadi cerminan nilai kehidupan yang sesungguhnya. Secara sederhana, ungkapan ini mengajarkan kita untuk tidak terjebak pada ukuran kesuksesan yang hanya didasarkan pada harta kekayaan semata.

Menjadi orang kaya adalah sebuah keadaan memiliki banyak aset, uang, atau harta benda. Namun, kekayaan itu tidak otomatis membuat seseorang dihormati, disayangi, atau dimuliakan oleh sesama manusia maupun oleh Sang Pencipta. Ada banyak orang yang bergelimang harta, namun hidupnya penuh ketakutan, tidak dipercaya orang lain, atau bahkan dijauhi karena cara ia memperoleh atau menggunakan hartanya yang tidak benar. Kekayaan bisa datang karena keberuntungan, peluang, atau kerja keras, tetapi kemuliaan adalah sesuatu yang didapatkan dari kualitas diri, akhlak yang baik, kebijaksanaan, dan kebermanfaatan yang ia berikan kepada orang banyak.

Sebaliknya, jika seseorang telah mencapai derajat kemuliaan — baik dimuliakan oleh manusia karena kebaikan hatinya, maupun dimuliakan oleh Allah karena ketaatannya — maka keamanan hidupnya telah terjamin, baik saat berada di dunia maupun kelak di akhirat. Di dunia, orang yang dimuliakan akan hidup tenang, damai, dikelilingi kepercayaan, dan selalu mendapatkan pertolongan serta kemudahan. Di akhirat, kemuliaan itu berubah menjadi kebahagiaan abadi dan keselamatan dari azab, karena kemuliaan sejati adalah balasan dari kebaikan dan ketakwaan.

Pertanggungjawaban Belanja Negara

Makna kedua yang tertulis, “Keberkahan dari Allah, tidak ada menghalangi, ketika kita diangkat derajat”, menegaskan bahwa segala sesuatu yang bersumber dari izin dan karunia Tuhan memiliki kekuatan yang tidak terbatas dan tidak bisa dihalangi oleh siapapun atau apapun. Keberkahan adalah nilai tambah yang menjadikan sedikit hal menjadi cukup, hal yang sulit menjadi mudah, dan hal yang kecil menjadi besar manfaatnya.

Ketika Allah berkehendak mengangkat derajat hamba-Nya — entah itu derajat kehormatan, derajat ilmu pengetahuan, kedudukan, atau kemuliaan di sisi manusia — maka tidak ada satu pun kekuatan di dunia ini yang mampu menahannya, menundukannya, atau memutuskannya. Tidak ada rintangan, tidak ada hambatan, dan tidak ada tipu daya manusia yang mampu menggagalkan takdir kebaikan yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu berjuang di jalan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah, karena apabila derajat kita telah diangkat oleh-Nya, kesuksesan dan kemuliaan akan datang dengan sendirinya tanpa halangan berarti.

Inti dari kedua kalimat bijak ini mengajak kita untuk lebih mengejar kemuliaan diri dan keberkahan hidup daripada sekadar menumpuk harta semata. Karena harta bisa habis, bisa diambil, atau ditinggal mati, namun kemuliaan dan keberkahan yang datang dari Allah adalah bekal yang kekal dan menjamin keselamatan hidup di dua alam.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

04

XTC Purwakarta Tantang Kejari Usut Tuntas Dugaan PLTS Rp18 Miliar dan Tunjangan DPRD Rp72 Juta

05

KPIC Kembali Mengukir Prestasi, Juara Umum II Kejurnas GWIS Open 2026 Jadi Bukti Ketangguhan Pembinaan Atlet Karawang

× Advertisement
× Advertisement