Umum
Beranda / Umum / HUT Pamong Praja 2026, Setiawan Adriel: Ketertiban Harus Berjalan Bersama Kemanusiaan

HUT Pamong Praja 2026, Setiawan Adriel: Ketertiban Harus Berjalan Bersama Kemanusiaan

KARAWANG — Peringatan HUT Pamong Praja 2026 menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan makna pengabdian aparatur dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, sekaligus memastikan perlindungan masyarakat hadir secara nyata, humanis, dan berkeadilan.

Pesan tersebut disampaikan Setiawan Adriel, Ketua Tanggap Bencana DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Karawang. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Pamong Praja yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, tertib, kondusif, dan harmonis.

“Selamat HUT Pamong Praja 2026. Semoga momentum ini semakin menguatkan semangat pengabdian untuk hadir di tengah masyarakat dengan profesionalisme, ketegasan yang bijaksana, serta pelayanan yang dilandasi kepedulian dan kemanusiaan,” ujar Setiawan.

Menurutnya, tema “Memperkuat Sinergi dan Ketangguhan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas) guna Mendukung Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan” memiliki pesan strategis di tengah semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi masyarakat.

H. Apud Syaepudin Dikukuhkan sebagai Ketua FKDM Kabupaten Bekasi, Tegaskan Komitmen Perkuat Kewaspadaan Dini

Setiawan menilai pembangunan berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi. Lebih jauh, pembangunan harus mampu menciptakan ekosistem kehidupan yang memberikan rasa aman, kepastian, perlindungan, serta ruang sosial yang memungkinkan masyarakat tumbuh secara sehat dan bermartabat.

“Ketenteraman dan ketertiban bukan sekadar persoalan penegakan aturan. Di dalamnya ada rasa aman, penghormatan terhadap sesama, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Dalam perspektif kebencanaan, Setiawan menilai perlindungan masyarakat harus dimulai jauh sebelum sebuah bencana terjadi. Kesiapsiagaan, edukasi, mitigasi, pemetaan risiko, komunikasi publik, hingga penguatan kapasitas masyarakat harus menjadi bagian dari upaya membangun ketangguhan bersama.

Menurutnya, masyarakat yang tangguh bukan hanya masyarakat yang mampu merespons keadaan darurat, tetapi juga masyarakat yang memahami potensi risiko di lingkungannya dan mengetahui bagaimana mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi krisis.

Karena itu, ia mendorong agar kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga kebencanaan, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat.

Kang Adin Sampaikan Selamat HUT Pamong Praja 2026, Tegaskan Pentingnya Pengabdian Humanis untuk Masyarakat

“Tidak ada satu pihak yang dapat bekerja sendiri. Ketangguhan lahir dari kebersamaan. Pemerintah hadir dengan kewenangan dan kebijakan, masyarakat hadir dengan kepedulian, sementara berbagai elemen sosial menjadi kekuatan yang saling melengkapi,” tutur Setiawan.

Ia juga menekankan bahwa ketegasan dalam menjalankan aturan harus tetap ditempatkan dalam koridor kemanusiaan. Menurutnya, aparatur memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban, namun pada saat yang sama harus mampu memahami kondisi sosial masyarakat yang dihadapi di lapangan.

“Ketegasan dan kemanusiaan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan. Aturan harus ditegakkan, tetapi martabat manusia juga harus tetap dijunjung tinggi,” tegasnya.

Setiawan berpandangan bahwa profesionalisme aparatur tidak hanya tercermin dari kemampuan menjalankan regulasi, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, mendengarkan masyarakat, memahami persoalan di lapangan, serta mengambil keputusan secara proporsional dan berkeadilan.

Ia berharap HUT Pamong Praja 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat.

Praktisi Hukum Ipung D. Tarsovie Apresiasi Pelantikan H. Apud Syaepudin sebagai Ketua FKDM Kabupaten Bekasi

“Ukuran keberhasilan pelayanan bukan hanya seberapa banyak aturan yang ditegakkan, tetapi seberapa besar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman, perlindungan, kepastian, dan pelayanan yang bermartabat,” ujarnya.

Setiawan juga mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban. Menurutnya, lingkungan yang aman tidak mungkin hanya dibebankan kepada aparatur, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh warga.

Menghormati aturan, menjaga lingkungan, membangun komunikasi yang baik, menghindari potensi konflik, membantu kelompok rentan, serta memiliki kepedulian terhadap kondisi sekitar merupakan bentuk sederhana namun penting dari partisipasi masyarakat dalam menciptakan ketenteraman.

Ia meyakini semangat kolaborasi dan kepedulian tersebut dapat menjadi modal sosial yang kuat untuk membangun masyarakat yang semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam maupun keadaan darurat lainnya.

“Selamat HUT Pamong Praja 2026. Mari terus memperkuat sinergi, menjaga ketenteraman, merawat ketertiban, dan memastikan perlindungan hadir untuk semua. Semoga setiap langkah pengabdian menjadi jembatan yang semakin mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, serta menghadirkan kehidupan yang aman, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” pungkas Setiawan.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement