BEKASI — Wacana mengenai parliamentary threshold atau ambang batas parlemen kembali menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam dinamika politik nasional. Berbagai angka ambang batas menjadi bahan pembahasan dan pertimbangan di kalangan partai politik, termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Namun, bagi PSI Jawa Barat, perubahan atau kemungkinan kenaikan ambang batas parlemen tidak dipandang sebagai alasan untuk mengurangi optimisme politik. Ketua DPW PSI Provinsi Jawa Barat, Bang Ijo Hapidin, justru menegaskan bahwa partainya siap menghadapi setiap dinamika politik dengan kerja keras, kerja nyata, serta konsistensi membangun kedekatan dengan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bang Ijo Hapidin saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) PSI Kabupaten Bekasi, Minggu (27/9/2026).
Menurut Bang Ijo, berapa pun angka parliamentary threshold yang nantinya menjadi ketentuan, PSI Jawa Barat harus tetap memiliki keyakinan bahwa kerja politik yang dilakukan secara serius akan menghasilkan kepercayaan masyarakat.
“5 persen Oke, 6 persen, oke 7 persen, oke 8 persen. Kami optimis,” tegas Bang Ijo.
Pernyataan tersebut menggambarkan sikap PSI Jawa Barat yang ingin menjadikan setiap tantangan politik sebagai dorongan untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas kerja-kerja sosial di tengah masyarakat.
Bang Ijo menekankan, kekuatan partai tidak semata-mata ditentukan oleh angka ambang batas parlemen, melainkan juga oleh kemampuan kader untuk membangun kepercayaan publik melalui kerja yang dapat dirasakan secara langsung.
Karena itu, ia mendorong seluruh jajaran PSI di Jawa Barat agar tidak larut dalam kekhawatiran terhadap perubahan konstelasi politik. Sebaliknya, kader diminta memperkuat mesin organisasi, memperluas komunikasi publik, serta memastikan keberadaan PSI benar-benar hadir di tengah persoalan masyarakat.
“Karena kami optimis. Kami akan kerja keras, kerja nyata dan terus hadir di tengah masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Ijo juga mengungkapkan keyakinannya terhadap kekuatan jaringan politik yang dibangun PSI, termasuk kedekatan politik dengan Presiden Joko Widodo yang ia sebut sebagai bagian dari optimisme perjuangan PSI.
“Telepon kami adalah Pak Jokowi,” ungkapnya, seraya menegaskan keyakinan bahwa kemenangan politik dapat diraih melalui kerja keras dan konsolidasi yang berkelanjutan.
Bagi PSI Jawa Barat, RAKORDA bukan sekadar forum administratif organisasi. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat soliditas kader, menyatukan langkah, mengevaluasi kerja organisasi, serta merumuskan strategi menghadapi dinamika politik ke depan.
Bang Ijo juga mengajak seluruh jajaran PSI Jawa Barat untuk tidak menjadikan isu parliamentary threshold sebagai sumber kecemasan. Menurutnya, kader harus memusatkan energi pada kerja-kerja yang konkret dan terukur di tengah masyarakat.
“Jadi kami tidak khawatir,” tegasnya.
Optimisme tersebut kemudian diarahkan pada satu target besar, yakni memperkuat posisi PSI di Jawa Barat melalui kerja organisasi yang konsisten dan berkelanjutan.
“Teman-teman, PSI tidak khawatir. Presiden juga bersama Bang Ijo, bersama jajaran Jawa Barat, dan kita menangkan PSI di Jawa Barat,” serunya.
Semangat tersebut menjadi pesan utama yang dibawa dalam RAKORDA PSI Kabupaten Bekasi: bahwa politik tidak hanya berbicara mengenai persaingan elektoral, tetapi juga tentang bagaimana sebuah partai mampu membangun kepercayaan, menghadirkan manfaat, dan menjaga hubungan yang erat dengan masyarakat.
Di tengah perubahan regulasi dan dinamika sistem politik yang terus berkembang, konsolidasi organisasi menjadi bagian penting bagi setiap partai politik. Bagi PSI Jawa Barat, optimisme tersebut hendak diterjemahkan melalui kerja nyata, kedekatan dengan masyarakat, dan kesiapan kader menghadapi setiap perubahan politik.
Dengan demikian, wacana parliamentary threshold justru menjadi momentum bagi PSI Jawa Barat untuk menguji sekaligus memperkuat kapasitas organisasinya. Sebab, berapa pun angka ambang batas yang nantinya berlaku, tantangan utamanya tetap sama: membangun kepercayaan publik melalui kerja yang konsisten, terbuka, dan dapat dirasakan masyarakat.
RAKORDA PSI Kabupaten Bekasi pun menjadi salah satu momentum untuk menegaskan kembali pesan tersebut—bahwa optimisme politik harus dibangun bukan sekadar melalui slogan, melainkan melalui kerja keras, kerja nyata, dan keberanian untuk terus hadir bersama masyarakat Jawa Barat.


Komentar