Umum
Beranda / Umum / Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Mbah Goen Soroti Upaya Penyelamatan Kekayaan Negara dan Kepedulian Sosial

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Mbah Goen Soroti Upaya Penyelamatan Kekayaan Negara dan Kepedulian Sosial

JAKARTA — Dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mulai memperlihatkan sejumlah langkah strategis dalam upaya memperkuat pengelolaan kekayaan negara sekaligus memastikan sumber daya alam Indonesia memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Ketua Umum SNIPER, Gunawan, atau yang akrab disapa Mbah Goen, menilai langkah pemerintah dalam melakukan penertiban dan penyelamatan aset serta kawasan hutan merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan negara yang lebih tegas dalam menjaga kepentingan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Mbah Goen pada Rabu (7/10/2026), menyikapi berbagai kebijakan dan capaian pemerintah dalam upaya mengembalikan kekayaan negara ke dalam penguasaan dan pengelolaan yang semestinya.

Menurutnya, hingga tahap kedelapan, pemerintah melaporkan sekitar Rp52 triliun penerimaan negara yang berasal dari rangkaian upaya penyelamatan kekayaan negara. Bersamaan dengan itu, Satgas Penertiban Kawasan Hutan juga dilaporkan telah menguasai kembali lebih dari 6,2 juta hektare kawasan hutan dari berbagai sektor.

“Ini bukan sekadar persoalan angka. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana negara menunjukkan keberpihakannya terhadap kepentingan rakyat dengan memastikan kekayaan alam dan aset negara tidak dibiarkan lepas dari pengawasan serta penguasaan negara,” ujar Mbah Goen.

Minggon Cikarang Selatan Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Pendidikan dan Mitigasi Bencana

Ia menegaskan, penguasaan kembali kawasan hutan dan penyelamatan penerimaan negara harus dipandang sebagai bagian dari proses panjang membangun tata kelola sumber daya alam yang lebih tertib, transparan, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurut Mbah Goen, kekayaan alam yang berhasil diselamatkan tidak boleh berhenti pada pencatatan administratif ataupun menjadi sekadar capaian angka di atas kertas. Hasilnya harus mampu dikonversikan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembangunan, pelayanan publik, penguatan ekonomi rakyat, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan.

“Keberhasilan pemerintah tentu tidak cukup hanya diukur dari berapa besar nilai yang berhasil diselamatkan. Ukuran akhirnya adalah seberapa besar manfaat yang kemudian dirasakan rakyat,” katanya.

Penertiban Kawasan Hutan Dinilai Strategis

Mbah Goen juga memberikan perhatian terhadap langkah pemerintah melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan yang melakukan penataan dan penguasaan kembali jutaan hektare kawasan hutan.

LBH Arya Mandalika Dukung Gibran, Hendra: Jangan Jadikan Demokrasi sebagai Ruang Fitnah dan Penggiringan Opini

Menurutnya, langkah tersebut memiliki arti strategis karena kawasan hutan merupakan salah satu aset penting bangsa yang berkaitan langsung dengan lingkungan hidup, ketahanan pangan, tata ruang, ekonomi masyarakat, hingga keberlanjutan pembangunan nasional.

Ia berharap proses penertiban dilakukan secara konsisten dengan tetap mengedepankan kepastian hukum, transparansi, perlindungan masyarakat yang memiliki hak, serta keberlanjutan lingkungan.

“Penertiban harus berjalan tegas, tetapi juga harus adil. Jangan sampai masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan kehidupannya justru menjadi korban. Negara harus hadir untuk memberikan kepastian sekaligus memastikan kawasan hutan dikelola sesuai ketentuan,” tutur Mbah Goen.

Baginya, keberanian pemerintah melakukan penataan terhadap pengelolaan kekayaan negara merupakan momentum untuk memperbaiki tata kelola sumber daya alam yang selama ini menjadi salah satu persoalan besar dalam pembangunan Indonesia.

Bantuan Becak Listrik dan Dimensi Kepedulian Sosial

MK Nyatakan Gugatan PHPU soal Syarat Pendidikan Gibran Tak Dapat Diterima

Selain agenda penyelamatan kekayaan negara, Mbah Goen juga menyoroti berbagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, termasuk program bantuan becak listrik yang disebut sebagian dananya berasal dari uang pribadi Presiden Prabowo Subianto.

Ia memandang langkah tersebut sebagai bagian lain dari dimensi pembangunan yang tidak hanya berbicara mengenai kebijakan makro, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, perhatian terhadap kelompok masyarakat kecil, termasuk para pekerja sektor informal, merupakan bagian penting dari pembangunan yang berorientasi pada pemerataan.

“Pembangunan tidak hanya berbicara tentang angka pertumbuhan ekonomi, investasi, ataupun penerimaan negara. Ada dimensi kemanusiaan yang juga harus diperhatikan. Ketika masyarakat kecil mendapatkan perhatian dan dukungan, di situlah negara menunjukkan kehadirannya,” ujar Mbah Goen.

Ia menilai berbagai langkah tersebut perlu dilihat secara utuh sebagai bagian dari perjalanan pemerintahan Prabowo dalam membangun fondasi tata kelola negara yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan Harus Dirasakan Rakyat

Mbah Goen mengingatkan bahwa setiap pemerintahan pada akhirnya akan dinilai bukan hanya berdasarkan banyaknya program yang diluncurkan, tetapi berdasarkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong agar setiap rupiah penerimaan negara dari hasil penyelamatan aset dan sumber daya alam dapat dikelola secara bertanggung jawab serta dikembalikan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Kalau kekayaan negara berhasil diselamatkan, maka rakyat harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya. Itulah substansi dari kehadiran negara,” tegasnya.

Mbah Goen juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses tersebut secara konstruktif. Pengawasan publik, menurutnya, diperlukan agar kebijakan pemerintah tetap berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan tujuan awalnya.

Ia berharap momentum dua tahun pemerintahan Prabowo dapat menjadi pijakan untuk memperkuat konsistensi pemerintah dalam memberantas kebocoran, menertibkan pengelolaan sumber daya alam, meningkatkan penerimaan negara, serta memperluas manfaat pembangunan.

“Yang kita harapkan bukan hanya negara semakin kuat, tetapi rakyat juga semakin sejahtera. Kekayaan Indonesia harus kembali menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkas Mbah Goen.

Dengan demikian, berbagai langkah penyelamatan kekayaan negara, penertiban kawasan hutan, hingga perhatian terhadap masyarakat kecil menjadi bagian dari agenda besar yang perlu terus dikawal bersama. Sebab, pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan sekadar tentang seberapa besar kekayaan yang berhasil dihimpun negara, melainkan tentang seberapa jauh kekayaan tersebut mampu menghadirkan kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

XTC Purwakarta Tantang Kejari Usut Tuntas Dugaan PLTS Rp18 Miliar dan Tunjangan DPRD Rp72 Juta

https://www.tiktok.com/@swara_jabar?_r=1&_t=ZS-99lrpYWVd5x
× Advertisement
× Advertisement