Umum
Beranda / Umum / BUMDes Mulyasari Tunjukkan Kinerja Gemilang, Kelola Dana Rp856,75 Juta dan Perkuat Ekonomi Desa

BUMDes Mulyasari Tunjukkan Kinerja Gemilang, Kelola Dana Rp856,75 Juta dan Perkuat Ekonomi Desa

KARAWANG — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, menunjukkan perkembangan yang semakin signifikan dalam menjalankan perannya sebagai salah satu motor penggerak perekonomian desa.

Dengan dana yang saat ini dikelola mencapai sekitar Rp856.754.000, ditambah sejumlah piutang usaha yang masih berjalan, BUMDes Mulyasari memperlihatkan bahwa lembaga ekonomi desa tersebut terus bertumbuh dan mampu mengembangkan berbagai sektor usaha produktif untuk mendukung pembangunan serta kemanfaatan masyarakat.

Capaian tersebut disampaikan Direktur BUMDes Mulyasari, Sukamdi, dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) 2026, Rabu (23/9/2026).

Di hadapan Pemerintah Kecamatan Ciampel, Pemerintah Desa Mulyasari, BPD, Puskesmas, Karang Taruna, MUI, PKK, serta unsur masyarakat lainnya, Sukamdi memaparkan perkembangan pengelolaan BUMDes sekaligus berbagai capaian yang telah diraih.

“Saat ini dana yang dipegang oleh BUMDes sekitar Rp856.754.000. Kami juga mempunyai piutang yang masih berjalan, di antaranya sekitar Rp34,2 juta dan Rp99,875 juta,” ujar Sukamdi.

Camat Ciampel H. Agus Sugiono Teguhkan Sinergi Pembangunan: Musrenbang Desa Mulyasari Harus Melahirkan Program yang Tepat Manfaat

Rp856,75 Juta Menjadi Bukti Pertumbuhan BUMDes

Angka Rp856,754 juta menjadi salah satu indikator penting dalam perjalanan BUMDes Mulyasari.

Nilai tersebut menggambarkan kapasitas dana yang saat ini berada dalam pengelolaan BUMDes untuk menjalankan berbagai aktivitas usaha sekaligus mendukung program-program produktif desa.

Di samping dana tersebut, BUMDes juga memiliki piutang usaha yang masih dalam proses penyelesaian. Jika dua angka piutang yang disampaikan dalam forum tersebut dihitung secara terpisah, nilainya mencapai sekitar Rp134,075 juta.

Dengan demikian, pengelolaan dana dan piutang menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang terus bergerak dan berkembang.

Asep Agustian Desak KPK Usut Dugaan Gratifikasi Alih Fungsi Lahan Hutan Produksi di Karawang

Namun bagi Sukamdi, capaian tersebut bukan sekadar persoalan nominal.

Setiap dana yang dikelola merupakan amanah yang harus diputar melalui kegiatan usaha produktif sehingga mampu memberikan manfaat kembali kepada Desa Mulyasari dan masyarakatnya.

Ketahanan Pangan Rp271 Juta, Kini Memasuki Siklus Kedua

Salah satu capaian yang menonjol adalah keberlanjutan program ketahanan pangan melalui pembesaran ikan nila dengan sistem bioflok.

Pada November 2025, BUMDes Mulyasari menerima dana ketahanan pangan sekitar Rp271 juta.

Terima Ketum PERIKLINDO Jenderal Moeldoko, Bamsoet Tegaskan Hilirisasi Kendaraan Listrik Harus Bermuara pada Industrialisasi Nasional

Dana tersebut kemudian dikembangkan menjadi kegiatan produktif berupa budidaya ikan nila.

Program tersebut kini telah memasuki siklus kedua, menunjukkan bahwa pengelolaan program tidak berhenti pada penggunaan dana awal, tetapi terus diarahkan menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

“Dana sekitar Rp271 juta untuk ketahanan pangan kami terapkan untuk pembesaran ikan nila sistem bioflok. Alhamdulillah, ini terus berjalan dan sekarang sudah memasuki siklus kedua,” jelas Sukamdi.

Dalam perkembangannya, terdapat sekitar dua kolam yang telah memasuki masa panen, sementara ikan lainnya masih berada dalam tahap pertumbuhan dengan ukuran sekitar 13–15 ekor per kilogram.

BUMDes juga masih memiliki dana ketahanan pangan sekitar Rp14.540.750 yang terus dikelola untuk mendukung keberlanjutan program.

Produksi Terhubung dengan Pasar

Kesuksesan program tersebut tidak hanya dilihat dari kemampuan BUMDes membangun kegiatan budidaya.

BUMDes Mulyasari juga mulai membangun rantai pemasaran dengan menggandeng pihak catering yang menyerap hasil produksi ikan nila.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi desa.

Budidaya tidak berhenti di kolam. Hasil panen diarahkan menuju pasar sehingga menciptakan siklus ekonomi mulai dari pengelolaan dana, produksi, panen hingga pemasaran.

Model tersebut menunjukkan upaya BUMDes Mulyasari untuk mengembangkan program ketahanan pangan sekaligus menjadi unit usaha produktif yang memiliki nilai ekonomi.

Unit Perdagangan Terus Dikembangkan

Tidak hanya mengandalkan sektor ketahanan pangan, BUMDes Mulyasari juga terus mengembangkan unit usaha perdagangan.

Unit tersebut telah mendukung sejumlah proyek dan aktivitas pengadaan bersama sejumlah mitra usaha.

Sukamdi menyampaikan bahwa BUMDes memiliki sejumlah transaksi yang masih berjalan, termasuk kerja sama dengan pihak yang disebut dalam pemaparannya.

BUMDes juga mulai mendukung kegiatan proyek bersama Jaya Obayashi dan Harmoni Jaya Sejahtera.

Sebagian kegiatan tersebut masih dalam proses penyelesaian karena pengiriman dan administrasi purchase order (PO) masih berjalan.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari proses ekspansi dan pengembangan aktivitas usaha BUMDes Mulyasari.

Dari Angka Menjadi Manfaat bagi Desa

Bagi BUMDes Mulyasari, pertumbuhan dana dan berkembangnya unit usaha bukanlah tujuan akhir.

Capaian tersebut harus bermuara pada satu hal yang lebih penting: manfaat bagi desa dan masyarakat.

Sukamdi menegaskan bahwa setiap dana yang dikelola harus dapat dipertanggungjawabkan dan setiap program harus memberikan hasil yang jelas.

“Yang kami pertanggungjawabkan bukan hanya penggunaan dananya, tetapi bagaimana program itu berjalan dan memberikan hasil. Ketahanan pangan juga harus terus kami kawal agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Semangat tersebut memperlihatkan arah BUMDes Mulyasari yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas bisnis, tetapi juga pada penguatan kapasitas ekonomi desa.

Dengan dana yang dikelola mencapai Rp856,754 juta, dukungan program ketahanan pangan sekitar Rp271 juta, dana ketahanan pangan yang masih berjalan sekitar Rp14,54 juta, serta aktivitas perdagangan dan kerja sama proyek yang terus berkembang, BUMDes Mulyasari memiliki fondasi usaha yang semakin kuat.

BUMDes Mulyasari, Dari Desa untuk Desa

Perjalanan BUMDes Mulyasari menjadi gambaran bahwa lembaga ekonomi desa dapat berkembang ketika dikelola dengan kesungguhan, tanggung jawab dan orientasi jangka panjang.

Dari pengelolaan dana, budidaya ikan nila, penguatan ketahanan pangan, hingga pengembangan unit perdagangan, BUMDes Mulyasari terus berupaya membangun roda ekonomi yang bersumber dari potensi desa sendiri.

Di balik angka Rp856,754 juta yang kini dikelola, terdapat sebuah proses panjang untuk membangun kepercayaan, menjaga amanah, mengembangkan usaha dan menciptakan manfaat.

Karena ukuran keberhasilan BUMDes bukan hanya seberapa besar dana yang berhasil dikelola, tetapi seberapa produktif dana tersebut diputar dan seberapa besar manfaatnya kembali kepada desa dan masyarakat.

Dengan semangat tersebut, BUMDes Mulyasari terus meneguhkan kiprahnya sebagai kekuatan ekonomi desa—tumbuh dari Mulyasari, dikelola untuk Mulyasari, dan diarahkan sebesar-besarnya untuk kemanfaatan masyarakat Desa Mulyasari.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

04

XTC Purwakarta Tantang Kejari Usut Tuntas Dugaan PLTS Rp18 Miliar dan Tunjangan DPRD Rp72 Juta

05

KPIC Kembali Mengukir Prestasi, Juara Umum II Kejurnas GWIS Open 2026 Jadi Bukti Ketangguhan Pembinaan Atlet Karawang

× Advertisement
× Advertisement