Umum
Beranda / Umum / Bangunan Kantor Kecamatan Retak, Ketua FWJI Mariam: Jangan Main-Main dengan Uang Rakyat! “Suara PERS Suara Publik”

Bangunan Kantor Kecamatan Retak, Ketua FWJI Mariam: Jangan Main-Main dengan Uang Rakyat! “Suara PERS Suara Publik”

BEKASI – Dunia jurnalistik kembali menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah daerah terhadap proyek infrastruktur. Kali ini, sorotan tajam datang dari Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Bekasi), Siti Maryam, yang mengecam keras Dinas Cipta Karya Kabupaten Bekasi atas kerusakan parah pada bangunan Kantor Kecamatan Karang Bahagia yang baru direhabilitasi sekitar 20 bulan lalu.

Bangunan yang menelan anggaran hingga Rp 2,3 miliar itu kini tampak memprihatinkan. Retakan di dinding terlihat jelas di beberapa bagian, bahkan dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pegawai maupun masyarakat yang beraktivitas di dalam gedung tersebut.

“Kalau bangunan baru direhab tapi sudah retak seperti ini, jelas ada yang tidak beres. Pemerintah harus segera turun tangan. Jangan main-main dengan uang rakyat!” tegas Mariam, di sela-sela kegiatan jurnalis FWJI saat meninjau lokasi, Senin (13/10/2025).

—

Suara Pers, Suara Publik

Cipayung Bersholawat Jadi Momentum Transisi Kepemimpinan, Sosok H. Ajan Masih Melekat di Hati Masyarakat

Sebagai jurnalis dan sekaligus pemimpin organisasi wartawan, Mariam menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara lantang ketika terjadi dugaan penyimpangan dalam proyek yang menggunakan uang negara.
Menurutnya, keretakan bangunan tersebut tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa, apalagi jika dibiarkan tanpa tindakan evaluasi.

“Pers tidak boleh diam. Kami wajib mempertanyakan kualitas proyek ini — mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengawasan. Karena setiap rupiah dari APBD itu adalah amanah publik,” ujarnya dengan nada tegas.

—

Diduga Lemah Pengawasan, Kualitas Diragukan

Bangunan tersebut diketahui dikerjakan oleh PT. Sepasang Sejoli pada akhir tahun 2023. Namun baru dua tahun berselang, struktur bangunan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang mutu pekerjaan dan keseriusan Dinas Cipta Karya dalam melakukan pengawasan.

Rumah Sakit Annisa Sampaikan Permintaan Maaf, H. Apud Syaepudin Minta Evaluasi Tegas: Hak Pasien Dilindungi Undang-Undang, Pelanggaran Bisa Berujung Pidana

“Kalau proyek dengan anggaran miliaran rupiah cepat rusak, berarti ada persoalan serius di sistem pengawasan. Apakah bahan bangunannya tidak sesuai RAB? Atau ada kelalaian dalam proses pengerjaan?” tanya Mariam.

FWJI Kabupaten Bekasi juga mendesak agar Dinas Cipta Karya segera melakukan audit teknis dan terbuka kepada publik. Transparansi, menurut Mariam, adalah satu-satunya cara untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

—

Pers Menjadi Pilar Pengawasan Sosial

Dari sudut pandang jurnalistik, kasus ini menggambarkan betapa pentingnya fungsi kontrol sosial media massa dalam mendorong pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Ketika wartawan di lapangan berani bersuara, itu bukan semata demi sensasi pemberitaan, tapi untuk kemajuan sebuah peradaban di suatu wilayah.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmadja Apresiasi H. Apud Syaepudin, Dinilai Berperan Jaga Kondusivitas dan Iklim Investasi Daerah

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

XTC Purwakarta Tantang Kejari Usut Tuntas Dugaan PLTS Rp18 Miliar dan Tunjangan DPRD Rp72 Juta

× Advertisement
× Advertisement