QINGDAO, TIONGKOK — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Dr,.Arfiani Rizki Paramata di panggung internasional. Ia kembali mendapatkan kepercayaan dan kesempatan istimewa untuk menjadi salah satu dari 20 peserta terpilih yang berasal dari tujuh negara dalam program internasional bergengsi yang diselenggarakan Kementerian Sains dan Teknologi Republik Rakyat Tiongkok melalui Departemen Kerja Sama Internasional.
Program yang berlangsung pada 19 Oktober hingga 2 November 2026 di Qingdao, Tiongkok, tersebut mengangkat tema Belt and Road International Program on Mariculture Technologies*
, dengan fokus pada pengembangan teknologi marikultur atau teknologi budidaya laut.
Keikutsertaan Arfiani dibuktikan melalui “Certificate of Completion” (Sertifikat Penyelesaian Program) yang diterbitkan dalam rangka kegiatan internasional tersebut.
Pencapaian ini memiliki nilai tersendiri karena kesempatan mengikuti program tersebut tidak terbuka secara umum bagi setiap orang. Hanya 20 peserta dari tujuh negara yang memperoleh kesempatan menjadi bagian dari forum internasional tersebut. Terlebih, bagi Arfiani, undangan kembali untuk mengikuti program lanjutan merupakan bentuk kesempatan istimewa yang patut disyukuri sekaligus menjadi capaian tersendiri dalam perjalanan pengembangan kapasitas dan pengalaman internasionalnya.
Kesempatan Eksklusif dengan Fasilitas Internasional
Salah satu keistimewaan program ini adalah dukungan fasilitas yang diberikan oleh penyelenggara untuk menunjang keikutsertaan para peserta selama mengikuti kegiatan di Tiongkok.
Dukungan tersebut menjadikan kesempatan ini bukan sekadar pengalaman mengikuti pelatihan di luar negeri, tetapi juga sebuah program pengembangan kapasitas internasional yang memberikan ruang bagi peserta untuk berkonsentrasi pada pembelajaran, pertukaran pengetahuan, dan pembangunan jejaring profesional.
Nilai terbesar dari kesempatan tersebut tentu tidak hanya terletak pada fasilitas yang disediakan, tetapi juga pada berbagai pengalaman dan manfaat yang diperoleh selama program berlangsung.
Ada tiga hal berharga yang menjadi investasi jangka panjang bagi setiap peserta, yakni ilmu pengetahuan baru, rekan dan jejaring internasional baru, serta capaian dan pengalaman baru yang dapat memperkaya perjalanan profesional maupun akademik.
Kesempatan untuk belajar langsung dalam lingkungan internasional, berdiskusi dengan peserta dari berbagai negara, serta mengenal perspektif baru tentang perkembangan sains dan teknologi merupakan pengalaman yang tidak selalu dapat diperoleh dalam kegiatan pembelajaran biasa.
Karena itu, kesempatan terpilih dalam program dengan jumlah peserta terbatas ini menjadi pencapaian yang memiliki nilai prestise tersendiri.
**Bukan Hanya Belajar Sains, tetapi Juga Merayakan Keberagaman**
Dalam refleksi pribadinya, Arfiani mengungkapkan rasa syukur karena kembali mendapatkan kesempatan untuk hadir di Tiongkok dan menjadi bagian dari program internasional yang diselenggarakan Kementerian Sains dan Teknologi negara tersebut.
Baginya, pengalaman kali ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar memperdalam pengetahuan akademik.
Keberagaman budaya justru menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama mengikuti kegiatan. Pertemuan dengan peserta dari Rusia, Ekuador, Bangladesh, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia menghadirkan ruang interaksi yang mempertemukan berbagai perspektif, tradisi, serta cara pandang terhadap perkembangan dunia.
Perbedaan bahasa, budaya, dan kebiasaan tidak menjadi penghalang untuk membangun hubungan. Sebaliknya, keberagaman tersebut menjadi jembatan untuk saling memahami, bertukar pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun persahabatan lintas bangsa.
Mulai dari berbagi cerita mengenai tradisi dan kekayaan budaya masing-masing negara hingga berdiskusi tentang masa depan sains dan teknologi, setiap pertemuan menjadi kesempatan berharga untuk memperluas jejaring internasional.
Bagi Arfiani, pengalaman tersebut membuktikan bahwa pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan tidak mengenal batas geografis. Dunia internasional memberikan ruang yang luas bagi siapa pun untuk belajar, berkolaborasi, dan tumbuh bersama di tengah keberagaman.
Membawa Nama Indonesia dan Memperkenalkan Gorontalo ke Dunia
Di balik pencapaian internasional tersebut, terdapat kebanggaan tersendiri yang dirasakan Arfiani, yakni kesempatan membawa nama Indonesia ke forum internasional.
Lebih dari sekadar mewakili fakultas atau universitas, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memperkenalkan daerah asalnya, Gorontalo, kepada masyarakat internasional.
Baginya, Gorontalo bukan sekadar nama daerah yang tercantum dalam identitas, melainkan bagian dari kekayaan Indonesia yang patut dikenal lebih luas oleh masyarakat dunia.
Dengan penuh kebanggaan, ia turut memperkenalkan Gorontalo kepada peserta dari berbagai negara, bahkan mengajak mereka untuk suatu saat berkunjung dan mengenal secara langsung keindahan serta kekayaan budaya daerah tersebut.
Langkah sederhana ini memiliki makna penting dalam memperkenalkan identitas daerah melalui diplomasi personal dan interaksi antarbangsa.
Sebab, membawa nama daerah ke panggung internasional bukan semata-mata tentang kebanggaan pribadi, tetapi juga tentang memperluas pengenalan terhadap potensi, budaya, dan kekayaan bangsa Indonesia.
Teknologi Marikultur dan Masa Depan Potensi Kelautan Indonesia
Selain pertukaran budaya, substansi keilmuan dalam program ini memiliki relevansi strategis bagi masa depan Indonesia.
Marikultur merupakan bidang pengembangan teknologi budidaya organisme laut yang mencakup berbagai komoditas, seperti ikan laut, rumput laut, kerang, dan sumber daya hayati perairan lainnya.
Penguasaan teknologi marikultur menjadi semakin penting di tengah tantangan ketahanan pangan global, perubahan iklim, kebutuhan peningkatan produktivitas perikanan, serta tuntutan pengelolaan ekosistem laut yang berkelanjutan.
Sebagai negara kepulauan dengan potensi sumber daya kelautan yang sangat besar, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang mampu memahami perkembangan teknologi dan mengadaptasikannya sesuai karakteristik serta kebutuhan nasional.
Karena itu, pengalaman mengikuti program internasional seperti ini diharapkan dapat memperkaya perspektif keilmuan, membuka peluang kolaborasi, dan menjadi modal pengembangan kompetensi yang bermanfaat bagi kemajuan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Lebih dari Sertifikat, Tiga Investasi Berharga untuk Masa Depan
Jika dicermati lebih jauh, pencapaian Arfiani Rizki Paramata tidak seharusnya hanya dilihat dari selembar sertifikat yang diperoleh setelah menyelesaikan program internasional.
Ada nilai yang jauh lebih besar dan berjangka panjang dari perjalanan tersebut.
Pertama, ilmu pengetahuan baru yang diperoleh melalui proses pembelajaran dan pertukaran pengalaman internasional.
Kedua, rekan, sahabat, serta jejaring profesional baru dari berbagai negara yang berpotensi membuka kesempatan kolaborasi dan kerja sama di masa mendatang.
Ketiga, capaian dan pengalaman baru yang memperluas perspektif, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkaya perjalanan pengembangan kapasitas diri di tingkat global.
Ketiga hal tersebut merupakan modal berharga yang tidak selalu dapat diukur dengan materi maupun fasilitas yang diterima selama mengikuti program.
Di tengah persaingan global, kemampuan membangun kompetensi, memperluas jaringan, dan memahami keberagaman merupakan aset penting bagi generasi muda yang ingin mengambil bagian dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.
Inspirasi bagi Generasi Muda Indonesia dan Gorontalo
Pencapaian Arfiani Rizki Paramata menjadi gambaran bahwa kesempatan untuk berkembang di tingkat internasional terbuka melalui kemauan belajar, pengembangan kapasitas, keberanian membangun jejaring, serta kesiapan mengambil peluang.
Kesempatan kembali diundang dalam program internasional dengan jumlah peserta yang terbatas menjadi pengalaman berharga yang patut disyukuri dan dikembangkan menjadi kontribusi nyata.
Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya putra-putri Gorontalo, agar tidak membatasi cita-cita hanya pada ruang lingkup lokal dan nasional.
Putra-putri daerah memiliki kesempatan untuk berkembang, berprestasi, dan mengambil bagian dalam percakapan global apabila terus membangun kompetensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia.
Pada akhirnya, perjalanan Arfiani di Qingdao bukan hanya tentang sebuah undangan, fasilitas internasional, maupun sertifikat penyelesaian program. Lebih dari itu, perjalanan ini merupakan investasi pengetahuan, persahabatan lintas bangsa, jejaring profesional, dan pengalaman yang akan menjadi bagian penting dari perjalanan masa depannya.
Sebagaimana refleksi Arfiani:
Beyond the science, it’s the cultural exchange and global networking that make this journey unforgettable.
Melampaui ilmu pengetahuan, pertukaran budaya dan jejaring global adalah bagian yang menjadikan perjalanan ini begitu berkesan.
Dari Gorontalo untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia. Sebuah perjalanan yang membawa ilmu baru, sahabat baru, jejaring baru, dan capaian baru dalam semangat membangun sumber daya manusia Indonesia yang berwawasan global.




Komentar