BEKASI — Berakhirnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat untuk kembali merajut kebersamaan dan menatap masa depan desa dengan semangat yang lebih inklusif.
Atas hasil tersebut, Idhay Sumirat, Ketua GBR (Garda Bangsa Reformasi) Kabupaten Bekasi, menyampaikan ucapan selamat kepada H. Umbara yang kembali memperoleh kepercayaan masyarakat untuk mengemban amanah sebagai Kepala Desa Karangsari untuk periode ketiga.
Menurut Idhay, kepercayaan yang kembali diberikan masyarakat merupakan amanah yang memiliki makna besar. Terlepas dari perbedaan pilihan selama proses Pilkades, seluruh masyarakat Karangsari kini berada dalam satu ruang kebersamaan yang sama, yakni membangun desa.
“Selamat kepada H. Umbara atas kepercayaan masyarakat yang kembali diberikan. Semoga amanah, diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas, serta mampu membawa Karangsari menjadi desa yang semakin maju, sejahtera dan harmonis,” ujar Idhay.
Ia menegaskan, berakhirnya kontestasi politik di tingkat desa seharusnya menjadi awal dari proses rekonsiliasi sosial. Setiap pilihan yang muncul dalam Pilkades merupakan bagian dari dinamika demokrasi, sedangkan pembangunan desa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
“Setelah Pilkades selesai, mari kita tinggalkan sekat-sekat perbedaan. Tidak ada lagi kelompok yang menang atau kalah. Yang ada adalah seluruh masyarakat Karangsari yang memiliki hak dan tanggung jawab yang sama untuk membangun desanya,” tuturnya.
Idhay berharap periode ketiga kepemimpinan H. Umbara dapat menjadi ruang pengabdian yang semakin matang, dengan orientasi pada kepentingan masyarakat luas. Ia mendorong agar pembangunan terus diarahkan secara merata, pelayanan publik semakin terbuka dan responsif, serta program pemberdayaan masyarakat terus diperkuat.
Menurutnya, kemajuan sebuah desa tidak semata-mata ditentukan oleh kepala desa dan perangkat pemerintahan. Sinergi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, pelaku usaha, komunitas, organisasi sosial, hingga seluruh warga merupakan bagian penting dari ekosistem pembangunan.
“Pemerintahan desa harus menjadi rumah bersama. Semua unsur masyarakat harus mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi, memberikan gagasan dan berkontribusi. Dengan kolaborasi yang baik, pembangunan akan memiliki fondasi sosial yang lebih kuat,” kata Idhay.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap generasi muda. Menurutnya, pemuda Karangsari merupakan salah satu kekuatan strategis desa yang perlu mendapatkan ruang aktualisasi, baik melalui kegiatan sosial, olahraga, pendidikan, ekonomi kreatif, kewirausahaan maupun berbagai program pemberdayaan lainnya.
“Anak-anak muda jangan hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan. Mereka harus menjadi bagian dari subjek pembangunan. Ide, kreativitas dan energi generasi muda sangat penting untuk membawa Karangsari menghadapi tantangan ke depan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Idhay mengajak seluruh pendukung kandidat dalam Pilkades Karangsari untuk kembali membangun komunikasi yang sehat. Perbedaan pilihan politik tidak semestinya berkembang menjadi jarak sosial di tengah masyarakat.
Ia berharap seluruh pihak dapat menerima hasil Pilkades dengan kedewasaan dan memberikan kesempatan kepada kepala desa terpilih untuk menjalankan mandatnya, sembari tetap menjaga ruang partisipasi masyarakat dan kontrol sosial secara konstruktif.
“Demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi juga tentang menghormati pilihan, menerima hasil, menjaga persaudaraan dan memastikan pemerintahan berjalan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Idhay menutup pernyataannya dengan harapan agar periode ketiga H. Umbara tidak sekadar menjadi kelanjutan masa jabatan, tetapi menjadi fase pengabdian yang semakin bermakna dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Karangsari.
“Sekali lagi, selamat kepada H. Umbara. Semoga amanah ini dijalankan dengan ketulusan, keterbukaan dan semangat melayani. Mari kita jadikan Karangsari sebagai rumah bersama—tempat seluruh masyarakat dapat tumbuh, berdaya dan maju bersama,” pungkas Idhay Sumirat.


Komentar