JAKARTA — Kebersamaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dalam acara Rakernas III dan Harlah ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, menjadi salah satu momen yang menarik perhatian.
Keduanya terlihat akrab dalam suasana perhelatan politik yang mempertemukan sejumlah tokoh nasional tersebut. Momen itu dinilai memperlihatkan bahwa komunikasi antara Gibran dan Sufmi Dasco tetap berlangsung baik di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.
Wakil Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo-Gibran (ARPG), Desi Hanafiah, S.E., melihat kebersamaan tersebut sebagai gambaran hubungan politik yang tetap terjalin secara harmonis antara dua figur yang berada dalam lingkaran pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Keakraban Mas Gibran dengan Pak Sufmi Dasco Ahmad menunjukkan bahwa komunikasi dan hubungan keduanya tetap baik. Di tengah berbagai dinamika politik yang berkembang, komunikasi antartokoh seperti ini tentu menjadi hal yang positif,” ujar Desi saat diwawancarai di Jakarta, Minggu (19/9/2026).
Menurut Desi, hubungan Gibran dan Dasco memiliki konteks politik yang cukup panjang. Keduanya berada dalam dinamika yang sama sejak proses politik Pilpres 2024 hingga tahapan konsolidasi menuju pemerintahan Prabowo-Gibran.
Karena itu, ia menilai komunikasi yang terbangun antara Gibran dan Dasco tidak semata-mata dapat dilihat dari satu momentum pertemuan. Menurutnya, terdapat proses politik dan komunikasi kelembagaan yang turut membentuk hubungan kedua tokoh tersebut.
“Kalau kita melihat perjalanan politiknya, komunikasi antara Mas Gibran dan Pak Dasco bukan sesuatu yang baru. Ada proses panjang sejak Pilpres 2024, kemudian konsolidasi pemerintahan dan berbagai dinamika politik setelahnya,” kata Desi.
Simbol Komunikasi Politik yang Terjaga
Desi juga mengaitkan posisi Dasco dalam proses konsolidasi pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam materi yang disampaikan kepada media, ia menyebut Dasco merupakan salah satu figur Gerindra yang memiliki peran dalam proses sinkronisasi menuju pemerintahan baru.
Menurutnya, proses transisi pemerintahan membutuhkan komunikasi lintas tokoh dan kekuatan politik. Dalam konteks tersebut, hubungan komunikasi yang baik antara pimpinan pemerintahan dan pimpinan partai politik menjadi bagian dari dinamika politik yang wajar.
“Pemerintahan tidak bisa berjalan tanpa komunikasi politik. Hubungan yang baik antara tokoh-tokoh di dalam pemerintahan dan partai pendukung merupakan bagian dari proses konsolidasi. Karena itu, kebersamaan Gibran dan Pak Dasco menunjukkan komunikasi yang tetap terjaga,” ujarnya.
Desi pun meminta publik tidak terburu-buru menghubungkan setiap pertemuan atau dinamika politik dengan berbagai rumor yang berkembang di ruang publik, termasuk isu yang mengaitkan Sufmi Dasco dengan gerakan yang disebut-sebut melibatkan Roy Suryo.
Ia menekankan bahwa setiap tuduhan terhadap seorang tokoh semestinya dibedakan antara informasi yang telah terverifikasi dengan spekulasi atau pernyataan yang belum memiliki bukti yang dapat diperiksa.
“Kalau ada tuduhan bahwa seseorang berada di balik sebuah gerakan, tentu harus dilihat bukti dan fakta yang dapat diverifikasi. Jangan sampai rumor politik berkembang kemudian diperlakukan seolah-olah sudah menjadi fakta,” tegas Desi.
ARPG: Soliditas Pemerintahan Perlu Dijaga
Sebagai bagian dari jaringan relawan pendukung Prabowo-Gibran, Desi mengatakan ARPG berkepentingan melihat pemerintahan berjalan dengan komunikasi politik yang konstruktif.
Menurutnya, suasana harmonis antartokoh yang berada dalam ekosistem pemerintahan maupun kekuatan pendukungnya dapat menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas komunikasi politik.
“Kami melihat hubungan baik antara Mas Gibran dan Pak Dasco sebagai bagian dari komunikasi politik yang penting. Yang lebih utama adalah bagaimana seluruh elemen dapat menjaga komunikasi dan soliditas sehingga pemerintahan bisa fokus menjalankan agenda untuk masyarakat,” tutur Desi.
Ia menambahkan, perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak semestinya menghilangkan ruang dialog dan komunikasi antartokoh politik.
“Politik memang dinamis. Perbedaan pandangan adalah sesuatu yang biasa. Tetapi komunikasi dan silaturahmi harus tetap dijaga. Justru dari komunikasi yang baik, berbagai persoalan politik dapat dibicarakan secara dewasa,” katanya.
Bagi Desi, momen kebersamaan Gibran dan Dasco di Harlah PAN menjadi gambaran bahwa dinamika politik tidak selalu harus dibaca melalui ketegangan dan perbedaan. Ada pula ruang dialog, kebersamaan dan komunikasi yang tetap berlangsung di antara para aktor politik.
“Yang kita lihat adalah dua tokoh yang tetap berkomunikasi dengan baik. Jangan setiap pertemuan kemudian ditarik ke dalam spekulasi politik tertentu. Mari melihatnya secara proporsional berdasarkan fakta yang ada,” pungkas Desi, yang juga dikenal sebagai politisi PAN dan pernah menjadi calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kepulauan Riau–Tanjung Pinang.


Komentar