Umum
Beranda / Umum / “Bersihkan Dapurnya, Jaga Gizinya, Lindungi Masa Depan Generasi Bangsa”

“Bersihkan Dapurnya, Jaga Gizinya, Lindungi Masa Depan Generasi Bangsa”

JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan semata tentang tersedianya makanan di meja makan anak-anak sekolah. Di balik setiap porsi yang disajikan, terdapat harapan besar tentang lahirnya generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Karena itu, kualitas pelaksanaan program MBG menjadi perhatian penting seluruh elemen masyarakat. Kebersihan dapur, keamanan pangan, standar gizi, ketepatan distribusi, transparansi pengelolaan, hingga pengawasan harus berjalan dalam satu ekosistem tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks tersebut, MILITAN Gerakan Bersama Rakyat 08 Nusantara (MILITAN GIBRAN 08 NUSANTARA) menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melakukan evaluasi dan penertiban terhadap operasional dapur MBG yang membutuhkan pembenahan.

Sekretaris Jenderal MILITAN GIBRAN 08 NUSANTARA, Abd Aziz Salim Syabibi, S.T., menegaskan bahwa langkah evaluasi dan penertiban merupakan bagian penting untuk memastikan program strategis tersebut tetap berjalan sesuai tujuan.

«“Kami mengapresiasi langkah BGN dalam melakukan evaluasi dan pembenahan. Setiap temuan maupun aduan masyarakat harus mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tepat. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas dan akuntabilitas program MBG,” ujar Abd Aziz saat diwawancarai, Selasa (15/9/2026), di Jakarta.»

Ribuan Pendukung Iringi Kampanye H. Umar Ali Agustiar, Calon Kades Cipayung Nomor Urut 2: Jaga Kekompakan, Wujudkan Cipayung Lebih Maju dan Sejahtera

Menurutnya, program MBG memiliki posisi strategis karena menyentuh langsung kebutuhan generasi muda. Oleh sebab itu, standar pelaksanaannya tidak boleh dipandang sebagai persoalan administratif semata.

“Yang kita bicarakan bukan sekadar dapur dan makanan. Yang kita bicarakan adalah kesehatan anak-anak kita, kualitas generasi penerus, dan investasi bangsa untuk masa depan,” tegasnya.

Abd Aziz menilai keberhasilan MBG harus dimulai dari proses paling mendasar, yakni bagaimana makanan dipersiapkan. Dapur sebagai titik awal produksi makanan harus memenuhi prinsip kebersihan dan keamanan pangan, sementara menu yang disajikan perlu memperhatikan ketentuan gizi yang telah ditetapkan.

Dari dapur, proses tersebut kemudian harus dilanjutkan dengan distribusi yang tertib hingga makanan benar-benar diterima oleh para penerima manfaat dalam kondisi layak dan sesuai standar.

“Setiap tahapan harus memiliki standar dan pengawasan. Jangan hanya melihat makanan sudah sampai, tetapi juga bagaimana makanan itu diproduksi, bagaimana bahan bakunya, bagaimana kebersihan dapurnya, bagaimana distribusinya, dan bagaimana pertanggungjawabannya,” jelasnya.

Kolaborasi PT Tirta Asasta & Polsek Beji Salurkan 6.000 Liter Air Bersih ke Warga Kemiri Muka  

Pengawasan Publik Menjadi Mata dan Telinga Program

MILITAN GIBRAN 08 NUSANTARA juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawal pelaksanaan MBG. Menurut Abd Aziz, pengawasan publik bukan dimaksudkan untuk menghambat program, melainkan menjadi bagian dari mekanisme kontrol sosial agar program tersebut semakin baik.

Ia mengajak kader MILITAN GIBRAN 08 NUSANTARA di berbagai daerah untuk ikut mengawal pelaksanaan MBG secara objektif dan bertanggung jawab.

“Kami mengajak masyarakat menjadi mata dan telinga dalam pengawasan sosial. Jika menemukan persoalan, jangan langsung membuat kesimpulan. Sampaikan melalui jalur yang benar agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang,” katanya.

Menurutnya, kritik dan pengawasan seharusnya ditempatkan sebagai energi konstruktif untuk memperbaiki kualitas program.

Ketua DPD PKS Karawang: HUT ke-393 Momentum Memperkuat Karawang sebagai Daerah yang Maju dan Motekar

“Program besar membutuhkan pengawasan besar. Transparansi bukan ancaman bagi pemerintah, justru transparansi adalah fondasi untuk membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

Jangan Biarkan Kepentingan Lain Menggeser Tujuan Utama

Abd Aziz juga mengingatkan agar pelaksanaan MBG tetap berorientasi pada kepentingan penerima manfaat. Ia berharap tidak ada kepentingan lain yang menggeser tujuan utama program tersebut.

“Kami ingin MBG benar-benar fokus pada manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak. Jangan sampai persoalan tata kelola ataupun kepentingan di luar tujuan program justru mengganggu kualitas pelayanan,” tegasnya.

Ia menambahkan, MILITAN GIBRAN 08 NUSANTARA siap mengambil posisi sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif pemerintah.

Dukungan, menurutnya, tidak berarti menutup mata terhadap persoalan. Sebaliknya, dukungan harus berjalan bersama pengawasan agar setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat dapat terus diperbaiki.

“Kami mendukung program yang berpihak kepada rakyat. Tetapi dukungan harus dibarengi dengan kepedulian untuk memastikan program itu berjalan sebagaimana mestinya. Kalau ada yang baik, kita apresiasi. Kalau ada yang perlu diperbaiki, kita dorong untuk diperbaiki. Kalau ada yang perlu ditertibkan, kita dukung penertiban sesuai ketentuan,” paparnya.

MBG dan Investasi Jangka Panjang untuk Indonesia

MILITAN GIBRAN 08 NUSANTARA memandang MBG sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Pemenuhan gizi anak hari ini, menurut organisasi tersebut, memiliki keterkaitan dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang.

Karena itu, keberhasilan program tidak hanya dapat diukur dari jumlah porsi makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari kualitas makanan, keamanan pangan, ketepatan sasaran, tata kelola, dan keberlanjutan pengawasannya.

“Kalau kita ingin berbicara tentang Indonesia Emas, maka kita harus berbicara tentang anak-anak Indonesia hari ini. Mereka yang menerima makanan bergizi sekarang adalah bagian dari generasi yang akan mengisi Indonesia di masa depan,” kata Abd Aziz.

Ia berharap proses evaluasi dan penertiban yang dilakukan BGN dapat semakin memperkuat tata kelola MBG, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

“Bersihkan dapurnya, jaga gizinya, perkuat pengawasannya, dan lindungi tujuan besarnya. Karena pada akhirnya, yang kita jaga bukan hanya satu porsi makanan hari ini, tetapi masa depan anak-anak bangsa,” pungkas Abd Aziz.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement