
BEKASI — Pembangunan infrastruktur yang merata serta terbukanya akses kesempatan kerja bagi masyarakat lokal menjadi perhatian utama calon Kepala Desa Jatibaru nomor urut 1, H. Apudin Asnawi, S.E. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda pengundian nomor urut Pilkades Jatibaru di Kantor Desa Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Rabu (9/9/2026).
Dalam sambutannya, H. Apudin menegaskan bahwa pembangunan desa ke depan harus diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat. Infrastruktur yang belum tuntas, menurutnya, perlu mendapat perhatian serius agar pembangunan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan warga.
“Apabila sarana dan prasarana masih ada yang belum selesai, insyaallah akan kami selesaikan sesuai dengan harapan masyarakat,” ujar H. Apudin.
Menurutnya, infrastruktur merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi desa. Jalan, drainase, fasilitas publik, sarana pendidikan, serta berbagai infrastruktur penunjang lainnya tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan desa yang mampu berkembang mengikuti dinamika kawasan industri.
Jatibaru yang berada di tengah perkembangan kawasan industri, kata H. Apudin, harus mampu mengambil manfaat sebesar-besarnya dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Keberadaan kawasan industri jangan sampai hanya menghadirkan perubahan fisik wilayah, sementara masyarakat desa justru menjadi penonton di daerahnya sendiri.
Karena itu, apabila mendapat amanah masyarakat, dirinya berkomitmen memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta pihak perusahaan untuk memperbesar peluang penyerapan tenaga kerja lokal.
“Dengan Jatibaru sebagai kawasan industri, insyaallah apabila kami terpilih, kami akan mendahulukan masyarakat Desa Jatibaru,” tegasnya.
Bagi H. Apudin, prioritas tenaga kerja lokal bukan sekadar slogan politik, melainkan bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung atas perkembangan kawasan industri bagi masyarakat desa.
Ia menilai pemerintah desa harus hadir sebagai jembatan yang mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan potensi sumber daya manusia yang dimiliki masyarakat Jatibaru. Karena itu, pendataan calon tenaga kerja, peningkatan kompetensi, pelatihan keterampilan, hingga komunikasi dengan perusahaan menjadi hal yang perlu diperkuat.
Dengan langkah tersebut, masyarakat Jatibaru diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja, khususnya pada berbagai sektor yang berkembang seiring hadirnya kawasan industri baru.
Selain persoalan lapangan pekerjaan, H. Apudin juga menaruh perhatian pada sektor pendidikan. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan industri.
Ia menyampaikan komitmen untuk berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memperjuangkan kebutuhan pendidikan, termasuk peluang menghadirkan jenjang pendidikan lanjutan yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.
“Untuk mendirikan atau menghadirkan jenjang pendidikan dari SD ke SMP ataupun SMA, insyaallah kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait,” katanya.
Menurutnya, pendidikan dan lapangan kerja merupakan dua hal yang saling berkaitan. Infrastruktur yang baik akan membuka konektivitas, pendidikan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sementara kawasan industri menyediakan peluang ekonomi. Ketiganya harus dipertemukan agar pertumbuhan Jatibaru benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, H. Apudin mengingatkan bahwa seluruh agenda pembangunan tersebut membutuhkan kondisi sosial yang kondusif. Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak menjadikan perbedaan pilihan dalam Pilkades sebagai alasan untuk memutus hubungan persaudaraan.
Ia meminta masyarakat tetap menjaga kerukunan dengan tetangga, teman, maupun keluarga meskipun berbeda pilihan politik.
“Yang namanya politik tidak ada teman sejati dan tidak ada lawan abadi. Jabatan itu sementara, sedangkan persaudaraan kita seumur hidup,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari gagasan H. Apudin dalam menghadapi Pilkades Jatibaru. Baginya, pembangunan desa membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar dukungan politik pada saat pemilihan.
Dengan mengusung fokus pada penyelesaian infrastruktur, penguatan pendidikan, serta optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal di tengah pertumbuhan kawasan industri, H. Apudin berharap Jatibaru dapat berkembang menjadi desa yang memiliki infrastruktur memadai sekaligus mampu memberikan ruang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakatnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pilkades sebagai momentum memilih pemimpin secara dewasa dan bermartabat, tanpa mengorbankan persatuan yang selama ini menjadi kekuatan utama Desa Jatibaru.
Sebab, bagi H. Apudin, pembangunan sejatinya bukan hanya tentang membangun jalan dan fasilitas desa, tetapi juga membangun kesempatan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memastikan masyarakat lokal menjadi bagian utama dari pertumbuhan ekonomi di wilayahnya sendiri.Jika ingin dibuat lebih tajam sebagai narasi kampanye nomor 1, angle terkuatnya bisa diarahkan pada tagline: “Industri Tumbuh, Infrastruktur Terbangun, Warga Jatibaru Jangan Jadi Penonton.”


Komentar