Susur Sungai Ciliwung, Dirut Tirta Asasta Depok Ajak Masyarakat Jaga Sumber Air

3 min read

DEPOK, SWARAJABAR.ID — Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret 2026, PT Tirta Asasta Depok menggelar kegiatan susur Sungai Ciliwung pada Senin (30/3/2026). Kegiatan ini dipusatkan dari kawasan Gresik hingga berakhir di SMPN 34 Depok, serta diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur.

Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok, M. Olik Abdul Holik, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya sumber air baku bagi masyarakat.

“Peringatan Hari Air Sedunia tahun ini sebenarnya jatuh pada 22 Maret, namun karena bertepatan dengan momentum Idulfitri, kegiatan kami laksanakan hari ini. Alhamdulillah, dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari komisaris, perwakilan DPRD, OPD, hingga masyarakat umum,” ujar Olik.

Ia menyebutkan, kegiatan susur sungai ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan lomba pengumpulan sampah yang melibatkan peserta internal maupun eksternal, termasuk pegawai PDAM, perangkat daerah, serta anggota DPRD Komisi B.

“Peserta yang ikut sekitar 40 hingga 50 tim. Nanti hasil pengumpulan sampah akan diverifikasi oleh dewan juri untuk menentukan pemenang. Kami siapkan hadiah, di antaranya sekitar Rp3 juta untuk juara pertama,” jelasnya.

Menurut Olik, Sungai Ciliwung merupakan sumber air baku utama bagi PT Tirta Asasta Depok, selain Sungai Angke yang berada di wilayah Duren Seribu. Oleh karena itu, menjaga kebersihan sungai menjadi hal yang sangat penting untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi bahwa Ciliwung adalah sumber air utama kita. Kalau kualitas air terganggu, misalnya saat banjir yang menyebabkan kekeruhan tinggi, maka produksi air bersih juga ikut terdampak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, secara umum kondisi air Sungai Ciliwung masih tergolong baik, meskipun pada waktu-waktu tertentu seperti saat banjir terjadi peningkatan kekeruhan yang cukup signifikan.

Lebih lanjut, Olik mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Sampah, terutama plastik dan limbah non-organik lainnya, masih banyak ditemukan di sungai. Bahkan, tidak jarang ditemukan benda-benda besar seperti kasur. Ini tentu sangat memprihatinkan,” katanya.

Ia berharap, ke depan Sungai Ciliwung dapat kembali bersih seperti dahulu dan bisa dimanfaatkan masyarakat secara langsung.

“Dulu masyarakat bisa mandi di sungai, sekarang sudah tidak memungkinkan. Harapannya, dengan kerja sama dari hulu hingga hilir, termasuk kesadaran masyarakat, kondisi sungai bisa kembali membaik,” tuturnya.

PT Tirta Asasta Depok juga memastikan bahwa ketersediaan sumber air baku masih aman untuk lima tahun ke depan, dengan mengandalkan Sungai Ciliwung. Sementara alternatif sumber lain seperti setu dinilai memiliki kapasitas yang terbatas.

Melalui kegiatan ini, PT Tirta Asasta Depok menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air bagi masyarakat. (**/Bro)

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours