KARAWANG — Estafet kepemimpinan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Telukjambe memasuki babak baru. Serah terima jabatan Ketua BPD Telukjambe dari H. Arifin, S.M., H.K., kepada Dede Wirana berlangsung pada Rabu (7/10/2026), menandai dimulainya kepemimpinan baru BPD Telukjambe untuk periode 2026–2034.
Prosesi serah terima tersebut dihadiri Kepala Desa Telukjambe, H. Uji, serta Sekretaris Desa Telukjambe, H. Tajudin Nur. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Desa Telukjambe terhadap keberlanjutan kelembagaan BPD dan penguatan sinergi antara BPD dengan Pemerintah Desa.
Serah terima jabatan tersebut menjadi bagian penting dalam keberlanjutan roda kelembagaan BPD Telukjambe. Pergantian kepemimpinan tidak hanya menandai berakhirnya masa tugas pimpinan sebelumnya, tetapi sekaligus menjadi momentum dimulainya tanggung jawab baru bagi Dede Wirana dalam menjalankan mandat sebagai Ketua BPD.
Dalam prosesi tersebut, tongkat kepemimpinan BPD Telukjambe secara resmi beralih dari H. Arifin, S.M., H.K., kepada Dede Wirana. Serah terima jabatan menjadi simbol kesinambungan pengabdian sekaligus regenerasi kepemimpinan dalam lembaga permusyawaratan desa.
Pergantian tersebut berlangsung setelah Dede Wirana memperoleh dukungan mayoritas dalam proses pemilihan internal BPD Telukjambe. Dari tujuh anggota BPD yang menggunakan hak pilih, Dede Wirana meraih enam suara.
Adapun jumlah keseluruhan anggota BPD Telukjambe tercatat sebanyak sembilan orang. Hasil pemilihan tersebut menjadi pijakan bagi Dede Wirana untuk mengemban amanah kepemimpinan selama delapan tahun ke depan.
Momentum serah terima jabatan sekaligus menjadi ruang untuk menegaskan kembali pentingnya keberadaan BPD sebagai lembaga yang menjalankan fungsi representasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Usai menerima amanah tersebut, Dede Wirana menyampaikan bahwa jabatan Ketua BPD bukan sekadar posisi struktural. Baginya, jabatan tersebut merupakan tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Ini merupakan amanah yang harus saya emban dan pertanggungjawabkan kepada masyarakat. Tentunya saya ingin menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan Desa Telukjambe dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dede Wirana.
Ia menegaskan, kepemimpinan BPD ke depan akan diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Desa. Menurutnya, hubungan antara BPD dan Pemerintah Desa harus dibangun dalam semangat kemitraan, bukan sekadar hubungan administratif.
Sinergi tersebut dinilai penting agar aspirasi masyarakat dapat terserap dengan baik dan menjadi bagian dari proses perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan desa.
“BPD harus menjadi bagian dari solusi. Kita ingin membangun komunikasi yang baik, menyerap aspirasi masyarakat dan bersama-sama Pemerintah Desa mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada. Prinsipnya, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Menurut Dede, BPD memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi di tingkat desa. Lembaga tersebut harus mampu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, sekaligus ikut mengawal arah pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan bersama.
Dalam konteks pemerintahan desa, BPD memiliki fungsi menyalurkan aspirasi masyarakat, membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, serta menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Desa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Karena itu, kepemimpinan BPD membutuhkan kemampuan membangun komunikasi, menjaga objektivitas serta mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Bagi Dede, amanah yang diterimanya melalui proses pemilihan internal dan kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan tersebut harus menjadi awal dari kerja bersama seluruh anggota BPD.
Ia menyadari perjalanan kepemimpinan hingga 2034 akan menghadirkan berbagai dinamika dan tantangan. Namun, ia optimistis berbagai persoalan dapat dihadapi melalui kebersamaan, keterbukaan dan komunikasi yang sehat antara BPD, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, pemuda serta seluruh elemen masyarakat Telukjambe.
Ia pun mengajak seluruh anggota BPD untuk bersama-sama menjaga marwah lembaga dan menjalankan tugas dengan semangat pengabdian.
“Ke depan, saya berharap seluruh anggota BPD dapat bersama-sama membangun lembaga ini menjadi semakin baik. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi tujuan kita harus tetap sama, yaitu bagaimana Desa Telukjambe semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ungkapnya.
Sementara itu, serah terima jabatan dari H. Arifin, S.M., H.K., kepada Dede Wirana menjadi penanda kesinambungan kepemimpinan di tubuh BPD Telukjambe.
Kepala Desa Telukjambe H. Uji dan Sekretaris Desa Telukjambe H. Nur turut menyaksikan prosesi tersebut sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Desa dalam menjaga koordinasi dan kemitraan dengan BPD.
Kepemimpinan sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan kelembagaan BPD, sementara kepemimpinan baru diharapkan mampu meneruskan hal-hal baik sekaligus menghadirkan gagasan dan energi baru sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, prosesi serah terima jabatan tidak berhenti sebagai seremoni pergantian pimpinan. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa keberlangsungan pemerintahan desa membutuhkan kelembagaan yang kuat, komunikasi yang terbuka dan partisipasi masyarakat yang terus tumbuh.
Di bawah kepemimpinan Dede Wirana, BPD Telukjambe diharapkan semakin mampu menjalankan fungsi representasi masyarakat, memperkuat pengawasan, serta membangun kemitraan yang harmonis dan konstruktif dengan Pemerintah Desa.
Lebih dari sekadar jabatan, kepemimpinan baru tersebut diharapkan menjadi ruang pengabdian untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Telukjambe.
Sebab, kemajuan sebuah desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas demokrasi, keterbukaan pemerintahan, partisipasi masyarakat dan kuatnya semangat gotong royong.
Dengan semangat amanah dan pengabdian, kepemimpinan Dede Wirana diharapkan mampu membawa BPD Telukjambe menjadi rumah aspirasi masyarakat sekaligus mitra strategis Pemerintah Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin partisipatif, transparan dan berpihak pada kepentingan warga.
Dari serah terima jabatan, lahir tanggung jawab baru. Dari amanah, tumbuh pengabdian. Dan dari kebersamaan, diharapkan lahir Telukjambe yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera.




Komentar