Politik dan Hukum Seputar Jabar
Beranda / Seputar Jabar / Putih Sari Persatuan & Kerukunan Kunci Mewujudkan Indonesia Mandiri dan Berkeadilan

Putih Sari Persatuan & Kerukunan Kunci Mewujudkan Indonesia Mandiri dan Berkeadilan

BEKASI — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Putih Sari, menegaskan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi utama dalam memperkuat Indonesia menuju bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkeadilan sosial.

Hal tersebut disampaikan Putih Sari saat kegiatan silaturahmi sekaligus Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Kampung Kali Ulu, Desa Karangrahardja, Kecamatan Cikarang Utara. Sabtu (15/12/2025) Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur pengurus lingkungan setempat, di antaranya Ketua RT Aryadin, Ketua RW 01 Budiyono, jajaran pengurus PAC Gerindra, serta Ustaz Abdul Syakir yang memimpin doa.

Dalam sambutannya, Putih Sari menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas antusiasme serta kehadiran masyarakat. Ia mengenang kunjungan sebelumnya ke wilayah tersebut dalam rangka sosialisasi Pemilihan Umum, sebelum akhirnya mendapat amanah rakyat sebagai anggota DPR RI.

“Alhamdulillah, per 1 Oktober 2024 saya resmi dilantik dan diamanahkan sebagai wakil bapak dan ibu semua di DPR RI. Amanah ini tentu tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat,” ujar Putih Sari.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan yang diberikan kepada Partai Gerindra dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang kini mengemban amanah memimpin bangsa Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Buntut Dari Usulan Penyelenggaraan HPN Dilakukan Lebih Terbuka, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

“Mari kita terus doakan agar saya, Partai Gerindra, dan Bapak Presiden Prabowo Subianto senantiasa amanah dan mampu bekerja maksimal untuk seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.

Dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR RI sekaligus anggota MPR RI, Putih Sari menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia—bukan sekadar agenda formal, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“Empat Pilar Kebangsaan merupakan warisan luhur para pendiri bangsa. Tugas kita hari ini adalah menjaga, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa memiliki potensi luar biasa untuk menjadi negara maju dan berdiri di atas kaki sendiri. Namun, potensi tersebut hanya dapat terwujud apabila persatuan dan stabilitas sosial tetap terjaga.

“Sebagus apa pun program pemerintah, tidak akan berjalan optimal jika masyarakatnya tidak rukun. Kritik dan koreksi itu perlu, tetapi harus bersifat membangun, bukan memecah belah,” jelas Putih Sari.

Di Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari, Kapolda Banten Berharap Bhayangkari Menjadi Mitra Strategis Polri

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menyikapi derasnya arus informasi di era digital. Menurutnya, hoaks, disinformasi, dan konten provokatif kerap dimanfaatkan untuk merusak persatuan dan menggerus nilai-nilai Pancasila.

“Tidak semua informasi yang beredar itu benar. Kita harus cerdas, selektif, dan tidak mudah terprovokasi, terutama oleh konten yang bertujuan memecah belah masyarakat,” katanya.

Terkait isu ideologi dan nilai sosial, Putih Sari menegaskan bahwa Pancasila, khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menjadi pijakan utama dalam menyikapi berbagai dinamika sosial.

“Bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai agama, moral, dan kemanusiaan. Setiap perbedaan harus disikapi dengan cara yang beradab, tanpa kekerasan, tanpa pengucilan, dan tetap dalam bingkai Pancasila,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pengalaman bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19 sebagai bukti nyata kuatnya semangat gotong royong dan solidaritas nasional.

Polisi Bongkar Pabrik Obat Ilegal yang Beroperasi Senyap di Tengah Kota Bandung

“Bangsa ini sudah berkali-kali diuji, dan kita selalu mampu bangkit karena kekuatan persatuan dan kepedulian sosial,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Putih Sari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas lingkungan, mempererat silaturahmi, dan menanamkan nilai cinta tanah air mulai dari lingkungan terkecil.

“Jika lingkungan kita damai, bangsa ini akan kuat. Mari kita jaga persatuan, kita amalkan nilai Pancasila, dan bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan karya nyata,” pungkas Putih Sari.

Bagikan berita/artikel ini

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

Pemasangan PJU di RW 10 Dunguscariang Disorot, RAB Dipertanyakan, Lokasi dan Koordinasi Dinilai Janggal

× Advertisement
× Advertisement