Seputar Jabar
Beranda / Seputar Jabar / FPRB Karawang Ajak Masyarakat Cerdas dan Siap Hadapi Bencana

FPRB Karawang Ajak Masyarakat Cerdas dan Siap Hadapi Bencana

 

Karawang – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional 2025 yang jatuh pada 26 April, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Karawang, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Desa Sukaharja, menggelar sosialisasi kesiapsiagaan di dua lokasi strategis: RSUD Karawang dan Mall Festive Walk Galuh Mas KCP, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.

Tahun ini, peringatan HKB 2025 mengusung tema nasional “Siap untuk Selamat”, dengan pusat kegiatan nasional dipusatkan di Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini juga dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk gerakan bersama membangun budaya sadar bencana.

 

Efi Meninggalkan Rumah Sejak 2021, Suami Akhirnya Melaporkan Ke Polisi 

 

Puncak acara ditandai dengan pembunyian sirene peringatan serta pelaksanaan simulasi evakuasi bencana yang disambut antusias oleh masyarakat.

Ketua FPRB Kabupaten Karawang, H. Asep Mulyana, langsung memimpin kegiatan edukasi ini. Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, mulai dari gempa bumi, kebakaran, banjir, hingga bencana alam lainnya.

“Edukasi semacam ini penting agar masyarakat lebih siap, tidak panik, dan tahu langkah-langkah penyelamatan saat bencana terjadi,” ujar H. Asep Mulyana.

Dalam sesi sosialisasi, peserta — termasuk keluarga pasien, pengunjung mal, dan penjaga toko — diberikan pembekalan tentang langkah-langkah evakuasi mandiri, pengenalan jalur evakuasi, serta teknik bertindak cepat dan tenang saat menghadapi bencana. Mereka juga diingatkan untuk selalu waspada dan segera menghubungi call center BPBD Karawang jika terjadi keadaan darurat.

Siswa SMAN 1 Losarang Luka-Luka Dikeroyok Geng Sekolah, Orang Tua Lapor Polisi, Pihak Sekolah Intimidasi Video Jangan Disebarkan

“Kami ingin masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana di lingkungan RSUD maupun pusat perbelanjaan. Dengan kesiapsiagaan, risiko korban dan kerusakan dapat diminimalisir,” tambah H. Asep.

Pengenalan Warna Helm Keselamatan

Dalam simulasi, peserta juga diberikan pengetahuan tentang pentingnya helm keselamatan dan makna warna helm yang digunakan saat situasi darurat:

Helm Putih: Dipakai oleh pimpinan lapangan, supervisor, atau pengawas keselamatan.

Helm Kuning: Digunakan oleh pekerja umum atau masyarakat umum dalam evakuasi.

Petisi 26 Klarifikasi Pemberitaan yang Beredar, Bantah Tudingan Penyusup dan Dugaan Suap

Helm Biru: Biasanya dipakai oleh teknisi, tenaga medis, atau operator lapangan.

Helm Merah: Menandakan petugas keamanan, regu pemadam, atau tim penyelamat.

Helm Hijau: Digunakan oleh petugas kesehatan atau petugas K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Masyarakat diimbau memahami arti warna helm ini, agar saat evakuasi dapat dengan cepat mengenali siapa yang harus diikuti dan siapa yang bisa dimintai bantuan.

 

 

Membangun Budaya Siap Siaga

FPRB menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret membudayakan kesiapsiagaan dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan edukasi ini bertujuan membentuk individu yang cerdas dalam mengenali risiko dan mampu melindungi diri serta orang lain.

Dengan sinergi antara relawan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan ketangguhan Karawang dalam menghadapi bencana semakin kuat.

 

 

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

XTC Purwakarta Tantang Kejari Usut Tuntas Dugaan PLTS Rp18 Miliar dan Tunjangan DPRD Rp72 Juta

× Advertisement
× Advertisement