Politik dan Hukum Seputar Jabar
Beranda / Seputar Jabar / DPP Gibas Jaya Kecam Keras Gubernur Jabar: Ormas dan LSM Bukan Gerombolan Preman, Tapi Benteng Rakyat!

DPP Gibas Jaya Kecam Keras Gubernur Jabar: Ormas dan LSM Bukan Gerombolan Preman, Tapi Benteng Rakyat!

 

Bandung, Swarajabar.id
Pernyataan Gubernur Jawa Barat yang juga tokoh politik nasional, Dedi Mulyadi, yang menyebut ormas dan LSM sebagai “gerombolan preman”, menuai reaksi keras. Sekretaris Jenderal DPP LSM Gibas Jaya, Agus, secara terbuka mengecam pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk pelecehan terhadap eksistensi serta perjuangan ormas dan LSM, khususnya di Jawa Barat.

“Kami menolak dengan tegas pernyataan Gubernur Jabar yang menyamakan ormas dan LSM dengan gerombolan preman. Itu tuduhan keji, tidak berdasar, dan sangat melukai ribuan aktivis yang selama ini berjuang untuk rakyat, tanpa bayaran, tanpa kekuasaan,” tegas Agus dalam pernyataan sikap resminya, Selasa (9/4).

Menurut Agus, pernyataan tersebut tidak hanya mencemarkan nama baik ormas dan LSM, tetapi juga menciptakan stigma negatif yang bisa merusak semangat gotong royong, solidaritas sosial, dan partisipasi sipil dalam membangun bangsa.

“Di tengah lemahnya respons negara terhadap berbagai persoalan masyarakat, ormas dan LSM justru hadir di garis depan: mengadvokasi, melindungi, dan membantu warga. Kami ini benteng rakyat, bukan preman,” lanjut Agus.

Di Peringatan HUT TNI Ke-81, Pemred SwaraJabar.id Berharap TNI Semakin Kuat Menjaga Bangsa dan Negara dari Segala Ancaman

Agus menekankan bahwa Gibas Jaya dan ormas-ormas lain di Jawa Barat selama ini aktif dalam kegiatan sosial, edukasi hukum, hingga bela negara. Mereka menjadi perisai sosial saat negara tak mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Jika hari ini ormas dan LSM dicap preman, maka sejarah telah dilupakan. Kita ingat, saat pandemi, saat bencana, saat masyarakat dipinggirkan—ormas dan LSM yang turun duluan. Bukan pejabat, bukan elite,” tegasnya.

DPP Gibas Jaya mendesak Gubernur Jabar mencabut ucapannya dan meminta maaf secara terbuka kepada seluruh ormas dan LSM di Jawa Barat. Agus menilai, jika pemimpin daerah mulai merendahkan kekuatan sipil, maka itu adalah bentuk kemunduran demokrasi.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ormas dan LSM bukan pelengkap penderita, kami adalah bagian dari kekuatan bangsa. Jangan remehkan kami. Jangan samakan kami dengan segelintir oknum,” tutup Agus.

DPP Gibas Jaya juga mengajak seluruh elemen ormas, LSM, dan masyarakat sipil Jawa Barat untuk tetap solid menjaga kehormatan organisasi, melawan stigmatisasi, dan terus berdiri tegak membela rakyat serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Efi Meninggalkan Rumah Sejak 2021, Suami Akhirnya Melaporkan Ke Polisi 

 

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

XTC Purwakarta Tantang Kejari Usut Tuntas Dugaan PLTS Rp18 Miliar dan Tunjangan DPRD Rp72 Juta

× Advertisement
× Advertisement