Umum
Beranda / Umum / BPPKB Banten HDS Jatisampurna: Konsolidasi yang Berbuah Pengabdian

BPPKB Banten HDS Jatisampurna: Konsolidasi yang Berbuah Pengabdian

Serahkan SK Kepengurusan, Salurkan 10 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

KOTA BEKASI — Konsolidasi organisasi idealnya tidak berhenti pada penguatan struktur, melainkan harus bermuara pada pengabdian yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Semangat itulah yang ditunjukkan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) BPPKB Banten HDS Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, melalui momentum penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan ranting sekaligus aksi sosial penyaluran air bersih, Minggu (6/9/2026).

Bertempat di sekretariat DPAC Jatisampurna, kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dengan dihadiri jajaran pengurus DPC, DPAC hingga ranting se-Kecamatan Jatisampurna. Penyerahan SK kepengurusan ranting dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) menjadi momentum penting untuk memperkokoh fondasi organisasi sekaligus menegaskan tanggung jawab setiap pengurus dalam menjalankan amanah.

Penyerahan tersebut dilakukan oleh Adang Supriyatna, didampingi Ketua DPC BPPKB Banten HDS Kota Bekasi Febrian beserta jajaran pengurus DPC. Bagi organisasi, momentum itu bukan sekadar prosesi administratif, melainkan simbol penguatan legitimasi sekaligus kesiapan seluruh jajaran untuk membangun organisasi yang lebih tertib, solid dan memiliki orientasi pengabdian yang jelas.

Karang Taruna Sertajaya Hadirkan Solusi Nyata Pengurangan Pengangguran, 47 Warga Terserap Kerja dalam Dua Pekan melalui Kolaborasi Strategis

Dalam arahannya, Febrian menekankan bahwa kekuatan organisasi sejatinya tidak ditentukan oleh atribut maupun besarnya struktur, tetapi oleh kemampuan menghadirkan manfaat. “Struktur yang kuat adalah pangkal gerakan yang berdampak. Tetapi kekuatan itu harus berbuah manfaat untuk rakyat,” tegasnya, seraya mendorong seluruh pengurus agar menjadikan amanah organisasi sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.

Pesan tersebut kemudian diterjemahkan dalam tindakan nyata. Di tengah persoalan kekeringan yang dialami sejumlah masyarakat Kabupaten Bekasi, BPPKB Banten HDS Jatisampurna bersama jajaran pengurus dan warga sekitar sekretariat bergerak menggalang bantuan 10 tangki air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Aksi kemanusiaan tersebut menjadi bukti bahwa solidaritas dapat tumbuh ketika organisasi mampu menyatukan kepedulian berbagai elemen. Bantuan tidak hanya berasal dari jajaran pengurus DPC dan DPAC, tetapi juga mendapat dukungan masyarakat sekitar sekretariat yang secara sukarela turut berkontribusi. Semangat gotong royong inilah yang menjadikan kegiatan tersebut lebih dari sekadar agenda organisasi.

“Kami tidak ingin hanya berbicara di atas kertas. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran kami,” ujar salah seorang pengurus DPAC yang terlibat dalam proses penggalangan dan distribusi bantuan air bersih. Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan arah baru organisasi yang ingin mengukur keberadaannya melalui manfaat, bukan sekadar eksistensi.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan kelembagaan dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan. Kepengurusan ranting yang semakin tertata diharapkan menjadi basis bagi lahirnya berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pemberdayaan, sosial kemasyarakatan hingga penguatan kebersamaan dan semangat kebangsaan.

GUNTUR PRAMANA PUTRA DISOROT! LBH ARYA MANDALIKA DESAK BKPSDM KARAWANG USUT DUGAAN KERJA SAMA BERKEDOK PROYEK PEMERINTAH

Dengan berlandaskan semangat “Berlandaskan Ketakwaan, Menjaga Persatuan, Mengabdi untuk Bangsa dan Agama,” BPPKB Banten HDS Jatisampurna menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang tidak hanya kokoh secara internal, tetapi juga mampu menjadi mitra masyarakat dan pemerintah dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial.

Pada akhirnya, penyerahan SK dan AD/ART merupakan fondasi, sementara penyaluran 10 tangki air bersih menjadi salah satu wujud dari bagaimana fondasi tersebut diterjemahkan menjadi pengabdian. Dari konsolidasi lahir kekuatan, dari kekuatan tumbuh kepedulian, dan dari kepedulian itulah sebuah organisasi memperoleh makna sejatinya—hadir, bergerak dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

Pemasangan PJU di RW 10 Dunguscariang Disorot, RAB Dipertanyakan, Lokasi dan Koordinasi Dinilai Janggal

× Advertisement
× Advertisement