KABUPATEN BEKASI — Usai resmi dilantik sebagai Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dr. H. Asep Surya Atmadja menunjukkan sisi humanis dan kedekatan emosional dengan keluarga melalui ziarah ke makam kakak kandungnya, almarhum Eka Supria Atmadja, yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Bekasi.
Momen penuh khidmat tersebut menjadi ungkapan rasa hormat, cinta, dan doa seorang adik kepada kakak yang telah mendahuluinya. Di tengah amanah besar yang kini diemban sebagai kepala daerah, dr. H. Asep Surya Atmadja menyempatkan diri untuk mengenang sosok almarhum yang memiliki perjalanan pengabdian bagi Kabupaten Bekasi.
Ziarah tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kekhusyukan. Doa dipimpin oleh H. Toto Iskandar, yang mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhum agar senantiasa mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Bagi dr. H. Asep Surya Atmadja, momen ini bukan sekadar kunjungan ke makam keluarga, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap kenangan, nilai-nilai kehidupan, dan jejak pengabdian yang telah ditinggalkan sang kakak.
Almarhum Eka Supria Atmadja merupakan bagian penting dalam perjalanan keluarga sekaligus pernah mengemban tanggung jawab sebagai Bupati Bekasi. Pengalaman dan pengabdiannya menjadi bagian dari sejarah perjalanan pemerintahan daerah yang tidak terpisahkan dari dinamika pembangunan Kabupaten Bekasi.
Di balik jabatan dan tanggung jawab publik, momen ziarah tersebut memperlihatkan bahwa nilai-nilai kekeluargaan, penghormatan kepada orang yang telah berjasa, serta doa bagi mereka yang telah berpulang tetap memiliki tempat tersendiri.
Pelantikan sebagai Bupati Bekasi definitif membawa tanggung jawab besar bagi dr. H. Asep Surya Atmadja untuk melanjutkan roda pemerintahan dan menjawab berbagai harapan masyarakat. Amanah tersebut menuntut kepemimpinan yang berintegritas, kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, serta komitmen untuk mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Di tengah momentum penting tersebut, ziarah kepada sang kakak menghadirkan pesan mendalam bahwa pengabdian tidak hanya berkaitan dengan jabatan dan kewenangan, tetapi juga dengan nilai kemanusiaan, ketulusan, serta kesadaran untuk menghormati perjalanan hidup orang-orang yang telah mendahului.
Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang baik perlu dibangun di atas fondasi nilai moral, kepedulian, dan tanggung jawab. Masyarakat tentu berharap, di bawah kepemimpinan dr. H. Asep Surya Atmadja, Kabupaten Bekasi semakin maju, pelayanan publik semakin baik, dan pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ziarah tersebut menjadi potret sederhana namun bermakna: di tengah amanah besar sebagai Bupati Bekasi, doa untuk keluarga dan penghormatan kepada sang kakak tetap menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.




Komentar