KARAWANG — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober menjadi momentum penting untuk kembali merefleksikan nilai-nilai dasar yang diwariskan para pendiri bangsa sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Kabupaten Karawang, Jayadi, yang mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Pancasila bukan sekadar dasar negara dan simbol kebangsaan, tetapi sebagai nilai hidup yang nyata dalam perilaku sehari-hari.
Menurut Jayadi, Pancasila lahir dari proses panjang pemikiran dan perjuangan para pendiri bangsa yang memiliki cita-cita besar untuk membangun Indonesia sebagai negara yang berdaulat, menjunjung keadilan, serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bagaimana kita menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, bergotong royong, bermusyawarah, hingga memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bersama,” ujar Jayadi.
Ia menilai, semangat tersebut sangat relevan dengan karakter masyarakat Kabupaten Karawang yang memiliki sejarah panjang perjuangan serta dikenal dengan semboyan “Pangkal Perjuangan.”
Bagi Jayadi, istilah Pangkal Perjuangan tidak semestinya hanya dipahami sebagai identitas historis Kabupaten Karawang. Lebih dari itu, semangat tersebut dapat menjadi nilai yang terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam menghadapi perubahan zaman.
“Karawang dikenal sebagai Pangkal Perjuangan. Semangat perjuangan itu harus terus kita jaga. Perjuangan hari ini tentu berbeda dengan perjuangan para pendahulu. Kalau dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka perjuangan kita sekarang adalah bagaimana mengisi kemerdekaan dengan karya, persatuan, kepedulian, dan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.
Jayadi juga menekankan bahwa keberagaman merupakan salah satu kekuatan utama Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya, profesi, pandangan, maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh.
Sebaliknya, perbedaan harus ditempatkan dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai Pancasila agar menjadi energi yang memperkuat kehidupan kebangsaan.
“Jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan. Kita boleh berbeda pilihan, berbeda pendapat, dan berbeda latar belakang, tetapi kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” tutur Jayadi.
Dalam konteks kehidupan sosial, ia mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong, saling menghormati, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Sementara dalam kehidupan bernegara, nilai Pancasila menurutnya dapat diwujudkan melalui sikap taat terhadap aturan, menghargai proses demokrasi, menjaga persatuan, serta ikut mengambil bagian dalam pembangunan sesuai kapasitas masing-masing.
Sebagai Ketua PAMDI Kabupaten Karawang, Jayadi juga melihat dunia seni dan musik memiliki ruang strategis untuk menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan kebangsaan kepada masyarakat.
Menurutnya, musik tidak hanya memiliki fungsi hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk membangun persaudaraan, menyampaikan pesan moral, memperkenalkan budaya, serta menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat.
“Seniman dan pelaku musik juga memiliki tanggung jawab sosial. Melalui karya, kita bisa menyampaikan pesan perdamaian, persatuan, toleransi dan semangat membangun negeri. Musik harus bisa menjadi jembatan yang mendekatkan masyarakat, bukan menjadi ruang yang memecah belah,” ujarnya.
Jayadi berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga membutuhkan karakter, persatuan dan kepedulian sosial.
Hal tersebut sejalan dengan tema Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Tema tersebut, kata Jayadi, mengandung pesan bahwa cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen bangsa memiliki komitmen untuk menjaga persatuan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
“Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Itu adalah cita-cita bersama. Masyarakat, dunia usaha, seniman, pemuda, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa memiliki peran masing-masing,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat Karawang untuk menjadikan momentum Hari Kesaktian Pancasila sebagai ruang introspeksi sekaligus penguatan komitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Semoga semangat para pendiri bangsa terus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang. Mari kita rawat persatuan, kita jaga kebersamaan, dan kita isi kemerdekaan dengan karya nyata. Dari Karawang sebagai Pangkal Perjuangan, mari kita terus menanamkan semangat perjuangan untuk Indonesia yang semakin berdaulat, adil dan makmur,” pungkas Jayadi.
Di akhir penyampaiannya, Jayadi menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Karawang.
“Selamat Hari Kesaktian Pancasila. Mari kita jadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam tindakan, persatuan sebagai kekuatan, dan semangat Pangkal Perjuangan sebagai inspirasi untuk terus berkarya bagi bangsa dan negara.”


Komentar