BEKASI — Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra sekaligus Ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Bekasi, Darissalam, mengajak masyarakat Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, untuk tidak hanya memahami Empat Pilar Kebangsaan, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Darissalam dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari, di Desa Sumber Jaya, Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutannya, Darissalam terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pemilihan kepala desa di Kabupaten Bekasi, khususnya di Desa Sumber Jaya. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan pemilihan kepala desa yang berlangsung aman dan kondusif merupakan bagian penting dari proses demokrasi di tingkat masyarakat.
“Desa Sumber Jaya ini unik. Insya Allah dengan terpilihnya kepala desa yang baru, Sumber Jaya semakin maju, jaya, jaya, jaya,” ujar Darissalam disambut antusias masyarakat.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada unsur pemerintahan dan masyarakat yang hadir, mulai dari Babinsa, perangkat kewilayahan, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.
Secara khusus, Darissalam menyampaikan apresiasi kepada Putih Sari yang hadir memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya Empat Pilar MPR RI.
Menurut Darissalam, kedekatan dan sinergi dengan Putih Sari telah berlangsung dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat.
“Kalau kenal Ibu Doktor Gigi Putih Sari, kenal juga dengan Pak Darissalam. Di mana ada Ibu Putih Sari, insya Allah Pak Darissalam ada di situ,” ucapnya dengan nada humor yang disambut tawa dan tepuk tangan warga.
Darissalam kemudian menceritakan perjalanan dirinya hingga dipercaya masyarakat menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Ia mengatakan, meskipun kini menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, dirinya tetap berusaha mempertahankan kedekatan dengan dunia pertanian.
“Alhamdulillah, saya dipercaya oleh masyarakat dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Orangnya masih tetap kurus, hitam, karena setiap hari saya selalu bekerja di sawah sebelum ke kantor,” katanya.
Empat Pilar Bukan Sekadar Hafalan
Memasuki substansi utama, Darissalam menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan memiliki posisi penting sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia menyebut Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai nilai-nilai yang harus terus dipahami dan diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar menghafalkan Empat Pilar tersebut, melainkan bagaimana nilai-nilainya diwujudkan dalam perilaku nyata.
“Semua mungkin sudah hafal apa itu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan yang lainnya. Yang sulit adalah mengamalkannya,” tegas Darissalam.
Ia menilai, semangat persatuan harus dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga, tetangga, RT, RW, desa, hingga kehidupan bermasyarakat secara lebih luas.
Bagi Darissalam, demokrasi di tingkat desa juga merupakan salah satu ruang nyata bagi masyarakat untuk mempraktikkan nilai-nilai kebangsaan.
Apresiasi Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi
Dalam kesempatan tersebut, Darissalam turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pemilihan kepala desa di Kabupaten Bekasi yang menggunakan sistem baru.
Ia menilai sistem tersebut mampu membuat proses pemilihan berlangsung lebih efektif sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengetahui hasil pemilihan.
“Biasanya Sumber Jaya itu satu minggu baru selesai. Sekarang Alhamdulillah, dengan sistem yang baru, cukup satu hari. Berapa pun pemilihnya, satu hari juga selesai,” ungkapnya.
Darissalam juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa.
Ia menyebut pelaksanaan pemilihan kepala desa di 154 desa Kabupaten Bekasi berjalan aman dan kondusif.
“Sejauh yang saya ketahui, dari 154 desa yang mengadakan pemilihan, semuanya berjalan aman dan kondusif. Tepuk tangan buat Bekasi,” katanya.
Menurutnya, suasana demokrasi yang aman dan kondusif harus terus dipertahankan setelah seluruh tahapan pemilihan selesai. Perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memutus hubungan sosial antarmasyarakat.
Jangan Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Teruji
Pada bagian akhir sambutannya, Darissalam mengajak masyarakat tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi membawa pesan-pesan kebangsaan tersebut ke lingkungan masing-masing.
Ia berharap masyarakat yang hadir dapat menyampaikan kembali pentingnya persatuan dan kesatuan kepada keluarga, tetangga, serta lingkungan sosialnya.
“Setelah pulang, mari kita tularkan dan sampaikan kepada keluarga serta tetangga kita tentang pentingnya persatuan dan kesatuan untuk menuju Indonesia Emas,” tuturnya.
Darissalam juga mengingatkan masyarakat agar semakin bijak dalam menerima informasi, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.
Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
“Jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita yang belum pasti kebenarannya. Kita harus benar-benar bisa menyadarkan dan memberitahu masyarakat agar jangan mudah diajak kepada sesuatu yang kira-kira menimbulkan hal yang tidak baik,” pesannya.
Menurut Darissalam, masyarakat yang memiliki kesadaran kebangsaan akan lebih mampu menjaga kerukunan sekaligus menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang.
Ia berharap Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya gotong royong, toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Semoga apa yang disampaikan hari ini dapat kita amalkan bersama. Persatuan dan kesatuan adalah modal penting untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.


Komentar