KARAWANG — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Sabil Akbar, M.Ip., bersama Sabil Akbar Center (SAC) tengah menyiapkan sebuah agenda silaturahmi yang dikemas lebih dekat dengan kehidupan masyarakat melalui “Roadshow Ngaliwet Akbar”.
Berbeda dengan kegiatan yang berlangsung dalam suasana formal, Roadshow Ngaliwet Akbar dirancang untuk menyambangi masyarakat secara langsung dari desa ke desa. Konsep tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang lebih cair, sekaligus membuka komunikasi antara Sabil Akbar, SAC, komunitas, dan masyarakat di berbagai wilayah.
Gagasan tersebut disampaikan Sabil Akbar dalam agenda Pendidikan Politik Partai NasDem yang juga membahas persiapan roadshow, kegiatan sosial, serta pengembangan program SAC secara berkelanjutan.
Menurut Sabil, ngaliwet bukan sekadar aktivitas makan bersama. Di dalamnya terdapat tradisi kebersamaan yang memungkinkan masyarakat duduk sejajar, berbincang secara terbuka, sekaligus membangun kembali kedekatan sosial.
“Malam Ngaliwet Akbar ini bukan sekadar makan bersama. Yang ingin kita bangun adalah suasana kebersamaan. Kita duduk bersama, berbicara, mendengar aspirasi masyarakat, dan mempererat silaturahmi,” ujar Sabil.
Keliling Desa, Mendekatkan SAC dengan Masyarakat
Roadshow Ngaliwet Akbar direncanakan berlangsung secara bertahap dengan menyasar sejumlah desa dan wilayah yang menjadi bagian dari jejaring SAC.
Konsep keliling desa tersebut memungkinkan kegiatan tidak hanya terpusat di satu lokasi. Setiap wilayah memiliki kesempatan menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat dengan Sabil Akbar dan jejaring SAC.
Sejumlah wilayah seperti Cikampek, Klari, hingga Rengasdengklok menjadi bagian dari pembahasan awal mengenai lokasi kegiatan. Pelaksanaan selanjutnya akan disesuaikan dengan kesiapan masing-masing wilayah serta komunikasi dengan masyarakat setempat.
Sabil menekankan bahwa setiap kegiatan harus dibangun berdasarkan semangat kolaborasi. Karena itu, koordinator wilayah maupun komunitas diberikan ruang untuk berkomunikasi dan menyampaikan kesiapan masing-masing.
“Yang kita bangun bukan sekadar jumlah orang yang hadir. Yang lebih penting adalah kualitas hubungan, komunikasi dan manfaat kegiatan tersebut bagi masyarakat,” tuturnya.
Ngaliwet sebagai Ruang Mendengar Aspirasi
Bagi Sabil, salah satu nilai penting dari Roadshow Ngaliwet Akbar adalah terciptanya ruang komunikasi yang tidak terlalu formal.
Menurutnya, aspirasi masyarakat tidak selalu muncul dalam forum resmi. Dalam suasana yang lebih santai dan kekeluargaan, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan, harapan, maupun gagasan secara lebih terbuka.
Karena itu, kegiatan ngaliwet diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kebersamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat.
“Ketika ada agenda yang memang bisa dilaksanakan bersama, kita hadir, kita bangun komunikasi dan kita jaga hubungan baik dengan masyarakat,” katanya.
Dari Desa untuk Desa
Sabil juga mendorong agar Roadshow Ngaliwet Akbar tidak menjadi kegiatan yang sepenuhnya terpusat pada SAC.
Sebaliknya, setiap pelaksanaan diharapkan dapat tumbuh dari inisiatif masyarakat dan koordinator wilayah. Dengan demikian, bentuk kegiatan dapat menyesuaikan karakter, kebutuhan, dan potensi masing-masing desa.
Konsep tersebut sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan berbagai komunitas, organisasi masyarakat, kelompok pemuda, serta jejaring sosial lainnya.
Sabil berharap kolaborasi tersebut dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat.
Memperkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
Selain ngaliwet, SAC juga tengah mempertimbangkan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang dapat dikolaborasikan dalam rangkaian roadshow.
Kegiatan olahraga bersama, senam, aktivitas sosial, serta program kemasyarakatan lainnya dapat menjadi bagian dari agenda SAC di berbagai wilayah.
Menurut Sabil, pilihan kegiatan harus tetap berorientasi pada upaya mempertemukan masyarakat dan memberikan manfaat.
“Yang kita cari adalah kegiatan yang bisa mempertemukan masyarakat. Yang penting bagaimana kita bisa terus berjalan bersama, menjaga silaturahmi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Membangun SAC dengan Semangat Kesetaraan
Dalam pelaksanaan Roadshow Ngaliwet Akbar, Sabil juga menekankan pentingnya semangat kesetaraan di antara seluruh unsur yang terlibat.
Ia berharap tidak ada sekat yang terlalu kuat antara koordinator, anggota, komunitas, maupun masyarakat.
“Ke depan saya berharap tidak ada yang merasa paling tinggi atau paling rendah. Kita bangun kesetaraan. Yang ada adalah koordinator-koordinator yang bekerja sesuai wilayah dan tanggung jawabnya,” tegasnya.
Menurut Sabil, mereka yang selama ini telah berkontribusi dalam perjalanan SAC juga harus tetap dirangkul dan diberikan ruang untuk mengambil bagian.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun jejaring SAC agar semakin luas, tetapi tetap memiliki ikatan kebersamaan yang kuat.
Roadshow yang Diharapkan Menjadi Tradisi
Melalui Roadshow Ngaliwet Akbar, Sabil Akbar berharap terbangun sebuah tradisi baru dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat.
Desa tidak hanya dipandang sebagai tempat berlangsungnya kegiatan, tetapi sebagai ruang penting untuk mendengar, berdialog, dan membangun hubungan sosial secara langsung.
Bagi Sabil, semakin luas wilayah yang dikunjungi, semakin banyak pula masyarakat yang dapat ditemui dan didengarkan aspirasinya.
Karena itu, perjalanan SAC ke depan diarahkan untuk terus memperluas jejaring di berbagai wilayah Kabupaten Karawang maupun daerah lainnya di Jawa Barat.
Pada akhirnya, Roadshow Ngaliwet Akbar bukan sekadar perjalanan dari satu desa ke desa lainnya. Ia dirancang sebagai perjalanan silaturahmi—mendatangi masyarakat, duduk bersama, mendengar cerita, menyerap aspirasi, dan membangun kebersamaan.
Dari satu desa menuju desa berikutnya, dari satu meja ngaliwet ke meja ngaliwet lainnya, Sabil Akbar bersama SAC ingin menjaga satu pesan sederhana: kedekatan dengan masyarakat harus dirawat dengan kehadiran, komunikasi, dan kepedulian yang nyata.


Komentar