Umum
Beranda / Umum / H. Margono: Dari Desa untuk Indonesia, Komitmen APDESI Karawang di Hari Desa Nasional 2026

H. Margono: Dari Desa untuk Indonesia, Komitmen APDESI Karawang di Hari Desa Nasional 2026

KARAWANG — Peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2026 menjadi panggung refleksi bagi para pemangku kebijakan desa. Di Kabupaten Karawang, figur H. Margono, A.Md, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) Merah Putih Karawang, tampil sebagai suara yang konsisten menggaungkan pentingnya desa sebagai pusat kekuatan pembangunan bangsa.

Bagi H. Margono, Hari Desa Nasional bukan sekadar penanda kalender seremonial, melainkan momentum moral untuk menegaskan kembali jati diri desa. Ia meyakini, arah masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola desa hari ini—mulai dari kepemimpinan, partisipasi warga, hingga keberanian berinovasi.

“Desa adalah titik awal peradaban. Ketika desa kuat, negara akan kokoh. Karena itu, membangun Indonesia harus dimulai dari desa,” ujar H. Margono, menegaskan filosofi kepemimpinannya.

Sebagai Ketua DPC APDESI Karawang, H. Margono dikenal aktif mendorong kepala desa agar tidak sekadar menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial. Ia menekankan pentingnya integritas, transparansi, serta pengelolaan potensi lokal sebagai fondasi kemandirian desa.

Tema “Membangun Desa, Membangun Indonesia. Desa Terdepan untuk Indonesia” menurutnya bukan jargon, melainkan panggilan tanggung jawab. Di bawah kepemimpinannya, APDESI Karawang terus menguatkan sinergi antar desa, memperkuat kapasitas aparatur desa, serta membangun komunikasi konstruktif dengan pemerintah daerah.

Pasca Dilantik Sebagai Bupati Bekasi Definitif, dr. H. Asep Surya Atmadja Ziarah ke Makam Sang Kakak, Almarhum Eka Supria Atmadja

Komitmen tersebut mendapat resonansi positif dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Dukungan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. dan Wakil Bupati H. Maslani dipandang H. Margono sebagai bukti bahwa pembangunan desa kini ditempatkan sebagai prioritas strategis daerah.

“Kolaborasi adalah kunci. Desa tidak bisa berjalan sendiri, dan pemerintah daerah tidak akan berhasil tanpa desa yang kuat,” ungkapnya.

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang melibatkan Pemerintah Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, menjadi cerminan konkret dari semangat kolaborasi tersebut. H. Margono berharap, momentum ini melahirkan kesadaran kolektif bahwa desa harus terus bertransformasi—tanpa kehilangan akar budaya dan nilai gotong royong.

Melalui Hari Desa Nasional, H. Margono menutup pesannya dengan ajakan reflektif: menjadikan desa bukan sekadar halaman belakang pembangunan, melainkan beranda utama Indonesia. Sebab dari desa, ketahanan bangsa dibangun; dari desa pula, harapan Indonesia bertumbuh.

Putih Sari Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga dalam Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045
Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

Pemasangan PJU di RW 10 Dunguscariang Disorot, RAB Dipertanyakan, Lokasi dan Koordinasi Dinilai Janggal

× Advertisement
× Advertisement