Umum
Beranda / Umum / H Jaya Marjaya Perjuangkan Insentif Guru Ngaji, Imam, dan Marbot Masjid: “Ini Tentang Keadilan untuk Para Pelayan Umat”

H Jaya Marjaya Perjuangkan Insentif Guru Ngaji, Imam, dan Marbot Masjid: “Ini Tentang Keadilan untuk Para Pelayan Umat”

Bekasi — Dalam agenda Reses Tahun Sidang ke-2 Tahun 2025, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Jaya Marjaya, S.E., S.H., M.Si., menyerap langsung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, Senin (3/11/2025).

Kegiatan reses yang berlangsung di wilayah Dapil 6 itu dihadiri oleh Sekretaris Tanfidziyah PC Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bekasi, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bekasi, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mereka hadir dengan semangat yang sama: mempercayakan aspirasi umat dan rakyat untuk disuarakan oleh H. Jaya Marjaya, sosok legislator PKB yang dikenal konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat bawah dan pelayan keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Marjaya menegaskan bahwa Fraksi PKB tengah memperjuangkan lahirnya Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tentang honorarium dan insentif bagi guru ngaji, imam masjid, dan marbot masjid, serta mendorong hibah khusus untuk pondok pesantren di Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, para pelayan keagamaan seperti guru ngaji, imam, dan marbot masjid memiliki kontribusi besar dalam membangun karakter dan moral masyarakat. Karena itu, mereka layak mendapatkan perhatian dan penghargaan dari pemerintah daerah.

KDM Optimistis Asep Surya Atmadja Bawa Kabupaten Bekasi Lebih Bersih dan Tertata, Pemprov Jabar Siap Beri Dukungan Penuh

> “Fraksi PKB sedang bergerilya memperjuangkan agar seluruh guru ngaji, imam, dan marbot masjid mendapatkan insentif yang layak dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. Selain itu, kami juga tengah mendorong adanya hibah bagi pondok pesantren agar lembaga pendidikan keagamaan bisa berkembang lebih baik dan memiliki sarana serta prasarana yang memadai,” ujar Jaya Marjaya di hadapan masyarakat yang hadir.

Politisi PKB yang juga dikenal dekat dengan kalangan pesantren ini menambahkan, perjuangan tersebut bukan sekadar janji politik, melainkan wujud nyata keberpihakan PKB terhadap umat. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap sektor keagamaan harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan alokasi anggaran yang konkret, bukan hanya dalam tataran seremonial.

Selain fokus pada penguatan sektor keagamaan, Jaya Marjaya juga menyinggung rencana pembangunan daerah untuk tahun anggaran 2026 yang kini tengah digodok. Ia memastikan bahwa wilayah Dapil 6 akan tetap menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan, dengan sederet program strategis yang telah masuk dalam draft perencanaan.

> “Ada sekitar 280 kegiatan yang sudah masuk dalam draf perencanaan untuk Dapil 6. Namun karena adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, tentu akan ada penyesuaian. Kami akan terus kawal agar Pemkab Bekasi lebih jeli menentukan prioritas — mana yang bisa ditunda dan mana yang harus dijalankan segera,” tegasnya.

Dalam forum yang dihadiri para tokoh masyarakat itu, Jaya Marjaya juga menyoroti situasi ekonomi daerah yang mulai melambat, terutama akibat gelombang PHK di sejumlah perusahaan seperti PT Michelin. Ia menilai hal tersebut menjadi peringatan bagi semua pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi melindungi kesejahteraan masyarakat.

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ekonomi Kerakyatan dan Kemandirian Nasional Jadi Agenda Strategis

> “Fenomena PHK di beberapa perusahaan menjadi alarm bahwa kita perlu bekerja lebih keras dan lebih solid. Kita harus bahu-membahu, memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan wakil rakyat agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada rakyat,” ucapnya penuh empati.

Menutup kegiatan resesnya, Jaya Marjaya menegaskan komitmennya bersama Fraksi PKB untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan akan diperjuangkan hingga tahap kebijakan.

> “Apa yang kami lakukan hari ini adalah bagian dari tanggung jawab moral dan politik kami kepada masyarakat. Kami akan terus memperjuangkan kesejahteraan guru ngaji, imam, dan marbot masjid, serta memastikan pondok pesantren mendapatkan dukungan hibah dari pemerintah daerah. Semua ini demi kemaslahatan umat dan kemajuan Bekasi,” pungkasnya.

Dengan semangat keberpihakan terhadap umat dan komitmen kuat mengawal pembangunan, H. Jaya Marjaya menegaskan bahwa Fraksi PKB akan tetap berdiri di garis depan memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi — terutama bagi mereka yang telah mengabdikan diri untuk kehidupan keagamaan dan moral bangsa.

Pasca Dilantik Sebagai Bupati Bekasi Definitif, dr. H. Asep Surya Atmadja Ziarah ke Makam Sang Kakak, Almarhum Eka Supria Atmadja
Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

Pemasangan PJU di RW 10 Dunguscariang Disorot, RAB Dipertanyakan, Lokasi dan Koordinasi Dinilai Janggal

× Advertisement
× Advertisement