KARAWANG — Ketua Umum FORTAL (Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang) Nusantara, Kang Edo, menyampaikan pesan tegas sekaligus memberikan semangat kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia agar tidak menyurutkan semangat nasionalisme dan patriotisme dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Kang Edo menyikapi pemberitaan mengenai penindakan terhadap delapan anggota Polri di wilayah Karawang oleh Polda Jawa Barat, yang dikabarkan turut melibatkan Kasat Narkoba dan dua perwira terkait dugaan pembebasan pengedar obat keras.
Menurut Kang Edo, peristiwa tersebut merupakan persoalan serius yang harus menjadi bahan evaluasi bersama. Namun, ia menegaskan bahwa dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah oknum tidak boleh dijadikan alasan untuk meruntuhkan semangat dan kepercayaan terhadap ribuan anggota Polri yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi, integritas, dan tanggung jawab.
“Kami dari FORTAL Nusantara tetap memberikan semangat kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang benar-benar mengabdikan diri untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Jangan sampai kejadian yang melibatkan sejumlah oknum ini menyurutkan semangat nasionalisme dan patriotisme para anggota Polri yang selama ini bekerja dengan tulus, menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi masyarakat.” ujar Kang Edo.
Ia menegaskan, tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota kepolisian tersebut tidak boleh menjadi preseden buruk, terlebih sampai memengaruhi pola pikir dan perilaku anggota Polri lainnya.
“Jangan sampai contoh buruk ini kembali terjadi di kemudian hari. Jangan pula sampai menjadi preseden yang merusak semangat anggota Polri yang benar-benar menjunjung tinggi sumpah jabatan dan berjuang menjaga kehormatan institusinya. Kepolisian adalah institusi negara yang memiliki tanggung jawab besar. Marwahnya harus dijaga oleh setiap anggota, di mana pun berada dan dalam keadaan apa pun,” tegasnya.
Hukum Harus Tegas dan Memberikan Efek Jera
Kang Edo juga menyoroti pentingnya penegakan hukum yang tegas, objektif, dan tanpa pandang bulu. Menurutnya, supremasi hukum tidak boleh berhenti pada masyarakat umum, tetapi harus ditegakkan secara konsisten terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk anggota kepolisian.
Ia menilai, apabila dugaan pelanggaran tersebut terbukti melalui proses hukum yang sah, maka penindakan harus dilakukan secara proporsional, tegas, dan mampu memberikan efek jera.
“Hukum di Indonesia harus benar-benar ditegakkan. Tidak boleh ada perlakuan istimewa hanya karena seseorang mengenakan seragam atau memiliki jabatan. Jika terbukti melakukan kejahatan, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Ketegasan hukum harus menjadi bukti bahwa negara tidak memberikan ruang bagi siapa pun untuk menyalahgunakan kewenangannya.” ungkap Kang Edo.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa apabila dugaan keterlibatan dalam pembebasan pengedar obat keras tersebut terbukti, maka persoalan ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan sebuah pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat dan amanat pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Ini bukan persoalan sepele. Jika benar terbukti ada anggota yang menyalahgunakan kewenangan untuk membebaskan pengedar obat keras, maka perbuatan tersebut merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat, bangsa, dan negara. Bahkan, secara moral, ini merupakan pengkhianatan terhadap institusi Polri yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum,” tegasnya.
Momentum Memulihkan Marwah dan Kepercayaan Publik
Kang Edo berharap, penanganan perkara ini dapat menjadi momentum penting bagi institusi Polri untuk memperkuat pengawasan internal, meningkatkan integritas personel, serta memastikan bahwa setiap anggota menjalankan tugas sesuai dengan sumpah dan tanggung jawabnya.
Menurutnya, ketegasan dalam menindak oknum yang terbukti bersalah justru akan memperkuat institusi, bukan melemahkannya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap memberikan dukungan kepada anggota kepolisian yang bekerja secara profesional, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab.
“Jangan kita mencampuradukkan perbuatan oknum dengan pengabdian seluruh anggota Polri. Masih banyak polisi yang bekerja dengan hati, mempertaruhkan keselamatan demi masyarakat, dan menjaga keutuhan bangsa. Mereka harus tetap mendapatkan dukungan dan penghormatan.”
“Namun, terhadap siapa pun yang terbukti mencederai kepercayaan rakyat, hukum harus berbicara dengan tegas. Jangan ada kompromi terhadap kejahatan, terlebih jika dilakukan oleh mereka yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat,” pungkas Kang Edo.
FORTAL Nusantara berharap, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh jajaran kepolisian agar senantiasa menjaga kehormatan seragam, menjunjung tinggi supremasi hukum, serta menempatkan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Dengan penegakan hukum yang transparan, profesional, dan berkeadilan, kepercayaan publik terhadap institusi Polri diharapkan dapat terus diperkuat demi terwujudnya Indonesia yang aman, berdaulat, dan berkeadilan.




Komentar