BEKASI – Kabupaten Bekasi kembali memiliki alasan untuk menaruh harapan pada generasi muda di bidang sepak bola. Muhammad Rosi Aquilani, siswa SMPN 1 Cikarang Selatan berusia 14 tahun, berhasil menembus skuad EPA (Elite Pro Academy) U-16 Garudayaksa, yang bermarkas atau memiliki homebase di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Kesempatan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan Rosi sebagai pesepak bola muda. Terhitung mulai 1 Oktober 2026, ia diproyeksikan menjalani kompetisi selama kurang lebih delapan bulan bersama skuad EPA U-16 Garudayaksa dan mendapatkan pengalaman menghadapi tim-tim akademi dari klub-klub besar yang berkompetisi di Liga 1 Indonesia.
Namun, keberhasilan Rosi menembus level tersebut bukanlah pencapaian yang datang secara tiba-tiba. Sejak usia dini, ia telah menjalani proses pembinaan sepak bola secara intensif bersama ASSA-PRO Soccer School Kota Bekasi, sekaligus mengikuti berbagai kompetisi yang menjadi bagian dari perjalanan pembentukan kemampuan dan mental bertandingnya.
Sejumlah prestasi telah berhasil ditorehkan Rosi bersama timnya. Di antaranya pengalaman bersama Timnas Indonesia mengikuti JSA International Milo Super Cup se-ASEAN, serta meraih prestasi dalam IJSL (Indonesia Junior Super League) dan ISL (Indonesia Sentra League).
Tidak berhenti di sana, Rosi juga tercatat turut membawa tim meraih Juara 1 Piala KONI Pusat tingkat nasional serta Juara 1 Liga JABAR Istimewa di Kota Bekasi. Deretan pencapaian tersebut menjadi bagian dari rekam jejak kompetitif yang telah dijalaninya sejak usia muda.
Bagi seorang pemain berusia 14 tahun, berbagai kompetisi tersebut memberikan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis mengolah bola. Pengalaman bertanding di berbagai level juga menjadi proses untuk membangun disiplin, kemampuan membaca permainan, kerja sama tim, mental kompetitif, serta kemampuan menghadapi tekanan pertandingan.
Perjalanan Rosi bersama ASSA-PRO Soccer School Kota Bekasi menjadi salah satu fase penting dalam proses pembinaan dirinya. Dari kompetisi usia dini hingga mendapatkan kesempatan masuk ke lingkungan EPA U-16, setiap tahapan menjadi bagian dari proses panjang yang harus dijalani dengan konsisten.
Di balik perjalanan tersebut terdapat sosok ayah, Siswanto Robet, yang menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas perkembangan putranya.
Bagi Siswanto, prestasi yang telah diraih Rosi bukan semata-mata menjadi kebanggaan keluarga. Lebih jauh, pencapaian tersebut menjadi motivasi agar putranya dapat terus berkembang dan membawa nama baik Kabupaten Bekasi di tengah persaingan sepak bola usia muda yang semakin kompetitif.
“Sebagai orang tua tentu kami sangat bangga. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana Rosi terus berproses, menjaga disiplin, tetap rendah hati, dan tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih,” ujar Siswanto Robet.
Menurutnya, kesempatan Rosi bergabung dengan EPA U-16 Garudayaksa merupakan tanggung jawab baru. Kompetisi yang akan dijalani selama beberapa bulan ke depan diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperkaya pengalaman bertanding.
Ia juga berharap masyarakat Kabupaten Bekasi ikut memberikan doa dan dukungan kepada Rosi dan para talenta muda lainnya yang sedang meniti perjalanan di dunia sepak bola.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi. Semoga Rosi diberikan kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam menjalani kompetisi. Mudah-mudahan perjalanan ini dapat membawa nama baik Kabupaten Bekasi dan menjadi motivasi bagi anak-anak muda lainnya,” ungkapnya.
Siswanto menuturkan, perjalanan sepak bola Rosi juga pernah membawanya mendapatkan pengalaman bersama Timnas pelajar Indonesia dalam turnamen antarpelajar tingkat ASEAN. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam membangun mental dan kepercayaan dirinya ketika menghadapi pemain dari berbagai daerah maupun negara.
Rangkaian pengalaman tersebut kini menjadi bekal bagi Rosi untuk memasuki fase kompetisi yang lebih tinggi bersama EPA U-16 Garudayaksa. Di usia yang masih sangat muda, ia masih memiliki ruang yang panjang untuk belajar, berkembang, dan memperkuat fondasi sebagai seorang atlet.
Lebih dari sekadar mengejar prestasi, perjalanan Rosi memperlihatkan bahwa pembinaan sepak bola usia muda membutuhkan proses yang konsisten. Dukungan keluarga, sekolah, pelatih, soccer school, lingkungan olahraga, serta kesempatan mengikuti kompetisi menjadi bagian yang saling melengkapi.
Prestasi di JSA International Milo Super Cup se-ASEAN Juara-1, IJSL Juara-1, ISL Juara-1, Piala KONI Pusat tingkat nasional Juara-1, Liga JABAR Istimewa Juara-1, serta berbagai kompetisi bergengsi lainnya di bersama ASSA-PRO Soccer School Kota Bekasi, menjadi catatan perjalanan yang dapat terus dikembangkan.
Kini, tantangan baru menanti. EPA U-16 Garudayaksa akan menjadi ruang bagi Rosi untuk menguji dan meningkatkan kemampuannya dalam atmosfer sepak bola usia muda yang lebih kompetitif.
Dari Kabupaten Bekasi untuk sepak bola Indonesia, perjalanan Muhammad Rosi Aquilani masih sangat panjang. Deretan prestasi yang telah diraih menjadi bagian dari fondasi, sementara perjalanan bersama EPA U-16 Garudayaksa menjadi lembaran baru untuk terus belajar dan berkembang.
Bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Bekasi, harapannya sederhana namun bermakna: semoga Rosi tetap sehat, disiplin, rendah hati, tekun berlatih, tidak meninggalkan pendidikan, serta mampu menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk menjadi pribadi dan atlet yang lebih matang.
Selamat berjuang, Muhammad Rosi Aquilani. Teruslah bermimpi, berlatih dan berproses. Karena setiap prestasi besar selalu berawal dari keberanian untuk memulai, ketekunan untuk menjalani proses, dan kerendahan hati untuk terus belajar.


Komentar